
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Lita duduk bersama kedua orang tua nya galang,disana galang terlihat duduk dengan malas sambil memainkan ponsel nya tanpa perduli dengan lita juga kedua orang tua nya. Mama galang menceritakan semua mengenai keadaan rumah itu pada Lita,agar nanti nya lita bisa bersikap seperti nyonya dirumah itu. Walaupun masih ada mereka disana,tapi mama galang ingin lita merasa nyaman tinggal disana.
"Sebaiknya kalian istirahat saja dulu,saat makan malam. Mama akan memanggil kalian " ucap mama galang dengan lembut,dia selalu bersikap lembut pada Lita.
Walaupun kedua orang tua galang tau kalau lita sudah mengandung anak pria lain,tapi dia tetap ingin galang membuahi lita juga. Galang bisa memasukan benih nya juga disana,jadi bukan hanya satu benih tapi dua benih. Itu harapan mereka,tapi melihat sikap anak nya itu membuat kedua orang tua galang merasa sedikit putus asa.
"galang....bawa lita ke kamar mu,kalian akan tidur bersama mulai hari ini" ucap mama galang
"tapi ma....kami belum menikah,lagi pula aku menikahi nya bukan karena ingin menyentuh nya. Pernikahan ini hanya formalitas saja,ngak akan ada cinta atau apa pun. Jika bos menyuruh bercerai,maka aku akan segera menceraikan nya " jelas galang,dia tidak terima jika harus tidur berdua dengan lita
"kamu bicara apa hah?mulai sekarang biasakan diri mu untuk sekamar dengan lita,walaupun anak yang dia kandung bukan anak mu. Tapi kamu ngak bisa bersikap seperti ini,dua hari lagi kalian akan menikah jadi mulai lah dengan malam ini. Dia juga ngak mau menjadi seperti ini,semua nya sudah ditakdirkan. " bentak papa galang membuat galang malas bertengkar dengan nya.
__ADS_1
Galang berdiri dan berjalan meninggalkan kedua orang tua nya,dia berjalan menuju kamar miliknya yang sudah sangat lama tidak dia tempati. Entah masih seperti dulu,atau sudah diubah .
"pergi lah,jangan mau mengalah pada nya dan mama minta pada mu. Coba rayu lah galang,mama tidak ingin menantu lain. Buat dia jatuh cinta pada mu hhmm..." ucap mama galang sambil menggenggam tangan lita membuat lita merasa tidak enak
"maaf ma,aku ngak bisa janji karena memang perjanjian pernikahan kami seperti ini. Aku sudah bersyukur dia mau menerima ku,walaupun hanya sebagai formalitas saja. Tapi tidak akan ada yang mengejek ku lagi,tapi aku janji. Aku akan menjaga pak galang dengan baik selama kami bersama,hingga nanti waktu nya berpisah tiba " jawab lita dengan senyuman lembut nya
"kau baik sekali,kenapa tuhan menghukum mu seperti ini?harus nya Dia memberikan yang terbaik untuk mu" ucap mama galang yang sudah menangis.
"mungkin tuhan sayang pada aku ma,makanya memberikan cobaan yang bisa membuat ku mendapatkan orang tua seperti kalian yang menerima dan menyayangi ku seperti anak sendiri" jawab lita
"terima kasih pa" jawab lita ,dia sudah menangis didalam pelukan mama nya galang
Lita berdiri dan berjalan menuju kamar galang,dia melihat kemana galang masuk tadi makanya dia tau kalau pintu itu adalah pintu kamar galang. Apalagi dia dibantu oleh mama nya galang untuk sampai didepan pintu kamar itu,membuat lita sedikit terkekeh .
__ADS_1
"ma....aku baru hamil tiga bulan,tidak perlu terlalu dipaksakan seperti ini " ucap Lita dengan senyuman dibibir nya
"kami hanya ingin menjaga mu,biar anak ini bisa lahir dengan baik nanti nya " jawab mama galang sambil mengelus perut lita yang masih rata.
Ceklek
"masuk lah dan istirahat,nanti makan malam akan mama panggil " ucap mama galang tapi lita langsung menggelengkan kepala nya dan tersenyum.
"ngak usah ma,aku dan pak galang akan keluar lebih dulu untuk makan malam" jelas lita
"baiklah,istirahat lah yang baik" ucap mama galang
Lita masuk perlahan saat mama galang sudah meninggalkan nya,dia melihat kamar yang bernuansa hitam putih yang sangat mendominasi sama seperti pemiliknya.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππ