
Setiap hari, Anhastasia tidak hanya menyiapkan sarapan. Makan siang dan makan malam pun selalu dimasaknya untuknya sendiri dan Raymond.
Tanpa ragu dan rasa lelah, Anhastsia mengantar bekal makan siang untuk Raymond saat siang hari dan akan kembali untuk selanjutnya mengurus rumah. Membersih rumah, pekarangan belakang sampai merawat bunga yang tumbuh di halaman dilakukan Anhastasia dengan senang.
Banyak orang mengira jika Raymond dan Anhastasia adalah pasangan suami istri. Raymond sering menunjukan kemesraannya dengan Anhastsia di depan umum, membuat orang yang melihat menjadi iri.
Hal itu tidak membuat Anhastasia canggung. Baginya, Raymond adalah penolongnya, tanpa Raymond ia tidak akan tahu hidup seperti apa yang akan ia jalani setelah kejadian malam itu, di mana ia kabur dari rumahnya sendiri. Raymond banyak sekali membantunya, bahkan rela mengeluarkan banyak uang membayar semua hutang yang keluarganya tanggung.
***
Raymond pun pergi keluar kota guna perjalanan bisnis. Anhastasia tinggal di rumah seorang diri. Diam-diam, Raymond membayar dua orang pengawal dari agen khusus untuk menjaga dan mengawasi Anhastasia dari jauh.
Tidak ada rasa nyaman meski hanya sedetik. Satu minggu Raymond di luar kota membuatnya tersiksa. Rasa rindu selalu dirasakannya, tak akan sirna walaupun sudah mendengar suara pujaan hatinya itu.
Ada hal yang dipikirkan Raymond. Mungkin terdengar gila, namun Raymond memang berencana melancarkan serangannya itu selepas ia kembali dari luar kota. Ya, ia ingin melamar dan menikahi Anhastasia.
Diusia dua puluh enam tahun dan ingin menikah? bukanlah hal yang tidak wajar. Usia yang sudah dikatagorikan dewasa, ia juga mampu untuk memberikan kehidupan yang layak bagi Anhastasia. Hal apa lagi yang masih dipusingkan? mungkin saja ia akan pusing jika wanita pujaanya menolaknya.
***
Satu minggu berlalu ....
Malam itu, Raymond mengajak Anhastasia makan malam bersama yang sekaligus akan menjadi acara istimewa. Malam itu bersamaan dengan makan malam, Raymond akan melamar Anhastasia sesuai dengan rencananya.
Rasa cemas dan gelisah menyelimuti Raymond. Ada rasa ragu yang terselip, ia tidak yakin jika Anhastasia juga menaruh hati padanya. Selama dua bulan bersama, Anhastasia tak pernah mengungkapkan rasa sukanya pada Raymond. Hanya Raymond lah yang berusaha menunjukan rasa meski hanya dengan sikap dan perlakuan lembutnya.
__ADS_1
Makan malam berlangsung, keduanya makan malam bersama seperti setiap harinya. Hanya saja kali ini di tempat berbeda, bukan di rumah, melainkan disebuah restorant mewah.
Usai makan malam, saat menyantap hidangan pencuci mulut. Kejutan itu datang, dengan penuh percaya diri, Raymond berdiri dan berjalan menghampiri Anhastasia. Tentu saja tidak berselang lama, iringan musik romantis dan pelayan yang sudah dimintai tolong Raymond sudah bersiap dan melakukan tugasnya.
Anhastasia bingung, suasana yang awalnya biasa-biasa saja, mendadak berubah menjadi romantis. Ada pemain musik dan penyanyi, ada juga pelayan yang berdiri mengelilingi mejanya dengan membawa setangkai mawar. Dan yang lebih mengejutkan, ada Raymond yang berlutut satu kaki dihadapannya.
"Anhastasia, maukah kamu menikah denganku? Ayo hidup bersama, aku ingin menua bersamamu." kata Raymond.
Kata-kata manis keluar dari mulut Raymond. Dengan sebuah cincin berlian yang di ulurkannya dihadapan Anhastasia. Melihat ketulusan dan kejutan itu, Anhastasia berdiri dan membantu Raymond berdiri. Anhastasia langsung menjawab "Ya" tanpa ragu-ragu lagi. Cincin berlian terpasang di jari manis tangan kanan Anhastasia, Raymond sangat senang dan langsung memeluk wanitanya itu.
"Terima kasih, sayang." kata Raymond senang. Ia tidak sangka lamarannya akan diterima.
