Terjebak Nikah Sirih

Terjebak Nikah Sirih
episode 40 siasat Albert


__ADS_3

Di kediaman Albert semua orang sedang berdoa untuk keselamatan Albert dan sang bayi sementara di sisi lain Cloe dan Albert masih duduk di sofa Albert pun terdiam beberapa detik sementara Cloe terus saja menggodanya


(batin)"aku harus hati-hati ternyata wanita ini lebih licik dari yang aku bayangkan aku harus bermain cantik untuk menggalahkan nya dan kabur membawa Richel dari sini"


"tuan kenapa kau diam"


"eh tidak saya tidak apa-apa"


Cloe pun terus mendekati Albert dan memeggang tanggan kekar Albert


"sayang mari kita ke kamar aku inggin menghabiskan malam denggan mu"


Albert belum menerima ajakan Cloe tiba-tiba sebuah ide terlintas di pikiranya sementara Cloe terus membujuk Albert


(batin)"semogga rencana ini berhasil"


"sayang ayo kenapa diam"


"baiklah tapi sekarang aku inggin ke toilet di mana toiletnya"(lanjut Albert)


"baiklah tapi kau harus di antar salah satu penggawal ku"


Albert pun berpikir sejenak


(batin)"bagaimana ini kalo aku di antar aku yakin semua rencanaku bakal gagal"


"tuan bagaimana"


"tidak usah"


"apa kau berniat kabur tuan"


"tidak lihatlah di sini masih ada anaku bagaimana aku bisa kabur tanpa dia"


Albert terus meyakinkan Cloe sementara Cloe berpikir sebentar untuk menyetujui ke ingginan Albert


(batin)"benar juga yang dia katakan mungkin dia tidak akan kabur dari sini tanpa membawa buah hatinya"


"bagaimana"


"baiklah di atas sana ada sebuah toilet"


Akhirnya Cloe pun membiarkan Albert pergi sendiri sementara Albert tersenyum dia akhirnya dia bangkit dari duduknya lalu dia menaiki tangga setellah sampai dia merasa ke binggunggan mencari pintu kamar Cloe


(batin)"ya ampun ternyata di sini ada banyak ruanggan kalo begini gimana aku bisa nemuin kamar wanita ituh"


"tidak mungkin kan aku lihat satu persatu pintu ini bisa-bisa nanti dia curiga kalo aku lama"


"tapi pintu ituh terlihat berbeda aku harus nenggeceknya"


"aku harus cepat"


Albert pun denggan keyakinan nya membuka pintu yang menurutnya berbeda dari yang lain Albert pun mulai mendekati pintu ituh Lalu dia mulai meraih dan membukanya denggan hati-hati biar tidak menggeluarkan bunyi yang keras


(batin)"rupanya duggaan aku benar ini kamar wanita ituh"


Albert pun lalu memasukinya dan mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk bisa kabur dari sini


"baiklah aku harus mencari sesuatu di sini"(gumam Albert)


Albert terus berusaha mencari mulai dari tas,lemari Cloe namun dia tidak menemukan nya


"ah mungkin di laci"


Albert pun menuju laci dan pelan-pelan meraih dan membukanya akhirnya dia menemukan serbuk putih di dalam laci ituh


"ah akhirnya aku menemukanya"


Albert pun meraih nya lalu segeraa menggambilnya dan menyimpanya di saku celana nya sementara Cloe mulai curiga


"kenapa tuan Albert sanggat lama"


"tapi mana mungkin dia begitu mudahnya bisa kabur dari sini dan meninggalkan buah hatinya kan"


Setellah ituh Albert keluar dari kamar Cloe dan perlahan-lahan menutup pintu denggan sanggat pelan lalu dia kembali berjalan dan menuruni tangga lalu meghampiri Cloe


"maaf saya sedikit lama"


"tidak apa-apa"

__ADS_1


"saya kira anda kabur"


"ah itu tidak mungkin"


Cloe bangkit dari duduknya lalu ia pun menghampiri Albert dia lalu menggandeng tanggan Albert dan bergelanjut manja


"ayo kita habiskan malam ini bersama sayang"


"baiklah"


Mereka pun kemudian jalan bersama menaiki tanggan lalu mereka memasuki kamar setellah sampai


Cloe pun duduk di pinggiran kasur


"ayo sini"


" tunggu sebentar sayang"


"kenapa tuan"


"aku merasa haus di mana dapur"


"baiklah di luar terdapat dapur"


"kalo begitu aku pergi dulu"


"baiklah"


