
"ini tuan saya mau meminta izin untuk tidak bisa masuk kerja untuk beberapa hari apa tuan menggizinkan saya"
"memang nya kenapa pak..?"
"ini tuan tadi pagi saya menerima telpon dari tetangga saya di kampung kata nya ibu saya di kampung sedang sakit apa tuan menggijin kan nya"
"oh begitu ya tapi pak bagaimana kalo istri saya mau pergi"
Albert pun merasa keberatan Expresi paksopir pun berubah
"tapi tuan saya mohon tolong ijinkan saya untuk menemani ibu saya tuan karena hanya ibu satu-satu nya yang saya punya di dunia ini saya kasian dia hanya sendirian di kampung apalagi saat ini dia sedang sakit tuan"
Albert pun terdiam Evelyn pun membujuk sang suami nya
"tuan kamu izinin ya kasian ibu nya sendirian di kampung apa lagi saat ini sedang sakit"
"tapi sayang bagimana kalo kau inggin pergi sementara saya selalu pergi berangkat kerja"
"iya saya tau tuan!" tapi saya kasian sama pak sopir nya"
Di sisi lain seoang pria tersenyum
batin)"baguslah akhirnya saya menemukan informasi yang penting saya harus melaporkan nya sama si bos"
"baiklah pak!" saya izinin bapak cuti untuk beberapa hari tapi inggat pak kalo ibu bapak sudah sembuh bapak harus kembali bekerja"
"terima kasih tuan!" saya janji saya bakal balik ke sini lagi kalo ibu saya sudah sembuh sekali lagi terima kasih tuan,Nyonya"
"baiklah!"
sementara di sisi lain seorang pria tadi dia kemudian meraih henpone nya kemudian membuka dan menggetikan pesan
"Tringggg...!"
"baguslah kamu tetap awasin mereka"
"apa yang benar saja aku harus mengginap lagi diluar"(seru pria itu pelan )
__ADS_1
sementara setelah di beri izin oleh Albert pak sopir pun lantas pamit
"tuan,nyonya kalo gitu saya permisi dulu"
"baiklah pak"
Seperginya pak sopir Albert pun
"sayang bagaimana kalo kamu inggin pergi sementara pak sopir besok bakal pulang ke kampung nya apa saya harus mencari sopir sementara..?"
"tuan terserah kau saja tuan"
"tapi saya tidak mau kamu di bawa sama orang yang belum saya kenal bahkan orang yang belum sama sekali saya percayai"
"saya tidak apa-apa tuan"
"baiklah sayang besok aku akan mencari sopir sementara untukmu"
"baiklah tuan"
"hei putri kecil dedy kenapa masih tidur"
"tuan sebaik nya kau membersikan badan dulu"
"baiklah sayang"
Albert pun mencium singkat kening Evelyn
"baiklah aku mandi dulu sayang baye"
"baiklah tuan"
Albert pun kemudian beranjak menuju kamar mandi sementara Evelyn dia kemudian melangkah ke arah lemari untuk menyiapkan baju ganti untuk sang suami nya setelah lama kemudian Albert pun kembali dari kamar mandi
"tuan ini baju ganti nya"
"baiklah terima kasih sayang"
__ADS_1
"tuan apa kau bisa menunggu Richel sebentar saya inggin mandi"
"baiklah denggan senang hati sayang"
"terima kasih tuan"
Evelyn pun segera berlalu ke arah kamar mandi sementara Albert lantas segera berganti baju setelah selesai dia kemudian lantas menghampiri putri nya setelah lama kemudian Evelyn pun kembali dari dalam kamar mandi kemudian dia lantas berjalan ke arah lemari Evelyn kemudian lantas berganti baju setelah itu dia kemudian melangkah kan kaki nya ke arah tempat tidur
"hei sayang ayo sini"
"baiklah tuan"
Evelyn pun segera naik ke atas tempat tidur
"sayang sampai lupa bahwa saya mau membeli box bayi"
"iya tuan biar nanti saja kita membeli nya"
"tapi sayang saya jadi gak bisa deket sama kamu sayang"
"mamang nya kenapa tuan..??"
"jadi saya tidak bisa memberikan adik untuk Richel"
"ah tuan bicara nya ngawur aja Richel itu masih kecil tuan"
"memang nya kenapa..??"
Evelyn pun memutuskan untuk menggakhiri percakapan nya dia kemudian mulai merebahkan tubuh nya begitupun denggan Albert
"good night tuan"
"good night beby"
Setelah lama kemudian Evelyn pun mulai menutup mata nya secara perlahan begitupun denggan Albert
"Bersambung...!"
__ADS_1