Terjebak Di Bingkai Foto

Terjebak Di Bingkai Foto
Episode 25. Kesialan Sely


__ADS_3

Sely masih tetap fokus daritadi melihat-lihat majalah tak sadar Adrean telah membuka pintu, sampai tiba akhirnya mendengar bisikan Irfan dan Adrean. Sely lalu menoleh kearah suara itu dan menutup majalah fashion sambil tersenyum melihat kearah Adrean sudah datang.


"Hai Drean, daritadi gue tungguin loe disini, gak papa kan?" sapa manja Sely.


"gak papa, tapi aku sibuk!" Adrean lalu berjalan dan duduk di tempat kerjanya tanpa basa basi.


mendengar jawaban Adrean yang begitu cuek daridulu membuat Sely begitu kesal, padahal niatnya mau bikin surprise malah yang ada responnya biasa saja.


Irfan malah tersenyum liat Adrean super cuek, sama sekali tak tergoda oleh Sely.


Sely makin kesal diketawain Irfan, dia pun memutuskan untuk duduk diatas kursi didepan meja kerja Adrean. pada saat itu Adrean lagi menatap layar komputernya.


"Adrean emang loe gak kangen sama gue apa? udah hampir setahun loe kita gak ketemu?" Sely sambil mendekatkan wajahnya kekomputer Adrean, waktu Adrean lagi lihat-lihat data.


lama-lama Adrean merasa risih dengan tingkah Sely yang selalu kekanak-kanakan. Adrean lalu melihat Irfan memberi kode agar menyuruh Sely untuk pergi.


"Sel kami lagi sibuk, ntar saja ngobrolnya?" pinta Irfan lembut.

__ADS_1


"kerja saja gue disini gak ganggu kok, gue bakal pindah disofa" jawab Sely cemberut.


"aku kerja, bukan main-main disini, please.. tinggalkan kami!" jawab Adrean tegas.


Sely semakin kesal banget Adrean bilang begitu, tapi dia tak peduli masih tetap dengan pendiriannya.


melihat Sely yang keras kepala akhirnya Irfan mempunyai ide bagus!


"Sel gimana kalau ntar saja kesini, waktu makan siang! kalian kan bisa makan sekalian ngobrol?".


"oke lah, gue pergi! Adrean ntar gue telpon yah, waktu makan siang?" pintah Sely.


Adrean hanya menganggukkan muka tanpa bicara satu katapun, akhirnya Sely pun berjalan pergi. Adrean dan Irfan begitu lega.


"maaf Drean kepaksa aku ngomong gituh, bingung mau bujuk gimana lagi!" bilang Irfan menjelaskan.


"oke lah gak papa, Sely urusan nanti! tolong kamu panggil Elisa kesini, sekalian kamu mau ke lantai 2 kan" pintah Adrean.

__ADS_1


"oke dengan senang hati" sambil tersenyum Irfan lalu bergegas menuju ruang kerja Elisa sebelum ke lantai 2.


*****


Sely mengendarai mobil sport merahnya dengan marah karna kesal dan kecewa. dia tak begitu fokus menyetir hingga menabrak gerobak sampah yang dibawah lelaki tua, alias pemulung jalanan. Sely kaget,dia kemudian turun tapi malah marah-marah tanpa disadari Sely yang salah.


"Pak liat jalan gak sih! kalau bawah gerobak gede gini jalan di pinggir dong!" teriak Sely.


"saya sudah jalan di pinggir neng, tapi neng sendiri nyetirnya ngebut gak liat-liat jalan, salah neng bukan saya yah!" jawab lelaki tua itu sambil meringis kesakitan karna kakinya terkelir.


"iihh.. ngerepotin banget sih! gak mungkin juga bapak ini gue masukin dalam mobil, bisa-bisa mobil gue kotor lagi!" batin Sely geram.


"gini aja pak, gue bakal telpon ojek online buat nganterin bapak ke rumah sakit. tenang aja deh gue bakal kasih biaya bapak perlukan, sebentar pak gue telpon dulu ojeknya".


beberapa menit kemudian ojek online pun datang, lalu membawa bapak pemulung itu kerumah sakit. waktu itu Sely tak ikut dia hanya kasih uang ke tukang ojek online biaya transport serta rumah sakit, juga gak lupa kartu nama agar kalau kurang biaya rumah sakit bisa menghubungi Sely tanpa campur tangan polisi. Sely bertanggungjawab hanya karna takut dilaporkan polisi bukan berarti dia merasa kasihan.


"ngerepotin juga pemulung tua itu!" gerutu Sely lalu masuk ke mobilnya dan pergi dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2