
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Alberto menyesap dan menelusuri seluruh permukaan kulit mulut milik Claudia,dia memberikan ciuman dan tanda di hampir seluruh tubuh istri nya itu.
Gerakan pelan,cepat,lembut dan kasar. Semua nya di lakukan dalam penyatuan dibawah sana oleh alberto,dia terus menggeram dan melenguh. Mengeluarkan suara merdu yang kini sudah bersahutan di dalam kamar itu,kamar yang belum lama mereka tempati.
Alberto terus memompa dan memacu dibawah sana hingga dia berhasil menyemburkan benih nya,menenggelamkan batangan miliknya yang masih mengeluarkan lahar didalam milik claudia.
Tubuh kedua nya terkulai lemas,mereka sudah tidur sambil berpelukan berdua. Tubuh lengket dan penuh keringat,tidak menghambat pelukan itu . Jantung dan nafas kedua nya masih berpacu dengan cepat, hingga akhirnya menormal.
Claudia menatap wajah Alberto yang terpejam,tangan nya terulur mengelus rahang tegas miliknya. Kemudian dia tersenyum kecil dan bangkit duduk,tapi seketika tangannya ditarik hingga tubuh nya kembali terjerembab di dada bidang sang suami.
"Mau kemana hhmmm?" tanya Alberto tanpa melepaskan pelukan nya dari tubuh claudia
"aku haus" jawab Claudia dengan pelan,setelah nya lingkaran tangan alberto terlepas hingga membuat claudia bisa bangkit dan berjalan mendekati nakas dimana ada teko yang berisi air putih.
Claudia selalu menyiapkan nya,kadang dia suka haus dan malas keluar sehingga dia meminta pelayan untuk meletakan teko sedang dan sebuah gelas disana.
__ADS_1
Alberto memperhatikan apa yang dilakukan oleh Claudia dengan mata nya yang sedikit terbuka,dia melihat claudia mengambil botol kecil didalam laci . Disaat itu juga dia bangkit dan duduk bersandar di tempat tidur sambil pandangan nya tak lepas dari claudia yang sudah mengeluarkan sebuah pil dari dalam botol itu,dia mengernyitkan dahi nya.
"apa itu ?" tanya Alberto dengan penasaran.
"obat,kau kan tidak ingin aku mengandung anak mu . Maka setelah bercinta,aku harus meminum nya " jelas Claudia,dia memang harus meminum pil pencegah kehamilan karena ucapan alberto masih membekas dibenak nya.
Dokter sudah menyarankan pada claudia untuk memasang alat kontrasepsi yang berada didalam dinding rahim,agar tidak perlu meminum pil pencegah kehamilan karena jika kebanyakan meminum pil itu maka akan bisa membuat rahim kering dan bisa jadi akan tidak bisa dibuahi selama nya.
Braaak
"Jangan pernah meminum nya lagi,kau tidak ingin hamil anak ku hah?" bentak alberto dengan tatapan tajam nya .
Claudia yang awal nya terkejut,kini tersenyum tipis. Dia menatap ke arah Alberto dan mendekati nya,dia sudah yakin seutuhnya kalau pria yang sudah resmi menjadi suami nya ini benar-benar sudah mencintai nya .
"aku ingin hamil anak mu,tapi kau kan tidak mau aku hamil selama kita masih bersama. Jika kau pergi,aku bisa hamil dan memiliki anak . Tapi seperti nya saat ini waktu nya ya? Kau ingin aku hamil kan? baiklah,lagi pula sebentar lagi kita akan berpisah. Aku dan anak ku akan hidup bahagia " ucap Claudia dengan lembut,dia sudah kembali duduk disamping tubuh alberto.
Alberto terdiam,dia baru mengingat ucapan nya yang dulu kemudian dia menarik tubuh claudia kedalam pelukannya. Dia menatap wajah claudia dengan lembut dan mengecup kening nya cukup lama.
__ADS_1
"kapan kita berpisah?Kau sudah mengurus semua nya hhhmmm?" tanya Claudia dengan nada lembut nya,tangan nya sudah menjalar di dada bidang alberto.
"tidak ada kata berpisah,semua nya akan tetap seperti sebelum nya " jawab Alberto dengan tegas,karena dia tidak akan melepaskan claudia.
"tapi kau tidak hhmmmpp...."ucap claudia tapi bibir nya dibungkam oleh ciuman bibir dari alberto,dengan perlahan claudia mengalungkan kedua tangannya di leher alberto.
Ciuman panas sulit terhindari lagi,mereka saling mellumat dan mengekspor lidah dengan kenikmatan cukup lama hingga bibir mereka terpisah. Ibu jari Alberto mengelus bibir bawah milik claudia,dia tersenyum tipis dan kembali mengecup bibir itu.
"kau milik ku,selama nya akan menjadi milikku. Kita akan bersama hingga maut memisahkan kita,hidup bahagia bersama anak-anak dan keturunan kita yang lainnya " bisik alberto dengan senyuman dibibir nya .
Claudia mengangguk,dia ikut mengecup bibir alberto membalas ciuman yang kini mulai terasa panas. Cinta nya terbalas,dia memang sudah terjebak oleh gairah cinta sang suami. Tidak bisa terlepas lagi sampai kapan pun.
end....
***sekali lagi terima kasih....maaf jika ada kata² yang salah dan tidak sesuai, karena memang aku ngak sesempurna itu ya 🤭
Jangan lupa mampir di novel ku lainnya,smoga pada suka ya....makasih 🙏🙏***
__ADS_1