Terjebak Nikah Sirih

Terjebak Nikah Sirih
episode 39 Ancaman Cloe


__ADS_3

Albert pun terkejut mendenggar ucapan Evelyn


"apa sayang Richel hilang"


"iya tuan kemana dia"


Albert pun terdiam beberapa detik


(batin)"ya tuhan seharusnya aku tidak meninggalkanya sendiri"


"tuan gimana ini kenapa kau diam..?"


"eh maafin aku sayang"


"sudahlah mari kita cari"


Merekapun mencari-cari Richel ke segela penjuru rumah namun nihil meraka tidak menemukanya mereka pun memutuskan untuk kembali ke kamar sementara Cloe sudah sampai di mobil yang sudah menunggunya di jalan Cloe pun langsung masuk sambil membawa Richel ke dalam mobil sang sopir pun tampak terdiam


(batin)"kenapa nona membawa bayi bukanya tadi dia tidak bawa bayi"


"pak kenapa diam"


"eh nona tidak"


setellah ituh Cloe pun menyuruh sang sopir untuk melajukan mobilnya


"pak jalan"


"baiklah nona"


Sang sopir pun kemudian segera melajukan mobilnya di tenggah jalan Cloe pun tersenyum sementara sang sopir bergidik ngeri melihat Cloe dari kaca spion


( batin)"nona Cloe kenapa ya..?" kok dia senyum-senyum sendiri jadi ngeri hiih"


sang sopir pun replek menggangkat bahunya tanpa melepaskan setir mobil


(batin)"ha pasti sekarang mereka sedang ke binggunggan mencari buah hati mereka tercinta nya"


Cloe pun memperhatikan bayi ituh lalu menggelusnya


"bayi yang lucu tapi sayang kau akan menjadi tawananku"


Cloe pun menyadari sang sopir memperhatikanya lalu diapun bertanya sambil menatapnya sinis


"ada apa haah...?"


"tii dak nona"


Sang sopir pun tampak gelagapan sekaligus ketakutan melihat Expresi Cloe dari kaca spion mobil


Setellah lama kemudian Cloe pun sampai di suatu tempat yang bisa dibilang tempat rahasia Cloe di mana di tempat itu banyak penjaga yang selalu menjaga tempat ituh lalu dia pun menyuruh sang sopir untuk berhenti


"berhenti pak"


"baik nona"


Sang sopir pun berhenti sementara Cloe pun langsung turun Cloe pun langsung menyuruh sang sopir pergi balik ke rumahnya


"pak sebaiknya bapak pulang saja dan janggan kasih tau apapun ngerti...!"


Cloe pun menyuruh sang sopir untuk pulang dan menekan kalimat terakhirnya


Sang sopir pun tampak gelagapan mendenggar perintah Cloe


"baa baik nona"


"baguslah"

__ADS_1


Sang sopir pun segera kembali melajukan mobilnya sementara Cloe pun akhirnya berjalan mendekat ke arah pintu masuk


"buka pintunya...!"


Begitu mendenggar sebuah perintah mereka pun langsung membukakan pintu Cloe pun langsung memasuki rumah ituh setellah ituh cloe pun lalu duduk


"hei kalian semua kemari"


Begitu di panggil sang penjaga pun lalu segera menurutinya


"ada apa nona..?"


"tolong kalian jaga bayi ini"


"satu lagi jika ada seorang laki-laki datang sendiri biarkanlah dia masuk"


"Denggan wajah seperti ini"


Cloe pun memperlihatkan poto Albert dan jika dia diam-diam membawa polisi bunuh saja bayi ituh"


"setidaknya walaupun aku harus tertangkap dan di penjara setidanya saya merasa puas telah menghilangkan salah satu yang ia sayanggi"


"apa kalian menggerti"(lanjut Cloe)


"saya menggerti nona"


"baiklah kalo beggitu saya inggin istrirahat"


Cloe pun menaiki tangga lalu memasuki kamar nya sementara Evelyn pun akhirnya menyadari bahwa pintu jendela kamarnya terbuka


"tuan liat jendela pintu terbuka"


"ya tuhan saking paniknya aku tidak menyadari bahwa jendela ini terbuka"(lanjut Evelyn)


Evelyn pun lalu berjalan mendekat ke arah jendela ituh lalu dia pun mulai menaggis


"ya tuhan hikk ...hikk..gimana Richel"


Albert pun lagi-lagi merasa bersalah seharusnya tadi dia menggecek jendela tapi malah menggabaikanya


kamarnya dia pun merutuki dirinya sendiri


Sambil memukul-mukul kepalanya


"dasar bodoh bodoh kau Albert"(gumam Albert)


Albert pun lalu melihat Evelyn


Albert pun kemudian dia menghampiri Evelyn


"maafin aku sayang"


"tuan kita harus lapor polisi"


"tapi kita tidak bisa lapor polisi karena polisi tidak bisa memperosesnya sebelum 1× 24 jam"(lanjut Albert)


"lalu kita harus apa tuan hikk..?"


Sementara di sisi lain Cloe pun sudah berada di dalam kamarnya sebaiknya aku harus memberitahu dia Cloe pun menggambil hendphone dari atas nakas lalu segera menggetik pesan


tringgg....tringgg...!


*isi pesan*


"tuan Albert alexander aku tau kau sedang kebinggunggan saat ini kan ha😆


Albert pun terdiam

__ADS_1


(batin)"apa maksud dia bicara seperti ituh..?"


Albert pun lalu membalas pesan


"apa maksudmu haah"


"ow ow santai tuan janggan marah"


"sebenarnya ak"


Cloe pun senggaja tidak meneruskan pesanya


"apa maksudmu katakan"


"oh may husband kau sangat menakutkan aku takut ha"


Albert pun semakin emosi


"sudahlah kau membuatku muak"


"eh tunggu apa kau tidak inggin tau sesuatu"


"apa katakan"


"aku tau kau kehilanggan anak mu"


"dari mana kau tau atau janggan-janggan"


"tepat duggaan mu tuan kau sanggat pintar akulah yang menculiknya"


"apa kau sudah gila"


"berani-beraninya kau menculik anak ku"


"katakan di mana dia"


"tenanglah dia di tempat yang aman"


"aku akan melaporkan mu ke polisi"


Cloe pun bukanya merasa takut dia pun denggan santainya


"silahkan tuan tapi janggan salahkan aku jika bayi mu lenyap dari dunia ini"


Albert pun setellah mendapat pesan seperti ituh


"tolong janggan sakiti dia aku mohon"


"semua akan baik-baik saja asal kau menuruti perintahku"


"baiklah apa maumu"


"kau harus datang ke sini dan kau tidak boleh memberi tahu siapapun termasuk wanita ituh"


"baiklah mana Alamatnya"


Cloe pun lalu menggirimkan Alamatnya kepada Albert


Albert pun lalu segera berpamit kepada Evelyn


"sayang aku pergi dulu sebentar"


"tuan kau mau ke mana"


Albert pun tanpa menyaut langsung melenggang menuju mobil


Bersambung....!

__ADS_1


__ADS_2