
pagi ini seperti biasa Elisa naik ojek online untuk pergi ke kekantornya. penampilannya begitu menawan, dia memakai blouse biru dan rok putih. rambut terurai bergelombang, di samping kiri rambutnya dikasih jepit kecil dekat kuping. meka up pakai tipis natural yang membuatnya selalu tampil cantik menawan.
jalanan macet sehingga membuat Elisa buru-buru takut terlambat, untung saja masih jam 8.00 belum sampek lebih. Elisa dengan cepat berjalan sedikit agak berlari langsung menuju ke lift dan langsung masuk. tanpa dia sadari di dalamnya ada Adrean, mungkin karna Elisa buru-buru jadi tak melihat dikiranya karyawan lain.
awalnya sih tak ada masalah tapi tiba-tiba ada seekor kecoak merambat ke pundak Elisa hingga kerambut. itu membuatnya berteriak dengan keras karna takut.
"aakkhhh... kecoaaak!" teriak Elisa kencang sambil mengibas ngibaskan rambutnya.
mendengarnya Adrean pun langsung menoleh karna kaget, pada saat itu juga didalam lift cuma ada mereka berdua. dia merasa heran kok bisa kecoak masuk kesini.
sambil teriak-teriak Elisa menoleh kearah Adrean, dia baru sadar kalau daritadi satu lift sama atasannya. tapi Elisa tak peduli hingga tanpa berpikir panjang meminta bantuan ke Adrean.
"pak tolong ambilkan kecoak di rambut saya? aku takut banget!" Elisa memohon melas sambil menyodorkan kepalanya.
"aku gak mau! nanti tanganku kotor!" jawab cuek Adrean.
"aku mohon pak? aku janji bakal selalu lembur" Elisa memohon setengah mati.
"aku bilang gak mau ya gak! siapa kamu paksa aku? lagian kantor aku bersih yah, paling juga itu bawaan dari rumahmu! ambil sendiri!" jawab Adrean kasar.
__ADS_1
tapi Elisa tak lengah walau Adrean tetap menolak, Elisa tetap mintak tolong hingga akhirnya Elisa menarik tangan Adrean menyuruh mengambil kecoak secara paksa. Adrean melawan dan menghempaskan tangan Elisa sampai dia ingin jatuh.
untung saja dengan cekatannya Elisa memegang kedua pundak Adrean, tanpa disadari juga Adrean memegang pinggang Elisa. mereka berdua lalu bertatapan.
waktu itu berkas Irfan masih ketinggalan di mobil, jadi niatnya ingin turun mengambil. setibanya di lift Irfan melihat adegan tak disangka-sangka kayak di drama-drama, Irfan pun melongo sambil mengucek-ngucek mata, melihat apa itu memang benar kenyataan.
daritadi irfan diperhatikan ibu-ibu keliling servis sampai heran, "memangnya ada apaan di lift apa ada hantu? tapi gak mungkin juga hantu di pagi gini" batin ibu itu sambil tetap menyapu.
Elisa dan Adrean tak menyadari kalau lift sudah sampai lantai atas dan terbuka, mereka juga tak melihat Irfan yang lagi didepannya. mereka berdua terlalu terhanyut dalam memandang satu sama lain.
lalu Elisa melirik kearah pundak Adrean ternyata kecoaknya sudah berpindah tempat, dan sekarang ada di pundak dekat leher Adrean. Elisa hanya memberi kode beberapa kali melihat kearah pundak Adrean. tapi sayang dia tak menyadarinya cuma hanya bilang?
"pak.. kecoaknya ada di pundak mu sekarang!" teriak Elisa.
Adrean langsung melepaskan Elisa dan melempar kecoak keluar, eh malah nyangkut di jas Irfan. gak nyangka juga ternyata Irfan juga takut kecoak.
"kecoak.. kecoak.. ada kecoak! tolong singkirkan di tubuh aku" sambil meloncat-loncat ketakutan.
tingkah laku Irfan membuat ibu keliling servis itu menghampiri dan bertanya.
__ADS_1
"mana kecoaknya?"
"ini buk, sudah jatuh di lantai" teriak Irfan.
ibu itu langsung menghempaskan sapunya mengenai kecoak, sambil bilang "mati kau!" tanpa disadari sapu itu pun langsung patah.
akhirnya dengan satu pukulan kecoak itu langsung mati peyet. melihat kejadian itu Adrean, Elisa, Irfan, sampai melongo dibuatnya. ternyata ibu ini sangat kuat memukulnya.
sapu patah gara-gara eksekusi kocoak, ibu itu sangat takut sekali. apalagi Adrean kalau marah suka main pecat.
"maaf pak, aku tak sengaja melakukannya. itu terjadi begitu saja, tolong jangan pecat saya?" pinta ibu itu memelas sambil menunduk.
"saya yang salah pak, potong gaji saya saja jangan sampai memecat ibu ini kasihan dia gak salah?" sahut Elisa memohon.
mendengar perkataan mereka berdua Adrean hanya berkata. "bersihkan" lalu pergi dan masuk keruangannya.
mendengarnya ibu itu langsung membersihkan karena mumpung belum bosnya berubah pikiran. Elisa jadi heran kenapa Adrean tidak marah, hanya menyuruh membersihkan.
sebelum Irfan masuk lift dia juga berkata "gak usah khawatir" lalu pergi.
__ADS_1
Elisa menyadari sifat Adrean gak terlalu buruk, dia tak sekejam itu sama karyawan ternyata dia masih punya hati. tak di sadari Elisa tersenyum teringat kejadian kecoak campur malu sambil melihat Adrean berjalan keruangannya.