
Suara keroncongan perut Irfan telah beberapa kali terdengar. dia duduk di sofa sambil membolak-balikan HP daritadi menunggu Adrean selesai mengetik-ketik komputer. hingga akhirnya Irfan bangun karna sudah tak sabar lagi.
"udah dulu dong Drean, lanjut ntar lagi laper nih!" ngeluh Irfan.
"duluan saja lah, lagian biasanya juga aku pesan! malas turun Fan" jawab Adrean.
"sebenarnya malas atau mau telponan sama Sely sih, mau jemput dia?" teriak Irfan kesal.
mendengar nama Sely disebut, Adrean langsung menghentikan aktivitasnya. lalu memandang Irfan dengan menggaruk hidung mancungnya yang tak gatal sambil tersenyum.
"emang kamu laper apa hubungannya sama Sely, kepo banget sama dia" sahut Adrean tersenyum.
"Sely kemaren chat aku mau balik kesini, emang kamu gak tahu, bukanya kalian dekat?" tanya balik Irfan.
"aku cuma berteman sama dia, gak lebih itu" penjelasan Adrean.
"halah.. apa karna kamu dari kecil sudah dijodohkan mangkahnya kamu menepuk cintamu sama Sely?" Irfan tertawa.
"daritadi bahas Sely saja kamu! yuk kekantin jarang-jarang nuruti sepupu" Adrean lalu menghentikan aktivitas nya.
"gituh dong.." Irfan senang mendengarnya.
Adrean sama Irfan lalu berjalan menuju kantin.
*****
"Lisa aku duluan yah" bilang Sasa.
"kenapa buru-buru? Istirahat kita masih 30 menit lagi?" sahut Elisa.
"tadi aku kelupaan belom save data, takut ilang, kalau ilang ngulang lagi capek Lisa.. habisin makan kamu? aku sudah kenyang" Sasa lalu pamit pergi kembali ke tempat kerjanya.
__ADS_1
terpaksa Elisa mau gak mau harus makan sendirian, waktu juga masih ada 30 menit jadi Elisa gak terburu-buru untuk kembali.
Adrean dan Irfan telah tiba di kantin, tapi pada saat ini kantin masih sangat rame sampai-sampai tempat duduk penuh semua karyawan. namanya saja istirahat jam kerja jadi wajar kan.
"liat fan, rame kan gak ada tempat duduk, habis pesan aku kembali saja makan diruangku" pintah Adrean.
"yaelah drean.. masak mau bungkus sih, emang kamu gak malu? lagian didepan Elisa masih kosong kok, kita duduk disana saja lah" ajak Irfan.
"nyuruh orang lah, masak aku yang bawah! kamu saja aku balik ke ruangan" Adrean tetap pada pendiriannya.
"Halah.. tadi pagi aja pelukan, gak usah malu lah, lagian kamu dah janji nuruti aku?" Irfan sedikit kesal.
"hmm..itu gak sengaja gara-gara kecoak tadi, yah sudah kamu jalan duluan sana!" Adrean sampai menghela nafas panjang karna Irfan.
"walau gara-gara kecoak tapi kan lumayan bisa peluk dia" goda Irfan ketawa sambil jalan.
Adrean hanya bisa menggelengkan kepala mendengar perkataan Irfan yang mulai mesum.
mereka berdua lalu mendekati Elisa, pada saat itu Elisa tak sadar melihatnya. Elisa cuma fokus makan dan sekali-sekali menatap layar ponselnya.
Elisa hanya tersenyum melihat Irfan, pas tau ada Adrean di sampingnya masih berdiri dia kaget. lalu mempersilahkan Adrean duduk dengan rasa hormat. karyawan yang lain juga heran tumben Adrean ke kantin apalagi duduk di antara karyawan. melihat karyawannya tampak aneh memandangi nya, Adrean balik memandang tajam mereka semua pun menunduk dan melanjutkan makan masing-masing.
begitu Elisa melanjutkan makan, Irfan hanya tersenyum melihatnya. suasananya sepi cuma terdengar suara Sendok bersentuhan sama piring. Irfan lalu membuka percakapan.
"dimana Asistenmu Lisa? bukanya kalian selalu sama-sama?" tanya Irfan.
"maksudnya Sasa! dia udah balik keatas mau liat datanya belum ke save, takutnya ilang mangkahnya buru-buru" sahut Elisa.
"owh.. pantesan gak keliatan"
"kamu tinggal sama siapa disini lisa?" tanya lagi Irfan.
__ADS_1
"aku tinggal disini sendiri di kontrakan" jawab Elisa.
"orang tuamu dimana? kamu asli orang sini?".
mendengar Irfan yang banyak tanya ke Elisa, Adrean jadi geram, dan menegur Irfan.
"ngomong mulu, habisin makanannmu cepat".
"yaelah Drean, santai oke?" bisik Irfan.
Elisa hanya tersenyum mendengar pembicaraan mereka, lalu menjawab pertanyaan Irfan.
"kedua orang tuaku sudah meninggal, saya disini merantau pak".
"maaf aku gak tau, terus kamu dulu kerja dimana?" Irfan masih saja bertanya.
"saya dulu sempat bekerja di Andika jaya hampir 1 tahun lalu keluar".
"kamu di pecat atau pengundurkan diri" lagi-lagi Irfan kepo.
tiba-tiba Adrean menghentikan makannya dan menyelah pembicaraan mereka.
"mangkahnya kalau kerja itu yang jujur gak usah ganjen apalagi sama atasan".
komentar Adrean begitu pedas hingga membuat Elisa kesal dan merasa tersinggung atas apa yang tidak dilakukannya.
"saya kerja niat cari uang pak, bukan untuk menggoda atasan apalagi kalau sudah menikah!saya keluar karna pengundurkan diri! Elisa jadi merasa apa dikiranya selama ini mau menggoda Adrean.
Adrean tercengang mendengar jawaban Elisa, hatinya sedikit terguncang bicara nya sedikit meninggi, itu terliat seperti wanita yang selalu menjaga harga dirinya.
makan Elisa sudah selesai, dia lalu pamit mau kembali ke lantai atas dan memulai pekerjaannya lagi.
__ADS_1
"jangan gituh lah Drean, sama saja kamu buat dia tersinggung" ucap Irfan.
Adrean hanya diam lalu pergi meninggalkan Irfan yang dari tadi belum selesai makan.