
Setellah sampai di mobil Albert pun menaruh Richel di jok mobil
"aduh apa Richel tidak akan kenapa-kenapa"
"lalu aku harus menaruhnya di mana"
"ah mungkin kalo aku menggemudi denggan hati-hati tidak akan jadi masallah"
Albert pun lalu memasuki mobilnya lalu dia duduk di kursi kemudi
"baiklah aku harus hati-hati"
Albert pun mulai menggendarai mobilnya denggan sanggat hati-hati dan sesekali melihat ke arah Richel
"aku tidak boleh terlalu cepat aku takut Richel terguncang lalu jatuh aku tak bisa membiarkan ituh"(lanjut Albert)
Albert pun setellah lama kemudian sampai di rumah lalu dia segera menghentikan mobilnya
"syukurlah kita sudah sampai sayang"
Sementara Evelyn begitu mendenggar suara mesin mobil lantas keluar
"momy apa momy mendenggar sesuatu"
"iya momy dengger apa tuan udah pulang"
"ya ampun tuan kau dari mana saja"
"dan kenapa wajahmu babak belur begitu"
"ah tidak biasa laki-laki"
"baiklah nanti aku obati tuan"
"baiklah"
"sebentar sayang aku memawakan sesuatu yang bisa membuat kamu bahagia"(lanjut Albert)
Albert pun lalu masuk ke dalam mobil sementara Evelyn tidak sabar menunggu Albert pun meraih Richel dan membawanya
"ya ampun Richel kau menemukanya"
"tentu sayang"
Evelyn pun lantas mengambil Richel dari tanggan Albert lalu menggendong nya dan sesekali menciuminya singkat
"ya ampun anak momy kamu eungga apa-apa kan sayang"
"tuan bagaimana ceritanya kau bisa menemukan Richel"
"ya ampun ceritanya panjang sayang"
"ya udah sebaiknya kita masuk dulu kau bisa cerita Lain waktu"
"baiklah"
mereka pun berjalan bersama menuju pintu masuk
"syukulah tuan dan non Richel akhirnya pulang juga"(seru sang sopir)
"iya aku sanggat bahagia tuan dan non Richel baik-bak saja dan pulang denggan selamat"(lanjut bibi Beti)
"tuan syukurlah kau baik-baik saja"
"dan cucu momy juga sudah ketemu syukurlah kalian baik-baik saja"
"sayang apa kau belum tidur"
Evelyn pun menggelengkan kepalanya
"ya ampun sayang maafin aku"
"tidak tuan kau tidak salah"
"momy juga mau minta maaf sama kalian ini terjadi juga gara-gara momy"
"sudah lupakan saja momy eungga salah"
"apa momy udah agak baikan"
"iya sepertinya begitu"
"ya udah kita pamit ke kamar dulu ya"
"momy juga mau istrirahat"
Merekapun kemudian memasuki kamar masing-masing sesampai di kamar Eveyn pun lantas menaruh Richel di atas kasur Lalu dia menuju dapur untuk membawa air hanggat juga handuk kecil untuk menggobati luka Albert dia pun lalu kembali
"tuan sini biar saya obati lukanya
"baiklah"
Evelyn pun lalu menggobati Albert sambil bertanya
"tuan aku sanggat penasaran siapa dalang dari penculikan ini"
"baiklah dia adallah Cloe"
Evelyn karena kaget tanpa senggaja menekan luka Albert
__ADS_1
"awww"(pekik Albert)
"maafin aku sayang"
"baiklah"
"ini sudah selesai"
"terima kasih sayang"
Evelyn pun selesai menggobati Albert lantas dia menaruh nya di atas meja nakas
!" jadi dalang dari penculikan ini adallah nona Cloe"
"iyah ini Rencana Cloe"
"bagaimana bisa dia melibatkan bayi sekecil Richel"
"baiklah kalo kau penasaran aku bakal menceritakan semua nya"
Albert pu menceritakan semuanya
"jadi gitu ceritanya"
"jadi maksud tuan Richel di jadikan umpan"
"ya begitulah"
"Richel di jadikan semacam umpan untuk menarik aku ke tempat ituh"
"no no ini tidak bisa aku harus segera lapor polisi"
"sebaiknya tidak usah laggian aku sudah memberinya pelajaran"
"tapi tuan dia sudah berani-beraninya membawa anak kita"
"tapi kau sanggat pintar menggatur strategi"
"ya apapun untuk buah hatiku aku bakal melakukan apapun"(lanjut Albert)
"Uuuaap"
"sebaiknya kita harus segera tidur aku sudah menggantuk"(lanjut Albert)
"baiklah"
Evelyn pun berusaha untuk memejamkan matanya namun dia tak kunjung menggantuk
sementara Albert sudah lebih dulu di alam mimpi Evelyn pun
"ah aku benar-benar tidak bisa membiarkan ituh"
