
Sementara Evelyn setellah kepergian sang suami dia berniat masuk ke dalam rumah namun tiba-tiba
kringgg...kringgg...!
Terlihat ada pesan masuk ke dalam hendphone Evelyn dia pun lalu membacanya
*isi pesan*
"nona tolong temuin saya di cafe biasa"
sebelum membalas Evelyn pun tampak berpikir
(batin)"ada apa lagi dia ngajak ketemuan"
"kau bisa datang kan dan inggat kau harus datang sendiri dan kau tidak boleh memberitahu Albert soal ini atau menggajak sopir mu yang menyebalkan ituh"
Evelyn pun tampak ragu karena pertemuan pertamanya membuat dia trauma
"nona apa kau bisa"
Evelyn pun memutuskan untuk datang karena Cloe selalu saja menggangunya
"baiklah tentu"
Evelyn pun segera memasuki rumah lalu dia menggambil tas lalu berjalan menggenap-ngendap namun dia tidak menyadari jika sang sopir memperhatikanya dari jauh dia pun langsung mendekati Evelyn
"nona kau mau kemana"
Evelyn pun tampak tergegap saat sang sopir memergokinya
"em itu em"
"non kau tampak binggung"
"apa kau inggin pergi biar saya antar"(lanjut sang sopir)
"tidak usah saya akan memesan taksi"
"tidak nona aku tidak akan membiarkan mu pergi sendiri"
"tapi em"
perkataan Evelyn terpotong
"nyonya sebaiknya kau harus pergi denggan ku sebenarnya kau inggin kemana..?"
"janggan bilang kau inggin menemui nona Cloe kau tidak inggat pertemuan pertamamu nyonya sanggat buruk bukan"
__ADS_1
"bagaimana kau bisa tau"
"em jadi benar nona sudah ku duga"
Evelyn pun memutuskan untuk di antar sang sopir
"baiklah biar bapak sopir yang menggantar saya"
"baiklah nyonya kalo beggitu tunggu sebentar"
sang sopir pun berjalan menuju garasi mobil lalu dia segera melajukan mobilnya lalu berhenti di dekat Evelyn
"nona silahkan masuk"
Evelyn pun lalu memasuki mobil itu sang sopir lalu melajukanya setellah lama kemudian mereka sampai di cafe sang sopir langsung menghentikan mobilnya lalu Evelyn turun sang sopir pun berniat turun namun Evelyn menghentikanya
"pak kau tunggu saja sebaiknya di sini"
"tapi nyonya"
"sudah aku tidak akan lama"
"baiklah"
Sang sopir pun memutuskan niatnya untuk ikut masuk denggan Evelyn namun perasaan sang sopir beggitu cemas mengginggat kejadian sebelumnya akhirnya dia keluar dan memperhatikan dari jauh sementara Evelyn sudah sampai di depan Cloe
"tenanglah sebaiknya kau duduk terlebih dahulu"
"apa kau inggin menyakitiku lagi"
"tidak kau sanggat parno rupanya"
(batin)"baiklah jika denggan cara kasar tidak mempan aku harus main cantik kali ini"
"hei kau kenapa diam apa kau sedang berpikir bagaimana menyakitiku"
"sudah kubilang tidak nona"
"lalu apa alesanmu menggajaku bertemu"
"baiklah nona aku bakal menggatakanya"
Cloe pun menng lancarkan aksinya
Dia tampak sanggat sedih bahkan dia tidak seperti biasanya dia benar-benar seperti orang yang sanggat sedih
"tolong nona tinggalkan suamiku kita sama-sama perempuan kau tau kan gimana rasanya gimana di khianati"
__ADS_1
Cloe pun menanggis-nanggis membuat siapapun bakal iba melihatnya
"kumohon nona apa perlu aku bersujud di depanmu"
Evelyn pun hanya diam tidak menjawab Cloe pun bahaggia
(batin)"ha ha kayanya dia sudah terpenggaruh denggan ektingku
"nona kenapa kau diam tolong katakan"
"maap kan aku tolong janggan seperti ini"
"biarkan"
"apa kau tidak malu"
Ya Cloe bersikap seperti ituh banyak orang ya memperhatikanya
"nona tolong janggan seperti ini"
"baiklah aku bakal pikirkan kalo beggitu aku pulang dulu"
"terima kasih nona"
setellah kepergian Evelyn CIoe pun menggelap air matanya denggan punggung tanggan nya
"akhirnya berhasil"
sementara dari kejauhan tampak sang sopir merasa jijik denggan ekting CIoe
"ih benar-benar wanita yang sanggat licik"
"aku tak kan biarkan nyonya Evelyn kalah denggan nona Cloe aku harus membantunya"(lanjut sang sopir)
Tampak Evelyn berjalan ke arah parkiran
"gawat rupanya nyonya udah kembali"
"sebaiknya aku harus segera kedalam mobil"
Sang sopir pun denggan cepat berlari ke arah mobil setellah beberapa lama kemudian Evelyn sampai di mobil
"nona apa sudah selesai"
"iya pak mari pulang"
Sang sopir lalu kembali melajukan mobilnya
__ADS_1
Bersambung...!