
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah kepergian jerry keluar dari kamar,marta duduk. Dia sudah bangun saat jerry menggendong nya dan membawa nya ke kamar itu,dia mendengar pembicaraan mereka mengenai bungalow ini . Karena dia membuka pintu sedikit, dia melihat kemana jerry pergi.
Marta berpikir kalau jerry akan meninggalkan nya disana,makanya dia mengintip dan mendengar semua ucapan jerry. Senyuman dibibir nya terbit ,dia menyadari kalau jerry merupakan pria baik.
Selama ini marta tidak begitu memperhatikan mengenai jerry,dia hanya sesekali bertemu dengan jerry karena brandon selalu mengatakan kalau jerry sahabat nya tapi jerry jarang mau bergabung dengan mereka .
Saat masih mendengarkan pembicaraan jerry dan sepasang paruh baya itu,marta mendengar dering ponsel milik jerry yang terus berdering karena takut jerry mendengar nya makanya marta mengangkatnya tapi dia tidak bersuara sama sekali.
Kriing...kriing....
Nomor ponsel yang tidak dikenal,karena nomor itu tidak ada nama nya di ponsel milik jerry. Makanya marta mengangkatnya dan diam saja,dia takut jika yang menelpon adalah wanita.
"oh ya ampun jerry,akhirnya kau mengangkat telpon ku. Kenapa kau tidak mengantarkan marta ke rumah kontrakan nya ?"
__ADS_1
"aku sudah menunggu nya disana,pernikahan ku akhirnya dibatalkan karena mu. Harus nya kau mengikuti ucapan ku,jangan perdulikan pendapat marta "
"aku tau kau mencintai nya,tapi sadar lah. Marta hanya mencintai ku dan dia pasti akan percaya lagi pada ku,kecuali kau menceritakan yang sebenar nya pada nya"
"Aku ngak mau dia tau kalau semua yang dia dengar adalah benar adanya,kau harus memastikan dia tidak tau semua nya "
"jerry ....kenapa kau diam saja?aku harap kau tau diri,marta ngak akan menatap mu. Kau hanyalah pungguk yang merindukan bulan ,jangan harap marta akan melihat mu "
Tap....tap....tap....
"jerry....kau masih disana ?jerry....ingalah siapa dirimu"
"terima kasih karena sudah memberitahukan semua nya,aku akan memberikan kesucian ku pada pria yang mencintai ku. Aku akan mulai mencintai nya, jika dia mau menerima ku . Tolong jangan ganggu aku lagi"
Marta menjawab ponsel itu dengan tegas,dia sudah memutuskan untuk memberikan kesuciannya pada jerry. Pria yang mencintai nya,walaupun dia tidak mencintai jerry atau mungkin belum. Dia memang pernah bertatapan secara tak sengaja,dia pikir jabat sekedar kebetulan . Dia tidak pernah tau kalau dari awal jerry selalu memperhatikan nya,dia baru sadar kalau panggilan beb itu karena jerry memang sangat mencintai nya .
__ADS_1
ting...
Marta menonaktifkan ponsel jerry agar brandon tidak menelpon nya lagi dan mengganggu mereka, malam ini marta akan memberikan kesucian nya pada jerry.
Ceklek
Pintu yang tidak tertutup rapat itu terbuka dengan lebar,terlihat jerry sudah berada didepan pintu dengan tatapan menuju pada Marta yang menatap nya dengan tatapan berbeda. Jerry hanya menampilkan senyuman dibibir nya ,dia berjalan masuk.
"kau sudah bangun? bersihkan tubuh mu,lalu kita makan siang. Aku rasa kau pasti sudah lapar kan" ucap jerry yang sudah duduk dan akan mengambil ponselnya tapi tangannya ditahan oleh Marta yang duduk dipinggiran tempat tidur.
"ada apa ?apa kau perlu sesuatu ?" tanya jerry yang sudah menatap ke arah Marta.
Marta berdiri dan mendekatkan wajah nya,tubuh mereka sudah tak berjarak lagi. Mata nya memperhatikan wajah jerry yang ternyata jauh lebih tampan dari pada brandon, marta tersenyum lembut dan membelai pipi jerry dengan lembut Membuat jerry mengernyitkan dahi nya melihat tingkah laku marta.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