Terjebak Di Bingkai Foto

Terjebak Di Bingkai Foto
Episode 24. Kedatangan Sely


__ADS_3

Baru saja mengunci pintu kontrakkan hp Elisa pun bergetar, ternyata dapat pesan dari Sasa.


Lisa gambar desain kemaren sudah kamu bawah kan? entar dimintak pak Adrean, jangan sampai lupa bawah oke!


untung saja Sasa mengingatkan kalau gak Elisa bakal kena masalah. dia cepat-cepat kembali membuka pintu lalu bergegas kembali mengambil kertas desain itu, terus pergi ke kantornya dengan ojek online yang sudah dipesannya.


Tiba di kantor..


ternyata Elisa dan Sasa barengan sampai, mereka lalu saling menyapa dan berjalan bersama menuju lantai atas.


"gimana Lisa, gak lupa kan?" kata Sasa.


"tenang saja, sudah aku bawah kok" jawab Elisa tersenyum.


pada waktu di depan resepsionis tiba-tiba banyak orang berkerumun.


"ada apa ya Sa?" Elisa heran.


" iya nih Lisa padahal masih pagi, yuk kita lihat?" Sasa sambil menarik tangan Elisa melihat kerumunan itu.


mereka berdua lalu menghampiri dan melihat apa yang terjadi, ternyata yang mereka liat itu wanita seksi lagi jalan menuju ke lift.


wanita yang masih mudah umur 23 tahunan, berkulit sawo matang terawat. memakai blouse kaos navy lengan pendek ketat yang panjangnya sepantat, serta bawahannya rok hitam mini sepaha. pakek sandal hak tinggi, rambut bergelombang sepundak dicat coklat mudah, hidung lumayan mancung serasi dengan kacamatanya berwarna hitam. juga gak lupa tas bermerk warna navy.


wanita itu berjalan lengak lengok menuju lantai atas seakan-akan dia yang paling cantik dan seksi. dan gara-gara itu semua karyawan laki-laki melongo entah apa yang di dalam pikirannya.


"siapa dia, apa karyawan baru?" tanya Sasa penasaran.

__ADS_1


"itu bukan karyawan baru, itu mirip temennya pak Adrean" sahut resepsionis itu.


"mungkin pacarnya kali" bilang Elisa.


"gak tau juga sih, tapi dia jarang kesini, lagian selama ini pak Adrean gak pernah bawah wanita kesini, kecuali modelnya!" penjelasan resepsionis.


mendengar jawaban dari resepsionis itu gak tau kenapa Elisa jadi sedikit lega.


"masih ada kesempatan Lisa" bisik Sasa sambil menggoda.


"gila loe.." jawab Elisa kesal.


Sasa lalu tertawa melihat ekspresi Elisa, mereka berdua lalu menuju lantai atas.


*****


"itu kayaknya Sely? iya benar itu Sely! gila makin parah saja pakaiannya, pasti cari Adrean" Irfan bicara pelan sambil membalikkan badan.


dalam lamunannya Irfan dihampiri Sely tanpa sadar.


"hai Fan, ini gue Sely? masak lupa sih?" Sely sambil mencopot kaca mata besarnya dan tersenyum.


Irfan melihatnya jadi salah tingkah dan menelan ludah, tiba-tiba jadi gugup.


"jelas ingat lah, masak lupa" jawab Irfan sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal.


"loe makin cute yah, tapi dibandingkan sama Adrean masih kalah jauh sih?" kritik Sely membandingkan.

__ADS_1


"daridulu hingga sekarang masih saja bandingkan aku sama Adrean, emang dia pikir Adrean bakal mau apa sama dia? dia gak tau saja kalau Adrean udah dijodohin dari kecil" gerutu Irfan dalam hati.


"ngomong-ngomong Adrean sudah datang belum?". tanya Sely tapi Irfan tak mendengar.


"hellooww.. Irfan dengar gue gak, kok melamun sih! pasti gak pernah liat cewek secantik gue kan?" dengan PD nya Sely berbicara.


"Adrean belum datang, mungkin sebentar lagi" jawab Irfan langsung kesal.


"oke, gue tunggu diruangnya boleh kan?".


belum juga di bolehin Irfan, tapi Sely main masuk ruang Adrean saja tanpa permisi.


"sialan tuh cewek, daridulu sifatnya gak berubah tapi memang aku sedikit tergoda sih, Gimana gak dia memang sexy" Irfan lalu tertawa tanpa disadari ada Adrean di belakangnya.


melihat Adrean, Irfan jadi kaget. Adrean lalu mau masuk keruangannya, tapi di cegah sama Irfan.


"ada Sely didalam" Irfan bicara pelan.


"apa sih?" Adrean tak mendengar.


"Sely.. Sely.." Irfan masih tetap bicara pelan.


Adrean masih tak tau Irfan ngomong apa, lalu langsung membuka pintu ruangnya. betapa kagetnya dia liat Sely di dalam sedang duduk diatas sofa sambil membaca majalah fashion. dengan kaki kanan ditempatkan diatas kaki kiri dan terlihat separuh pahanya yang mulus terawat. langsung saja Adrean membuang muka melihatnya.


"tadi aku sudah bilang yah, kamu gak peduli sih" sahut Irfan.


"bicaramu saja gak jelas, mana mungkin aku tau" jawab Adrean.

__ADS_1


Irfan hanya bilang "hmmmm...".


__ADS_2