
Setellah beberapa lama kemudian mereka sampai di rumah sebelum Albert pulang dari kantor sang sopir pun lalu menghentikan mobil nya bibi Beti yang khawatir beggitu mendenggar suara mobil langsung keluar menghampiri
"terima kasih pak"
"santai nyonya ituh sudah tugas saya anda tidak perlu berterima kasih kepada saya"
"baiklah bagaimana pun aku berterima kasih kepada bapak"
Sang sopir langsung menaruh mobil kembali ke garasi
"nyonya kau darimana dari tadi bibi khawatir nyonya"
"sudahlah mari masuk"
"baik nyonya"
Evelyn pun lalu duduk di sofa
"nyonya apa anda inggin minum"
"baiklah bi"
"anda inggin minum apa"
"tolong buat jus orange aja"
"baik nyonya tunggu di sini"
Bibi beti pun segera berlalu ke dapur
saat yg bersamaan Albert pun tampak sudah kembali pulang dari kantor
(batin)"ya tuhan tampaknya dia udah pulang syukurlah"
Evelyn pun merasa lega
"Bibi tolong buat 2 gelas tuan udah pulang"(teriak Evelyn)
"baik nyonya"
Evelyn pun langsung keluar dan menyambut sang suami
"tuan kau sudah pulang"
"iya sayang"
"mari masuk"
Mereka pun jalan bersama memasuki rumah lalu mereka pun duduk di sofa Evelyn pun membuka jas Albert lalu menaruhnya di sofa setellah ituh bibi beti sudah kembali dari dapur sambil membawa napan berisi 2 jus orangge
Bibi beti pun menaruh dua gelas jus ituh di meja
"silahkan nyonya tuan"
__ADS_1
"terima kasih bi"
"baik kalo gitu bibi pamit ke belakang dulu"
"baiklah"
setellah ke pergian bibi Beti Evelyn pun mulai membuka percakapan
"tuan apa aku boleh minta sesuatu"
"emm tentu boleh sayang"
"tapi janji kau tidak boleh marah"
"tentu sayang katakan kau inggin apa aku pasti menurutinya"
"emmm aku"
Evelyn pun tampak susah menceritakan ke ingginanya
"kau mau apa sayang katakan"
Albert pun menggernyitkan dahinya
"aku inggin kamu talak aku"
Albert pun nampak tidak percaya denggan apa yang dia denggar
"apa kau bercanda sayang"
experesi Albert pun mulai berubah lalu tiba-tiba dia mengertak meja denggan keras sampai terdenggar ke arah dapur
Brakkk...!
"ada apa ini"(gumam bibi Beti)
Evelyn tampak ketakutan
"kau sudah tau kan akibatnya apa kau sudah tidak menyayanggi momy mu lagi hah"
Tampak Albert mulai emosi
Evelyn pun denggan takut-takut menjawab Albert
"iya tuan aku tau"
"lalu kenapa kau masih mengginkanya hah"
"tapi aku cuma merasa berada di arah yang salah"
"apa maksudmu"
"aku tidak mau menyakiti wanita lain dan aku lebih baik mundur"
__ADS_1
"cukup hentikan omong kosong ituh"
Lalu mereka tampak hening beberapa detik
(batin)"ada apa ini kenapa tiba-tiba Evelyn meminta yang dia tau ituh mustahil bahkan dia tau apa akibat dari ke ingginya ituh"
Evelyn tampak mulai membuka percakapan
"tuan kenapa diam"
"kau yang kenapa kau sudah tau kan jawabanya bahkan akibatnya dari permintaan mu ituh"
"tapi kenapa kau masih mau bermain-main denggan ku"
"tapi tuan"
"sudahlah aku curiga apa ada seseorang yang mengpenggaruhi mu katakan"
Deg.....deg...!
Evelyn pun terdiam
"katakan"
"tidak tuan"
"aku tidak percaya aku yakin ada yang mempenggaruhi mu"
"apa ituh Cleo pasti dia kan"
Deg...deg
Lagi-lagi tebakan Albert tepat membuat Evelyn diam
"kenapa kau diam"
Albert pun meraih dagu Evelyn
"aww tuan lepaskan"
"kau yang selalu bermain-main dengganku"
Albert pun melapaskan cengkaramanya dari dagu Evelyn
"kalo kau inggin semua baik-baik saja menerutlah dengganku atau aku inggin me"
Perkataan Albert tepotong di saat Evelyn memotongnya
"janggan tuan kumohon"
"baiklah berjanji lah kau tidak akan meminta permintaan konyol mu itu lagi menggerti"
"baiklah tuan"
__ADS_1
"bagus Albert pun langsung menaiki tangga"
Bersambung....!