
akhirnya Elisa pun memiliki pekerjaan dibidang bakatnya, walau gaji belum pasti tapi Elisa merasa bersyukur. apalagi memang hidup kan gak bisa langsung hidup enak.
semua ini berkat ibu Sri yang mengenalkan dengan Riana pemilik butik senja. butik yang tak begitu besar tapi banyak orang membeli pakaian disana.
senin ini Elisa mulai beraktivitas di butik senja, kemaren Riana sudah melihat beberapa karya dari Elisa. Riana pun kagum betapa bagusnya karya desain Elisa.
"semoga hari ini adalah awal yang indah" sambil memejamkan mata Elisa berdoa.
dengan naik ojek online Elisa pun dengan cepat menuju tempat dimana butik senja itu berada.
melihat datangnya Elisa, Riana pun menyambut nya dengan bahagia. tanpa bosa-basi Riana langsung menyuruh Elisa menggambar desain yang diinginkannya.
Elisa pun menurut, lalu berusaha untuk cepat-cepat menggambarnya dengan baik. Riana senang sekali dengan hasil desain Elisa yang pas dengan keinginannya, sungguh sangat indah.
doa Elisa terkabul, ia telah berhasil bikin butik senja makin banyak peminat dan pembeli. hari demi hari butik senja tak pernah sepi kunjungan. kalau gak datang pembeli pun memesan secara online.
betapa bangganya Elisa diawal kerjanya telah berhasil, dan bikin Riana tak menyesal telah memperkerjakannya.
"Lis mulai hari ini tolong 1 hari bikin minimal 5 desain yah?" pinta Riana tegas.
__ADS_1
"5 gambar mbk? mbak Riana serius?" tanya balik Elisa kaget.
"seriuslah.. kamu pikir aku bercanda!" Riana sedikit membesarkan nada suaranya.
"ya udah mbak aku bakal usahakan gambar minimal 5 gambar sehari" ucap elisa sedikit menyakinkan.
"bagus kalau gituh, berarti aku gak sia-sia.. aku pekerjakan kamu disini!" riana pun meninggalkan elisa.
padahal dalam hati elisa merasa bingung apa ia bisa menyelesaikan 5 desain dalam sehari. kalau desainnya asal ngawur mungkin bisa, tapi gak mungkin juga elisa melakukan itu. apalagi Riana lama-lama semakin hari semakin cerewet.
memikirkannya kepala elisa jadi pusing, rasanya pengen pecah. jadi kepikiran elisa ingin keluar tapi itu pun gak mungkin, belum juga 1 bulan entar gak dapat bayaran bisa rugi dong.
hari ini tepat 1 bulan elisa kerja di butik senja. betapa senangnya dia akan menerima gaji. "kira-kira gajiku dapat berapa ya?" elisa pun tak sabar menanti hari esok.
pagi hari elisa sudah bersiap untuk pergi ke butik senja, dengan membawa sebuah desain yang telah semalam di buatnya. setibanya di butik senja elisa langsung disuruh masuk ke sebuah ruangan kecil.
"kamu sudah bekerja 1 bulan disini dan aku belum cukup puas dengan kinerja kamu!" ucap Riana.
elisa kaget mendengar perkataan Riana padahal selama ini ia sudah bekerja keras di butik ini.
__ADS_1
"tapi mbak.. bukanya semenjak aku kerja disini butik senja mulai ramai?" elisa mencoba membela diri
"sebelumnya juga butikku ini selalu ramai, jangan kamu pikir kamu yang bikin butikku ramai! itu gajimu!" Riana pun melempar gaji elisa di depan meja ia duduk.
elisa pun tak percaya apa yang telah diliatnya. ternyata ini asli sifat dari Riana yang tak pernah puas.
elisa pun mengambil gajinya lalu membuka dan menghitung, hampir 2 kali elisa menghitung. apa benar ia mendapatkan gaji cuma segituh, dan itu tak sepadan dengan hasil kerjanya.
melihat Elisa menghitung sampai dua kali, Riana pun berucap sinis.
"2 juta itu pantas buat kamu elisa,ini butik kecil, lagian kamu belum membuatku terlalu puas?".
Elisa juga tak terima dengan perkataan Riana yang main seenaknya.
"mbak, aku sudah bekerja keras untuk butik ini, bahkan aku sampai lembur malam terus buat desain baju mbak Riana mintak! ternyata selama ini mbk sama sekali gak menghargai aku ya?" suara elisa sedikit meninggi.
"berani kamu bentak aku, lebih baik kamu pergi gak usah kerja disini!" usir Riana sambil menunjuk pintu keluar.
tanpa berpikir panjang elisa langsung pergi tanpa permisi. begitu sakit hatinya sama sekali tak dihargai, mungkin ini jalan terbaik keluar dari butiknya. kalau soal pekerjaan bisa di cari lagi nanti.
__ADS_1