Terjebak Di Bingkai Foto

Terjebak Di Bingkai Foto
Episode 27. DI Tunggu Ibu Amelia


__ADS_3

Elisa membuka-buka data di dalam layar komputernya, dia ingin membagi karya desainnya yang sudah di kerjakan dan yang belum akan dibagi menjadi 2 bagian. supaya kalau Adrean tanya-tanya lagi biar gampang gak ribet cari-cari.


setelah selesai Eliisa pergi ke lantai 2 untuk melihat karna pada hari ini desain pertama Elisa sudah siap menjadi baju yang Indah.


"Lisa mau ke lantai 2 ya?" tanya Sasa.


"Iya, kenapa mau ikut!" jawab Elisa.


"Bolehkan, ini sudah selesai loe.. aku sudah kerjakan yang kamu mintak!" jawab Sasa.


"Oke, yah udah ikut aku".


Mereka lalu pergi bersama ke bagian tempat baju, dan kebetulan pak Ferdi ada disana, lelaki yang sudah memasuki paruh baya itu sedang berdiri didepan baju yang habis di pakaikan dengan patung. beliau adalah penanggung jawab pengerjaan bagian baju serta jahit. dan juga ada pak Yudi ketua bagian jahit yang sedang merapikan baju di patung itu.


"Permisi pak" Elisa tersenyum sambil berjalan masuk ke ruangan.


"Ini pasti mbak Elisa ya?" tanya pak ferdi tersenyum juga.


"Iya pak, ini Asisten saya Sasa!" jawab Elisa perkenalkan.


Sasa lalu menunduk memberi salam ke pak Ferdi dan pak Yudi sambil tersenyum.


"Bajunya sudah selasai dikerjakan mbak, dan gimana menurut mbak Elisa sudah seperti di gambarkan?" tanya pak Ferdi.


"Waahh.. bagus banget, ini gambar kemarin kan Lisa? maksud saya buk Lisa" Sasa jadi malu manggil nama Elisa tanpa kata buk habisnya sudah terbiasa.

__ADS_1


"iya Sa, bagus banget kok pak! semuanya sudah sempurna" Elisa tersenyum sambil mengancungkan jempol.


*****


Di cafe lesehan dekat kantor Milea Fashion...


tiba-tiba Hp Adrean bergetar drrgg..drrgg..drrgg.. ada panggilan dari Irfan.


"Bentar ya Sel, aku angkat telpon dulu" dengan cemas Adrean mengangkat.


halo Drean..


kamu cepatan balik, bibi tungguin kamu!


Dari suara jauh ditelpon terdengar Irfan ngomong sambil bingung, dan dengan sigap Adrean menjawab.


setelah mendengar Adrean ngomong dengan tanggap, Irfan lalu menutup telpon.


"Sel aku pamit yah? lagi buru-buru tenang aja aku yang bayarin!" tanpa menunggu Sely bicara Adrean pergi ke pembayaran dengan cepat, lalu pergi seketika.


Sely kesal dengan Adrean begitu cepat meninggalkannya, "padahal baru makan sedikit belom juga ngobrol banyak, sial banget hari ini! udah nabrak orang dan di perlakukan gini sama Adrean, dasar brengseekk!!" guman Sely marah dalam hati.


Tiba dikantor Melia Fashion...


Adrean lari-lari menuju lantai atas, dengan cepat menaiki lift. setelah tiba di lantai 3 Adrean berjalan cepat mendekati ruangan, Maya sekertarisnya melihat lalu bilang.

__ADS_1


"pak Adrean ibu Amelia menunggu anda".


Adrean hanya melirik Maya tanpa berkata apa-apa, dia terus berjalan menuju ruangannya. ketika sampai tepat didepan pintu Adrean berhenti untuk membuang nafas dari tadi cepet-cepatan datang kesini. Lalu membuka pintu dengan sikap percaya diri menghadapi sang ibu.


ibu Amelia sedang duduk diatas sofa sambil merapikan majalah yang berserahkan di meja. Adrean lalu duduk disamping ibunya, ibu Amelia juga tahu kedatangan Adrean tapi dia hanya pura-pura diam.


"ibu sudah lama menungguku disini?" tanya Adrean lembut.


ibu Amelia masih diam sampai selesai merapikan majalah itu lalu menatap sang putra.


"Sejak kapan kamu berhungan lagi sama wanita itu?" ibu Amelia langsung ke intinya.


"wanita siapa sih bu? aku tidak pernah berhubungan dengan wanita!" jawab Adrean membuang muka.


"Lagian Sely cuma teman gak lebih itu, aku juga baru tau dia kembali kesini!" Adrean menambahi.


"Adrean.. perjodohanmu dari kecil sudah mutlak terjadi, jangan sampai kamu kecewain ibu. ibu hanya ingin kau menikah dengan Elisa!" ucap ibu Amelia tegas.


mendengar ibunya ngomong lagi soal perjodohan, Adrean lalu berdiri.


"Kenapa sih bu, ibu selalu ngomong soal perjodohan! lagian ibu belom tahu kan orangnya dimana, belum tentu juga menerima perjodohan ini. jaman modern sekarang mana ada menikah diatas perjodohan, jarang bu orang lalukan! dia juga lebih tua dari aku seharusnya dia pantas jadi kakak bukan jodoh!" teriak Adrean kesal.


ibu Amelia kaget Adrean bisa berbicara seperti itu, apa gara-gara temen wanitanya itu sampai berani ngomong gini ke ibunya.


"ibu sudah menemukannya dan dia kerja disini, pernikahan itu bukan hanya didasari cinta Adrean. tapi sama-sama saling mengerti satu sama lain, saling melengkapi. ibu menikah dengan ayahmu juga gak ada sama sekali perasaan cinta walau begitu kami tetap bahagia. dan kamu cuma lebih mudah dari dia satu Minggu banyak diluaran sana menikah terpaut jauh umur tapi bahagia-bahagia saja. inget semua perkataan ibu Adrean!".

__ADS_1


sesudah melampiaskan amarahnya ke Adrean, ibu Amelia lalu berdiri dan meninggalkan ruangan. tanpa disadari Irfan tak sengaja menguping pembicaraan bibinya dan Adrean. Untung saja bu Amelia tak tahu Irfan yang dari tadi dipinggir pintu waktu keluar ruangan Adrean.


"Jadi Elisa adalah wanita yang dijodohkan sama Adrean dari bayi, kalau benar dia pasti punya kekuatan sihir juga" Irfan kaget dia lalu bersandar di depan tembok.


__ADS_2