Lamarannya sukses, pengunjung lain bersorak dan memberikan tepuk tangan atas keberhasilan Raymond melamar wanita pujaanya. Pelayan memberikan bunga satu per satu untuk Anhastasia. Anhastasia tidak banyak bicara, ia hanya bisa mengeluarkan air mata kebahagiaan. Sungguh hal luar biasa dalam hidupnya, ia ditolong oleh orang yang kini melamarnya, penolongnya yang sudah dipuja-puja sejak awal olehnya. Dan sekarang mereka akan menikah setelah ini.
Malam itu penuh kebahagiaan. Rasa senang, bahagia, dan haru bercampur. Anhastasia merasa sangat beruntung bertemu Raymond, begitu juga sebaliknya.
***
Sesampainya dirumah, Raymond melepas kebahagiaanya juga rasa rindunya pada Anhastasia. Raymond memeluk dan mencium Anhastasia, membuat Anhastasia kewalahan dengan sikap agresif Raymond.
Meski hanya sebatas berpelukan dan berciuman, itu sudah membuat Raymond puas. Setelah puas menyiksa Anhastasia dengan ciuman dan jejak-jejak ciumanya. Raymond mengajak Anhastasia untuk tidur bersama dengannya.
Raymond berjanji ia tidak akan menyentuh Anhastasia lebih dari berpelukan dan berciuman. Hal yang lebih dari itu akan dilakukannya saat sudah resmi menyandang status suami dari Anhastasia.
"Kamu percaya padaku, kan?" tanya Raymond menatap Anhastasia.
__ADS_1
Raymond menjelaskan. Jika ia punya batasan. Ia juga sudah berkomitmen untuk menjaga kesucian Anhastasia sampai keduanya resmi menikah. Meski Raymond mengaku sangat tergila-gila pada Anhastasia, ia bukanlah pria mesum.
Mendengar penejelasan Raymond, membuat Anhastasia tenang. Raymomd tidak pernah sekalipun ingkar janji sejak awal bertemu. Sikap Raymond selalu baik, meski terkadang Raymond suka mengejukannya dengan hal-hal kecil yang membuatnya tersipu malu. Seperti tiba-tiba memeluk dari belakang, mencium pipi, kening, atau memberikan hadiah.
Anhastasia berharap ini adalah langkah awal dirinya bisa keluar dari belenggu yang sudah menahannya selama ini. Hidup bersama seseorang yang dicintainya, juga mencintainya adalah hal yang membahagiakan.
***
Satu bulan kemudian ....
Pernikahan pun digelar. Raymond dan Anhastasia akhirnya menikah. Keduanya nampak bahagia, dengan hanya dihadiri tamu undangan tertentu, kerabat dan keluraga pesta pernikahan Raymond dan Anhastasia berlangsung lancar sampai akhir acara.
Ricardo, Papa dari Raymond memberi selamat. Lily juga datang bersama dengan suaminya. Mereka berfoto dan berbincang santai bersama-sama.
***
Kehidupan sesungguhnya baru saja dimulai. Kini Anhastasia menyematkan nama Dominic sebagai nama belakanganya. Anhastasia Dominic, karena ia sekarang adalah Nyonya dari Raymond Dominic.
Malam pertama terlewati, hari-hari bahagia mulai dibentuk. Raymond begitu mencintai dan menyanyangi Anhastasia. Tanpa ragu, Raymond selalu meluangkan waktu untuk mencurahkan kasih sayangnya itu disetiap kesempatan yang ada. Misalanya saja saat Anhastasia mengantar makan siang, Raymond akan selalu menahan istrinya untuk pulang dan pada akhirnya Anhastasia akan pulang bersama Raymond di sore harinya.
Setiap pagi, Raymond menghangatkan susu untuk Anhastasia. Sesekali akan membuat sarapan juga. Setiap akhir pekan, Raymond akan mengajak Anhastasia pergi keluar kota untuk menikmati pemandangan di taman. Terkadang mereka akan menginap di Villa di daerah pinggiran pantai.
Kata Cinta, kata sayang, tak pernah terlewatkan. Disetiap waktu, baik Raymond maupun Anhastasia akan selalu mengucapkannya, diakhiri kecupan manis.
Raymond tak ingin jauh dari Anhastasia. Selalu rindu dan selalu ingin dekat. Anhastasia senang, ia tidak menyangka jika suaminya akan semakin romantis dan manis. Bahkan untuk hal-hal kecil saja, Raymond bisa diandalkan. Akan selalu sigap membantu Anhastasia tanpa diminta atau diperintah.
__ADS_1