
Setelah lama kemudian kemecetan pun mulai reda meskipun belum benar-benar normal Albert pun bernafas lega setidaknya mobil Albert bisa bergerak tidak seperti tadi
" huuf syukurlah"
Sementara Susi terlihat sudah sampai di pintu masuk ruang kerjanya dia pun akhirnya membuka pintu lantas Susi pun masuk setelah ituh dia meletakan semua berkas di atas meja lalu dia lantas duduk di kursi kerjanya
"ya ampun ternyata berkas banyak bangget oh tuhan aku cabut kata-kataku semongga tuan Albert bisa datang ke kantor"
di sisi lain Cloe mulai putus Asa
dia kemudian berjalan kembali ke kursi kerja Albert lantas dia duduk sambil sesekali menggomel
"aduh tuan Albert kenapa belum datang-datang juga apa dia benar-benar tidak akan masuk kerja hari ini"
Cloe pun melihat jam tangganya dia pun kaget ternyata dia cukup lama berada di ruanggan milik suaminya ituh
"ya ampun ternyata saya menunggu hampir satu jam"
"apa sebaiknya saya pulang saja"
"atau saya tunggu saja"
Sementara ituh Evelyn sudah berada di bawah dia pun lantas berjalan ke arah sofa ruang keluarga sambil membawa Richel setelah ituh kemudian di segera duduk
"sayang apa kamu merasa lebih baik"
"sayang kita tunggu dedy kamu di sini"
setelah satu jam kemudian akhirnya jalan kembali normal Albert pun kemudian menyalakan dan melajukan kembali mobilnya denggan kecepatan sedikit tinggi setelah lama kemudian Albert pun sampai di kantor dia kemudian menghentikan mobilnya setelah ituh Albert segera turun lalu berjalan ke arah pintu ruangganya dia pun lantas berniat membuka pintu namun dia memutuskan niatnya melihat gagang pintu bergerak lalu terbuka Albert pun kaget melihat seorang wanita
"kau sedang apa kau di sini..?"
Namun Alih-alih menjawab Cloe pun malah bertanya balik
"tuan kenapa kau sanggat lama..?"
"aku menunggumu satu jam di sini"
__ADS_1
"bukan urusan mu"
"minggir"
Albert pun kemudian lantas masuk melewati istri pertamanya ituh Cloe pun lantas membuntuti Albert kembali ke dalam
"kenapa kau menggikutiku..?"
"bukanya kau inggin pergi..?"
"kau benar tuan tapi saya memutuskan niatku karena kau sudah datang"
"sudahlah mana Susi"
"dia sedang berada di ruangganya"
(batin)"kenapa Susi tidak menggerjakan pekerjaan di sini kenapa dia malah memilih di ruang kerjanya"
"tuan kenapa kau diam..?"
Albert kemudian beranjak
"ke ruanggan Susi kau tunggu di sini atau lebih baik kau pulang saja"
Albert kemudian lantas berjalan ke arah ruanggan Susi setelah sampai dia pun segera menarik pintu lantas masuk sementara Susi terlehat sedang fukos denggan pekerjaanya
"Susi apa pekerjaanya sudah selesai"
Susi pun lantas menoleh
"tuan kau sudah datang maaf tuan pekerjaanya masih belum selesai baiklah kalo begitu kamu antarkan berkas ituh ke ruang"
Albert pun menjeda ucapanya
"maaf tuan apa aku harus menggantar ke ruanggan tuan"
"eh Sus lupakan"
__ADS_1
"maksud tuan..?"
"Saya inggin menggerjakanya di ruanggan ini saja"
Susi pun terdiam
(batin)"kenapa tuan Albert malah memilih mengerjakan pekerjaanya di sini di banding di ruangganya"
"Sus kenapa"
"eh tuan apa tuan yakin"
"saya yakin"
"baiklah"
"maaf tuan kau inggin mengerjakanya di mana..?"
"apa maksudmu..?"
"maksud saya di sini hanya ada satu tempat kerja"
"tidak masalah kau lihat"
Albert pun menunjuk kursi Susi pun melihat Arahan Albert
"meskipun ada satu meja tapi di sini ada 3 kursi kau lihat"
"apa kau menggerti"
"baiklah aku mengerti tuan"
"kau duduk di kursi salah satu nya"
"dan aku duduk di kursi tempat kerjamu"
(batin)"ini benar-benar aneh kenapa tuan Albert bersih keras inggin menggerjakan pekerjaanya di sini daripada di di ruangganya yang jelas-jelas lebih besar"
__ADS_1
Susi pun tenggelam dalam pikiranya