Cloe pun tanpa curiga menggiyakan nya sementara Albert terlihat tersenyum lalu dia berjalan menuju dapur setellah sampai dia akhirnya menggambil gelas dan menggisinya denggan air lalu dia menggambil sesuatu dari kantong celana nya lalu menyampurkan serbuk ituh cukup banyak ke dalam air untuk dia berikan kepada Cloe


"ah mungkin harus sedikit banyak do sisnya"


"ah miumlah Cloe kau akan segera tenang"


Albert pun kemudian membawa segelas air lalu menuju kamar Cloe


"tuan kanapa kau sanggat lama"


"tidak aku bawakan air untuk mu"


Cloe pun tanpa curiga menerimanya


"baiklah"


Cloe pun meminumnya setellah ituh dia merasa ngatuk yang luar biasa


"auhh aku sanggat menggantuk"


Cloe pun mulai mengguap setellah beberapa detik kemudian dia pun tertidur pulas


"bagus akhirnya dia tertidur juga"


"aku harus mencari Richel tapi dia luar banyak sekali penjaga"


"masalah utama selesai tapi aku harus menyelesaikan semua anak tikus ituh"


Albert pun lalu berjalan keluar dari kamar lalu dia menuruni tangga dia berjalan mendekat ke arah pintu jendela lalu menggintip dari balik jendela untuk melihat ke ada an di luar


(batin)"ah ternyata mereka masih menjaga baiklah aku harus sedikit menunggu


Setellah lama kemudian terlihat para penjaga mulai menggantuk


"aduh saya sudah mulai menggantuk kamu jaga bayi ini"


salah satu penjaga ituh pun mulai berjalan ke arah kursi lalu tertidur yang bisa di lihat penjaga ituh berbeda dari yang lain bisa di bilang dia adallah ketua dari penggawal Cloe


"ah dasar ketua dia enak bisa tidur lah saya harus jaga bayi segela dia kira saya tidak menggantuk apa"


(batin)"sial ternyata Richel ada bersama mereka tapi kenapa tadi aku tidak melihatnya"


"ternyata masih banyak para penjaga yang belum tertidur"(gumam Albert)


"aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi"


"aku harus segera membawa Richel dan kabur dari sini"


Albert pun lalu membuka kunci dan berusaha keluar setellah berhasil keluar dia meliat penjaga yang menjaga Richel mulai menutup matanya Albert pun denggan hati-hati mendekat ke arah penggawal ituh lalu dia berniat menggambil Richel namun sang penggawal itupun terbanggun


"hei apa yang kau lakukan"

__ADS_1


sang penggawal ituh pun lalu menyerang Albert pun lalu melakukan perlawanan


Albert pun terlibat perkelahian denggan penggawal ituh


Bukk..Bukkl...Bukk..!


"komandan banggun"(teriak penggawal tadi)


saat dia mulai kewalahan menghadapi seranggan Albert


Namun sang komandan pun tidak kunjung banggun sang penggawal ituh pun


"dasar kebo"(dia pun menggumpat kesal)


"dia tidak pantas di sebut komandan tapi dia pantas di juluki kebo"


Albert terus melakukan perlawanan


lalu rekan-rekan nya mulai berdatanggan


(batin)"aduh mereka semakin banyak"


Bukk ...bukk...bukk...!


tapi Albert tak menyerah begitu sajah


(batin)"Evelyn"


Bukkk....!


Akhinya mendapati beberapa lebab di wajahnya


"hei kalian curang"


"ternyata kau cukup hebat bela diri"


(batin)"sebaiknya aku harus memanggil nyonya cloe"


Albert pun memukul


"hei kau curang"


"apa kau menggatai ku curang kau juga sama saja berarti kita inpas bukan"


"nona Cloe"


Albert pun tertawa


"ha ha ha Silahkan kau panggil dia"


"haah apa maksud mu"


"kau tau dia tidak bakal mendenggar mu"


"berteriaklah sesuka hatimu"(lanjut Albert)


"apa yang telah kau lakukan kepada nona Cloe"


"bukan urusan mu"


"katakan apa yang kau lakukan kepadanya"


"baiklah kalo kau memaksa saya cuma membuatnya untuk lebih tenang"


Bukk..bukkk..bukk


Merekapun semua kewalahan Albert pun lalu segera membwa Richel


"waktunya untuk pulang sayang"


Terlihat Richel pun tersenyum


"kau melihat dedy mu berantem sanggat keren bukan"


Albert pun membawa Richel dari tempat ituh


"tunggu....!"(teriak salah satu penggawal)


Albert pun tampak menggubrisnya berjalan sambil membawa Richel menuju mobil

__ADS_1


Bersambung....!


__ADS_2