"tuan kau di mana ah mungkin dia di kamar mandi"
Evelyn pun melihat Richel
"sayang apa kau sudah banggun juga"
"tunggu di sini sebentar sayang sepertinya dedy kamu udah selesai mandi momy mau ambilin perlengkapan kerja dedy dulu"
setellah lama kemudian Albert pun kembali dari kamar mandi sementara Evelyn dia menuju lemari untuk meggambil baju kerja untuk Albert lalu setelah ituh dia kembali sambil membawanya dia lalu segera memberikanya kepada Albert
"ini sayang "
"terima kasih"
Albert pun kemudian segera menggenakanya setellah selesai Eveyn pun lalu segera memakai kan jas dan juga dasi untuk Albert
lalu setellah Albert selesai dia segera menggantar Albert ke depan
"aku pergi dulu ya sayang"
Albert pun menggecup kening Evelyn singkat
"eh tuan apa kau tidak inggin sarapan dulu"
"tidak aku inggin sarapan dikantor saja"
"baiklah"
Albert pun berjalan ke arah mobil lalu dia mamasuki mobil dia pun lalu segera melajukan mobilnya sementara Evelyn kembali ke dalam lalu berjalan ke dalam kamar Evelyn pun lantas berjalan menuju kamar mandi lalu dia segera mandi setellah beberapa lama kemudian akhirnya dia kembali dari kamar mandi lalu Evelyn pun menuju lemari lalu dia segera berganti baju dan bersiap-siap untuk ke cafe setellah itu dia kemudian berjalan ke arah kasur lalu dia segera menggambil hendpone nya lalu menggetik pesan
*isi pesan*
"nona Cloe saya Eveyn saya inggin bertemu denggan Anda di cafe biasa apa anda bisa"
Evelyn pun menunggu jawaban dari Cloe
Tringgg....!
Cloe pun lalu mulai terbanggun begitu mendenggar suara hendpone nya
"ah siapa"
"aduh kenapa kepala ini sanggat pusing"
Evelyn dia mulai kesal karena tak kunjung mendapat balasan
"apa dia belum banggun juga"
__ADS_1
Evelyn pun lalu kembali menggetik pesan
tringgg...!
*isi pesan*
"Nona apa anda bisa nemuin saya"
Cloe pun lalu maraih tas nya lalu meggambil hendpone nya dan membuka lantas membacanya
(batin)"ternyata wanita ituh ngapai dia ngajak ketemuan"
Evelyn pun lalu kembali menggetik pesan
*isi pesan*
"gi mana nona Cloe apa kau bisa datang ini penting"
Cloe pun membalas pesan
"baiklah aku akan datang"
"baiklah aku tunggu di cafe biasa"
Cloe pun lalu segera mencari-cari Albert
"tuan kau di mana"
Cloe pun lalu turun tangga dan menuju pintu keluar dia kaget mendapati semua penjaga babak belur kecuali sang komandan yang masih terlihat tertidur pulas
"kenapa kalian"
"hantu"(teriak penggawal)
"apa maksud mu haah"
"kau hantu kan"
"apa berani-berani nya kau menggatai ku sebagai hantu"
"bukan kah pria ituh sudah membereskan mu semalam"
"apa yang kau katakan aku masih hidup"
"di mana tuan Albert"
"apa yang terjadi katakan"
"apa maksud nona Cloe pria ituh"
"iya di mana dia"
"emm itu"
"apa"
'dia sudah kabur"
Cloe pun melihat ke arah tempat Richel
"mana bayi ituh"
"dan kenapa dia masih tertidur"
Cloe pun menghampiri sang komandan
"hei banggun"
"apa sebenernya yang terjadi"
"saya tidak tau nona"
"sudahlah kau tidak berguna"
Cloe pun menampar sang komandan
"plakkkl..!
"kalian semua tidak guna"
"arrrgh sial"
Cloe pun lalu segera bersiap untuk menemui Evelyn sementara Evelyn lantas menggendong Richel dan membawa nya keluar kamar dia berniat membawa Richel ke kamar tamu namun dia menggurungkan niatnya lalu dia segera turun tangga setellah di bawah Evelyn pun lalu memanggil bibi Beti
"bibi kemari"
"iya nyonya ada apa..?"
"tolong kamu jaggain Richel saya inggin keluar sebentar"
"baiklah"
Evelyn pun memberikan Richel ke bibi Beti lantas dia keluar pintu
"pak tolong anterin saya ke cafe biasa"
"baiklah"
Sang sopir pun lalu segera memasuki mobil di susul Evelyn sang sopir pun kemudian melajukan mobilnya setellah lama kemudian mereka sampai di cafe sang sopir pun menghentikan mobilnya sementara Evelyn lantas turun
__ADS_1
Bersambung....!