
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Cup
"Sayang.....sudah,bangun lah dan mandi" ucap Claudia,dia baru saja selesai mandi dan memakai pakaian nya tapi alberto kembali menariknya ke tempat tidur.
"Ayo....sekali lagi,aku janji" ajak Alberto sambil terus menciumi wajah Claudia
"Iiissshh.....kau Ini,dari tadi malam bilang nya begitu tapi kau selalu minta tambah" bentak claudia sambil menepuk lengan pria yang sudah resmi menjadi suami nya itu.
"Aku mencintaimu" ucap Alberto yang masih memeluk tubuh ramping claudia.
"Aku tau,aku juga mencintai mu sayang . Sudah,ayo mandi. Aku ingin makan sesuatu " ucap Claudia yang sudah bangkit dan menjauh dari tubuh alberto.
Mau tak mau alberto bangun,dia melihat istri nya sudah keluar . Dia pun bergegas membersihkan tubuh nya,entah kenapa dia selalu ingin bersama dengan Claudia tanpa ada pengganggu .
__ADS_1
Kabar kedatangan kakek nya ke kota ini sudah didengar oleh nya,dia tau kalau selama ini sang kakek selalu memantau dirinya . Mengirimkan seseorang untuk mengikuti nya,dia punya insting sendiri. Mudah bagi nya untuk melumpuhkan orang yang mengikuti nya, tapi tidak dia lakukan karena dia yakin sang kakek hanya ingin mengetahui dan menjaga dirinya saja.
Claudia berjalan menuju dapur,disana sudah ada beberapa pelayan yang menyiapkan makanan untuk sarapan. Mereka menundukan kepala nya dan tersenyum lembut,kedatangan Claudia membuat seisi rumah menjadi nyaman. Dia menyapa dan bersikap baik pada mereka, tanpa membeda-bedakan apa pun juga.
"Pagi...." sapa claudia dengan lembut.
"pagi nona....anda ingin sarapan apa?biar saya buat kan,anda bisa duduk disana saja " ucap seorang wanita paruh baya .
"Tidak usah,aku akan buat sendiri untuk ku dan untuk suami ku " jawab Claudia,dia mengambil penggorengan yang sudah bersih.
Semua pelayan yang berada disana langsung menunduk dan pergi menjauh,mereka ngak ingin mengganggu kesenangan sang majikan. Apalagi alberto yang selalu tidak pernah tersenyum dan lembut, kini tersnyum dan bersikap lembut pada claudia.
"Hei....aku sedang masak,sebentar lagi siap. Duduk lah " ucap Claudia karena memang dia hanya tinggal menggoreng telur nya saja.
"Aku ingin memeluknya seperti ini,aku rindu" jawab Alberto dengan senyuman manis nya .
__ADS_1
"eekkhm....eekkhmm..."
Deheman seseorang membuat claudia terkejut,dia berbalik dan mendorong tubuh alberto dengan cepat agar dapat melihat suara pria yang berdehem itu . Mata nya membulat sempurna melihat keberadaan pria tua yang sudah duduk di bangku meja makan,tubuh nya menegang. Claudia tau kalau pria tua itu adalah kakek alberto,dia yakin kalau kakek alberto sudah mengetahui hubungan nya dengan alberto saat ini..
"Aku lapar,dimana sarapan nya " bentak Ricko dengan keras,membuat tubuh Claudia semakin menegang.
"Santai sayang,kakek memang seperti itu " bisik alberto yang kini kembali memeluk tubuh claudia dari belakang.
Pelayan menyiapkan sarapan untuk Ricko dan menyajikan sarapan yang dibuat claudia dimeja makan,Ricko memesan bubur ayam sebelum dia masuk kedalam kamar nya tadi. Sehingga saat claudia datang tadi, pelayan sudah memasak bubur ayam untuk Ricko.
"Kalian ingin berdiri disana saja hah?" tanya Ricko masih dengan suara nya yang besar
"Hah....kek,jangan menakuti istri ku" ucap Alberto dengan suara yang cukup keras juga,alberto sudah merasakan tubuh Claudia yang menegang. Dia tidak ingin claudia takut,karena dia tau kalau kakek nya ini sudah menerima claudia sebagai cucu menantu nya .
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππ