
Elisa membawah map yang didalamnya berisi kertas desain, dia berjalan menuju ruang COE. setelah di depan pintu Elisa mengetuk pelan lalu masuk kedalam.
"permisi pak, ini yang bapak mintak" bilang Elisa.
Elisa lalu menaruh map itu di atas meja kerja Adrean dengan sopan. Adrean lalu membuka dan melihat map itu, ternyata bagus banget desain Elisa. Adrean merasa kagum tapi dia enggan memberikan komentar takutnya Elisa merasa berbangga diri.
"Ngapain masih disini! bukanya sudah selesai, ada lagikah desain yang kamu bawah?" bilang tegas Adrean.
Elisa benar-benar kaget mendengarnya, tidak dikasih saran dan kritik,apa desainnya bagus atau tidak. malah main usir-usir saja Adrean, sikap cueknya bikin Elisa super gergetan. tapi ia hanya bisa apa, Elisa hanya karyawan tak mungkin membantah.
"Ma..maaf pak, saya permisi dulu" jawab Elisa lalu pergi meninggalkan ruangan.
*****
kendaraan begitu macet daritadi, aura panas campur bau asap mobil tercampur. tapi tetap saja para penjual menjajakan makanan ringan dan minuman di setiap jalan. mereka berjalan di sela-sela mobil yang bisa terlewati menawarkan ke setiap mobil yang belum bisa bergerak bebas karena macet.
ibu Amelia melirik ke arah jam tangannya menunjukkan pukul 12.00 sudah. macetnya sudah berjalan hampir 1 jam tapi belum juga bisa melaju.
"pak kira-kira masih lama gak?" tanya Bu Amelia.
"gak tau juga buk, sabar saja dulu?" bilang pak Asman supirnya.
ibu Amelia merasa kan kegelisahan entah tiba-tiba pikirannya jadi gak enak, dia ingin sekali cepet-cepet ke kantornya.
"syukur buk, udah mulai jalan" bilang pak Asman.
__ADS_1
mendengarnya ibu Amelia sangat senang sekali dan lega, akhirnya bisa bebas dari kemacetan.
Di Melia Fashion..
"Drean.. sudah jam makan ini, hpku dari tadi kena panggilan mulu dari Sely! nyalain dong hpmu? capek aku tolak terus panggilan" rengek Irfan.
tapi tetap saja Adrean masih sibuk dan tak peduli dengan omongan sih Irfan. melihat Adrean yang tak pedulikan omongan Irfan sama sekali, dia jadi marah padahal Irfan jarang banget marah.
"Adrean.. kamu dengar gak sih!!" teriak Irfan kenceng.
Adrean lalu menghentikan aktivitasnya dan mengambil hpnya untuk dinyalakan.
"Sudah, puas kan" jawab tenang Adrean.
gak lama kemudian Sely nelpon di Hp Adrean, melihatnya Irfan lalu keluar ruangan. Selesai telpon pun Adrean ikut keluar juga menemui Sely di restoran dekat kantor.
"Sudah lama ya disini?" sapa Adrean.
"Tidak kok gue juga baru sampai" padahal Sely sudah setengah jam menunggu Adrean, dia cuma ingin menyembuhnyikan kekesalannya, Sely ingin terlihat baik didepan Adrean.
"yah udah loe mau makan apa Drean, gimana kalau pesan yang biasa kita makan disini?tanya Sely.
"terserah saja aku" jawab Adrean cuek.
Sely sangat senang mendengar Adrean menerima idenya. dia lalu cepat-cepat memesan dan tanpa lama pelayan membawakan hidangannya. memang restoran ini terkenal cepat menyiapkan makanannya pantas saja banyak yang makan disini, apalagi waktu jam istirahat kantor.
__ADS_1
ibu Amelia sudah tiba di kantor, dia langsung keatas menemui Adrean. Tapi sayang Adrean tak ada di ruangnya. ibu Amelia lalu duduk di sofa sambil menunggu mau menghubungi Irfan atau Maya sekertarisnya, tapi takut ganggu karna masih jam istirahat.
20 menit ibu Amelia telah menunggu tapi Adrean belum juga datang, dia lalu keluar menemui Maya karna sudah masuk jam kantor. untung saja Maya sudah datang diruangnya.
"Maya kamu tau Adrean, kemana dia?" biasanya dia jarang makan diluar waktu jam kantor" tanya ibu Amelia penasaran.
"Maaf buk, tapi saya kurang tau! ibuk tanya pak Irfan saja, pak Irfan lebih tau?" bilang Maya.
"Eh itu buk yang diomongin sudah datang, pak Irfan!".
ibu Amelia langsung memanggil Irfan dengan cepat, Irfan waktu itu grogi waktu menghampiri ibu Amelia. difikiran bibinya pasti bakal tanya Adrean.
"Kamu tau Adrean, dimana dia sekarang?" tanya ibu Amelia.
"Anu bi, dia lagi.." Irfan bingung mau jawab apa, pasti bibinya bakal marah tau Adrean sama Sely.
"dimana dia sekarang Irfan, bibi gak suka kebohongan" tanya ibu Amelia sekali lagi sambil mendekatkan wajahnya ke muka Irfan.
"Adrean lagi makan sama Sely bi" Irfan sambil menunduk berbicara karna takut.
"apaa.. Sely! temennya yang dulu itu, dia balik kesini lagi?" ibu Amelia tersentak kaget.
Irfan hanya menganggukkan kepala menjawab pertanyaan bibinya. karna suasana hatinya lagi gak bagus untuk banyak ngomong.
"Oke, hubungi Adrean suruh cepat kembali! bibi bakal tunggu diruangnya." ibu Amelia lalu masuk keruangan Adrean untuk menunggunya.
__ADS_1