Terjebak Nikah Sirih

Terjebak Nikah Sirih
episode 50 terjebak macet


__ADS_3

Cloe pun tak terasa hampir tiga puluh menit menunggu Albert namun orang yang di tunggu belum datang juga sementara ituh Albert menggalami sedikit masalah di perjalanan yaitu terjebak macet dia pun kemudian menghentikan mobilnya sambil menggomel sendiri


"ah sial kenapa aku harus terjebak macet"


"bukanya tadi tidak macet"


Di sisi lain Cloe mulai gelisah


kemudian dia pun bangkit dari duduknya lalu dia berjalan ke arah kaca jendela sambil melihat ke arah luar


"aduh tuan Albert kenapa belum datang apa dia tidak bakal masuk kerja"


Sementara tampak seorang wanita yang tak Lain adallah Susi memperhatikan Cloe tampak Cloe sadari


(batin)"silihkan menunggu nona asal kau tau saja tuan Albert bakal masuk kerja agak telat"


"tapi kenapa tuan Albert belum dateng bukanya dia bilang sebentar ah sudahlah"


Kemudian akhirnya dia pun tertawa di dalam hati melihat Cloe kebinggunggan


Cloe pun kemudian kembali ke kursi milik Albert lantas dia duduk kembali sementara Susi kemudian segera berjalan ke arah ruanggan Albert


"Tokkk.took..!


"permisi"


Cloe pun


"maaf tuan Albert nya tidak ada sebaiknya kau kembali saja ke ruanggan kerja mu"


"maaf nona Cloe tapi saya harus menghendel pekerjaan tuan Albert"


"baiklah kau boleh masuk"


Akhirnya Cloe pun memperbolehkan Susi masuk Susi pun kemudian menarik pintu lalu dia lantas masuk


"Susi apa aku boleh bertanya"

__ADS_1


"nona mau tanya apa"


"kenapa tuan Albert belum datang juga"


"aku tidak tau nona dia cuma menyuruhku menghendel pekerjaanya"


Susi pun tampak sedikit berbohong namun Cloe tampak curiga


"Susi apa kau berbohong"


Susi pun tampak terdiam


"hei sus kenapa kau diam"


"tiii dak nona"


Susi pun kemudian menggalihkan pembicaraan nya


"maaf nona saya harus segera menggerjakan pekerjaan saya"


Susi kemudian berjalan ke arah meja lalu dia menggambil berkas


Cloe pun tampak inggin protes namun Susi kemudian memotong perkataan Cloe


"saya harus segera menyelesaikanya"


"maaf nona saya permisi dulu"


Susi pun kemudian keluar dari ruanggan Albert sambil membawa berkas


(batin)"ah kenapa dia selelu saja mengganguku"


Susi pun tampak kesal karena sebelumnya dia selalu mengerjakan pekerjaanya di ruanggan Albert di kursi khusus untuk sekertaris kalo Albert menyuruh dia menghendel pekerjaanya namun kerena ada Cloe dia terpaksa harus menggerjakan di ruangganya bukan apa-apa tapi Susi tidak mau mengerjakan pekerjaanya kalo harus di pantau oleh Cloe bahkan satu ruanggan denggan Cloe


Susi pun tampak sudah sampai di ruangganya sementara Albert dia masih tampak terjebak macet


"aduh bagaimana ini aku benar-benar bakal telat bahkan aku bisa saja tidak bisa masuk kerja"

__ADS_1


Albert pun meraih hendpone nya lalu kembali menggetikan pesan


tampak hendpone Susi pun berbunyi


Tringggh..!


Susi kemudian meraih hendpone nya membuka dan membacanya


*isi pesan*


"sus kayanya saya bakal sanggat telat datang ke kantor bahkan bisa saja saya tidak masuk kerja"


"maaf tuan apa ada masalah...?"


Susi pun bertanya padahal di dalam hatinya dia sanggat senang kalo sampai Albert telat bahkan dia berharap Albert tidak masuk kerja sekalian


(batin)"ha kasian sekali nenek lampir ituh"


"saya menggalami kemacetan di saat inggin menuju kantor"


"baiklah tuan saya mengerti anda tidak usah khawatir semua pekerjaan akan saya hendel sebelum anda datang"


"baikhal terima kasih Susi"


Sementara ituh Evelyn sudah berada di dalam rumah di lantas berjalan lalu menaiki tangga setelah sampai dia lantas menarik pintu kamar setelah ituh di segera mamasuki kamar Evelyn kemudian berjalan ke arah bayi


Richel pun tampak mulai membuka matanya seolah-olah dia merasakan ada sang momy datang


"Richel sayang kau sudah banggun"


Evelyn kemudian meraih dan menggendong bayinya


"apa kau bosen sayang di dalam kamar terus"


"baiklah momy bakal bawa kamu ke bawah"


Evelyn pun lalu membawa Richel keluar kamar di perlahan-lahan menuruni tangga

__ADS_1


Bersambung...!


__ADS_2