
Setelah ituh sosok berbaju hitam itu pun tanpa melepaskan cekalan nya terhadap bibi Beti menyuruh bibi Beti menunjukan keberadaan Richel
"cepat katakan di mana bayi itu"
Deg seketika bibi Beti terpaku
bibi Beti pun seketika terdiam sosok berbaju hitam itu pun merasa geram dia pun akhirnya bertanya kembali denggan nada nembentak
" cepat katakan di mana bayi itu"
(batin)"bagaimana ini aku tidak mungkin menggatakanya"
bibi Beti pun gelagapan
"baa bayi maksud anda apa di siini gak ada bayi"(lanjut bibi Beti)
bibi Beti pun berusaha untuk membohonggi berharap orang di hadapanya akan percaya namun Alih-alih berhasil namun malah orang di hadapanya terkekeh
"ha ha ha!"kau pikir bisa membohonggiku tentu tidak cepat katakan!"
bibi Beti pun berusaha meyakinkan orang di hadapanya
"saa ya tidak bohong"
Seketika Expresi sosok berbaju hitam itu berubah lalu terlihat ia sudah kehabisan kesabaran dia pun mencengkram dagu bibi Beti bibi Beti pun menggerang kesakitan
"emmh,eemmh"
Namun alih-alih melepaskan sosok itu pun akhirnya menggancam
"apa kau inggin bermain-main denggan ku!"
Bibi Beti pun memohon untuk di lepaskan
"lepaskan saya,saya mohon siapapun kamu!"
__ADS_1
orang itu pun mendekatkan wajah nya ke arah telingga bibi Beti
"kalo kau inggin selamat'cepat katakan"
bibi Beti pun seketika terdiam dia pun gemetar
"ah!" kau hanya membuang-buang waktu ku saja lebih baik aku yang akan mencarinya
"tapi sebaiknya aku harus melakukan sesuatu"
Sosok berbaju hitam pun membawa bibi Beti ke arah sopa lalu dia pun menggikatnya
"kau tunggu di sini"
Sementara di sisi lain Albert masih saja pokus denggan pekerjaanya
"ah!" kenapa pekerjaan ini tak kunjung selesai"
begitupun denggan Evelyn di sedang memilah-milah bahan pokok yang akan ia beli
"ya tuhan kenapa tiba-tiba perasaanku tidak enak"
Sementara di kediaman Albert Cloe pun mulai menggeledah rumah megah Albert
"ah!"sial di mana bayi ituh"
bibi Beti pun yang mendenggar bisa bernapas lega
(batin)"syukurlah dia tidak bisa menemukan nya"
Tapi Cloe pun tidak mau menyerah dia pun tertuju ke arah tangga bibi Beti pun menggarahkan matanya di pun mulai merasa khawatir sementara Cloe pun mulai mencurigai
"ah apa bayi itu berada di atas"
Cloe pun mulai menaiki anak tangga sementara bibi Beti membulatkan matanya
__ADS_1
(batin)"ya tuhan bagaimana ini tolong selamatkan non Richel"
Cloe pun akhirnya sampai di atas di a pun mulai melangkahkan kakinya ke arah pintu kamar
"apa ini kamar tuan Albert"
Dia kemudian perlahan-lahan meraih dan memutar hendel pintu lalu dia kemudian memasuki kamar itu dia pun tersenyum gembira
"waw sepertinya kau berada di sini anak manis"
Cloe pun mulai mendekati tempat tidur yang terdapat Richel di atasnya sedang tertidur pulas sementara bibi Beti hanya bisa pasrah melihat Anak majikanya di temukan oleh Cloe
sementara itu Albert pun mulai merasa tidak enak
"ah kenapa perasaanku tidak enak begini"
Albert pun memutuskan untuk menelpon rumah
Suara telpon
"tringgg...trinnngg!"
Albert pun mulai merasa ada yang tidak beres
"ah!"kenapa tidak diangkat"
sementara bibi Beti melihat telpon rumah bergetar di hanya bisa memandang dia inggin sekali menggangkatnya sementara Albert di kembali berusaha menghubunggi rumah
"tringggh..tringgg!"
Namun lagi-lagi tidak ada yang menggangkat Albert pun mulai merasa kesal
"arrrghh!"kenapa tidak di angkat sih,ada apa sebenarnya"
Bersambung....!"
__ADS_1