Terjebak Di Bingkai Foto

Terjebak Di Bingkai Foto
Episode 15. Interview


__ADS_3

sampai juga di perusahaan milea fashion, perusahaannya begitu besar. tanpa membuang waktu Elisa langsung bertanya ke tempat security, karna di gerbang bertuliskan "tamu harap lapor" kalau main masuk takut kena usir. tapi anehnya bapak security itu tak menjawab, dia cuma diam memandang Elisa.


tak berapa lama bapak security itu cuma bilang "ikuti aku" habis itu tak ngomong apa-apa lagi. elisa pun menurut mengikutinya, eh ternyata dia diantar ke bagian resepsionis. dan menyuruh tanya ke resepsionis tentang lowongan pekerjaan. setelah mengantarkan ke bagian resepsionis, security itu meninggalkan elisa.


"mbak disini masih menyediahkan lowongan pekerjaan buat desainer gak?" tanya elisa sopan.


resepsionis itu hanya diam memandang elisa dari atas hingga bawah, elisa jadi heran tadi security juga begitu. "apa ada yang aneh dalam diriku" batin elisa berbicara.


"mbak dengar suara aku kan?" elisa sedikit meninggi kan suaranya sambil melambai-lambai tangannya kearah resepsionis itu.


"i..iya mbak maaf, disini ada lowongan pekerjaan dibagian desainer. kalau asisten desainer sudah ada yang isi mbak" jawab wanita itu dengan sedikit kaget.


"yang aku tanya memang lowongan desainer mbak daritadi" elisa tersenyum mendengar jawaban wanita itu.


"eh iya ya mbak" wanita itu pun tertawa.


"yah udah mbak aku telpon pimpinan dulu yah, laporin mbak mau ngelamar disini".

__ADS_1


Resepsionis itu lalu menelpon pimpinannya segera, dan setelah di setujui elisa disuruh menunggu sekertaris nya turun menjemputnya.


setelah sekertarisnya turun elisa jadi heran, di perusahaan ini para karyawan nya pada kulitnya sawo matang yang wanita. walau terlihat modis sih dan juga terlihat manis.


Elisa disuruh mengikuti sekertaris itu menuju lantai 3 paling atas, tempat dimana pimpinan perusahaan menjalankan tugasnya.


setelah sampai Elisa disuruh menunggu sebentar diluar sebelum masuk ruangan bertulis CEO. ketimbang disuruh menunggu lagi Elisa ijin ke toilet sebentar. sekertaris itu mengijinkan tapi berpesan jangan lama-lama.


menuju toilet Elisa ditabrak seorang wanita mudah seumuran dengannya, kertas lamaran kerja Elisa pun jatuh dan tercecer. dengan cepat Elisa mengambilnya lagi, wanita itu juga membantunya mengambil.


"maaf yah gak sengaja aku" sahut wanita itu.


"kamu mau ngelamar disini, pasti jadi desainer ya? soalnya asisten desainer sudah aku isi" tanya wanita itu penasaran.


"owh jadi mbak baru diterimah disini" jawab Elisa lagi.


"iya.. jangan panggil mbak, kita kan kek seumuran" pinta wanita itu.

__ADS_1


"ohya aku ke toilet dulu buru-buru takut dicariin sama sekertaris tadi".


Elisa langsung lari ke toilet setelah selesai langsung balik dengan nafas ngos-ngosan. eh ternyata benar sekertaris itu sudah menunggu nya. dan menyuruh Elisa cepat masuk ruangan CEO.


setelah masuk ruangan Elisa terpanah melihat ruangan CEO yang begitu luas, yang terlihat seperti hotel. Elisa sempat melamun sebentar lalu terbangun dari lamunannya, dan melihat ada lelaki yang sedang duduk memakai setelan jas hitam yang dari tadi menunggunya.


"permisi pak ini surat lamaran saya" Elisa sambil menyerahkan surat lamarannya dengan hati-hati di meja.


tanpa berkata apa-apa lelaki itu cuma membuka berkas lamaran Elisa, sesekali melirik tanpa melihatnya. Elisa jadi merasa bingung di perusahaan ini, kenapa semua orang memandang dirinya aneh.


tak berapa lama lelaki itu cuma berkata "maaf kamu tak bisa bekerja disini, kamu ngelamar di perusahaan lain saja".


sakit hati Elisa mendengarnya padahal belum juga diinterview main usir. "mungkin ini sebabnya karyawan disini pada aneh, pemimpinnya saja kayak gini" gerutu Elisa dalam hati.


"Maya antarkan wanita ini keluar" dengan tegasnya lelaki itu memerintahkan.


"baik pak" jawab singkat sekertarisnya.

__ADS_1


"mari mbak" ajak Maya keluar dari ruangan.


__ADS_2