Terjebak Permainan Cinta

Terjebak Permainan Cinta
TPC (8)


__ADS_3

Satu tahun kemudian ....


Kabar baik datang, setelah penantian pajang, akhirnya Anhastasia hamil. Saat itu, ia baru hamil sekitar empat minggu.


"Aku bahagia, terima kasih sayang," ucap Raymond. Menggendong Anhastasia tanpan ragu.


"Sayang, turunkan aku. Ada anak kita dalam perutku," kata Anhastasia.


"Oh, maafkan aku. Aku terlalu senang sampai lupa jika kamu sedang mengandung," jawab Raymond menurunkan Anhastasia dari gendongannya perlahan.


Anhastasia tersenyum, "Akhirnya, setelah penantian panjang kita akan punya bayi. Aku sangat senang, Ray." ucap Anhastasia.


Raymond memeluk Anhastasia, "Kamu harus bisa menjaga diri dan bayi kita baik-baik. Aku mencintaimu juga bayi kita," ucap Raymond mengecup kening Anhastsia lembut.


"Aku akan jaga diri dan bayi kita baik-baik. Itu janjiku, Ray. Jangan khawatir," jawab Anhastasia.


Ponsel Raymond berdering, Ricardo menghubungi Raymond. Mereka melakukan percakapan singkat,


"Ray, datanglah ke rumah. Ada yang ingin Papa sampaikan padamu," kata Ricardo.


"Ada hal penting apa, Pa?" tanya Raymond.


"Bukan apa-apa. Hanya hal kecil saja. Ajak juga Anhastasia datang," kata Ricardo lagi.


"Baiklah, Pa. Kami akan segera datang," jawab Raymond.


Ricardo di ujung panggilan langsung mengakhiri panggilannya dengan Raymond. Raymond menatap Anhastasia lalu mencium lembut bibir Anhastasia.


"Papa meminta kita datang ke rumah. Bersiaplah," kata Raymond.


Anhastasia menganggukan kepala perlahan, " Ya," jawabnya singkat.


Raymond tersenyum, "Aku akan hubungi Mattew dulu. Siapakan dulu pakaian gantiku, aku segera kembali dan bersiap." kata Raymond.

__ADS_1


Dalam sekejap Raymod sudah pergi meninggalkan Anhastasia di kamar. Anhastasia langsung beranjak, menyiapkan pakaian ganti suaminya. Setelah itu ia langsung bersiap mengganti pakaiannya.


***


Di rumah Ricardo. Banyak orang berkumpul, Ricardo mengundang pengacaranya juga di sana. Ternyata Ricardo bermaksud mengumumkan sesuatu hal yang penting.


"Pa, ada apa Papa mengundang pengacara Papa?" tanya Lily.


Ricardo menatap sekilas arah Lily, ia tetap diam dan duduk dengan tenang. Ricardo mengamati keadaan sekitar, tidak lama ia bersuara.


"Aku mengumpulkan kalian semua di sini karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan. Aku ingin pensiun dini, dan menyerahkan wewenang perusahaan pada anak-anakku. Pengacara akan membacakan apa yang sudah aku putuskan," kata Ricardo menatap pengacaranya.


"Baik, Tuan." kata Pengacar Ricardo


"Seperti yang sudah disampaikan Tuan Dominic. Saya selaku kuasa hukum beliau akan membacakan surat kuasa yang sudah ditulis dan ditandatangani langsung oleh beliau."


"Saya, Ricardo Dominic. Dengan ini menuliskan surat penyataan saya untuk mengundurkan diri sebagai Presiden Direktur Utama perusahaan. Posisi Presiden Direktur akan digantikan oleh putra satu-satunya keluarga Dominic, yaitu Raymond Dominic yang semula menduduki posisi Direktur Umum. Posisi Direktur Umum akan digantikan oleh Lily, yang semula ada di posisi Wakil Direktur Umum. Demikian...."


Suasana tegang, ada banyak orang diruangan itu. Raymond, Anhastasia, Lily berserta suami dan anaknya juga ada beberapa perwakilan dari perusahaan sebagai saksi.


"Papa, bukankah ini terlalu dini untuk menentukan pengganti? kursi presdir bisa di kosongkan sementara waktu, Papa bisa bekerja di rumah. Raymond baru saja menikah, bukankah ia masih harus menghabiskan waktu bersama istrinya?" kata Lily. Seolah tidak terima akan keputusan sang Papa.


"Begitukah? kalau seperti itu, Papa akan bertanya pada Raymond. Apakah kamu keberatan, Ray? tidak mau membantu Papamu ini?" tanya Ricardo penuh harap.


Raymond tersenyum, "Tentu saja, putramu ini tidak akan menolak, Pa. Anhastasia baik-baik saja, ia pasti akan mengerti posisiku. Bukan begitu sayang?" tanya Raymond menatap Anhastasia.


Anhastasia mengangguk, "Ya. Aku akan senang jika Ray bisa membantu Papa." jawab Anhastasia.


"Bagus, jika begitu tidak ada yang perlu didebatkan lagi. Akhir bulan ini kita akan adakan pertemuan seluruh dewan direksi, sekaligus promosi jabatan baru kalian." kat Ricardo.


Semua orang menyetujui, tanpa banyak berkomentar lagi. Terlihat Lily yang kesal, wajahnya tersenyum namun ia terlihat sangat tidak senang dalam hatinya. Ia sudah mendambakan duduk menggantikan posisi sang Papa sabagai anak tertua keluarga Dominic. Nyatany ia harus tergeser oleh sang Adik.


***

__ADS_1


Setelah apa yang terjadi terakhir kali di rumah Ricardo. Hari buruk Raymond dan Anhastasia pun tiba.


Tepat di akhir bulan, di acara rapat dewan direksi dan promosi jabatan. Kejadian buruk menimpa Anhastasia dan janin dalam kandunganya.


Anhastasia mengalami kecelakaan. Mobil yang ditumpangi Anhastasia rusak parah, dan Anhastasia mengalami pendarahan hebat beserta supir yang bersamanya.


Mendengar kabar istrinya kecelakaan tanpa menunggu, Raymond langsung pergi ke lokasi kejadian. Di lokasi sudah banyak orang berkerumun, Raymond panik, dan cemas ia sangat khawatir pada Anhastasia. Dengan mata kepala sendiri, ia melihat istrinya yang masih terjebak di dalam mobil dengan posisi mobil yang sudah terbalik.


Tim medis dan petugas polisi datang. Pertolongan pun dilakukan, Anhastasia berhasil dikeluarkan dari dalam mobil. Tubuhnya bersimbah darah, hampir seluruh tubuhnya terluka. Raymond menangis, hatinya hancur melihat istrinya yang terluka parah seperti itu.


Dengan segera Anhastasia dilarikan kerumah sakit. Raymond ikut mobil ambulance, mengantar istrinya ke rumah sakit. Karena takut, Raymond hanya bisa menangis. Tubuhnya gemetar memegang tangan Anhastasia.


"Kau harus selamat," batin Raymond.


"Aku akan lakukan apa saja untuku. Jangan membuatku takut," batinnya lagi.


Air matanya becucuran jatuh membasahi pipi. Tim medis berusaha memberi pertolongan pertama di mobil ambulance. Saat itu Anhastasia masih bernapas, namun napasnya terasa berat.


Setibanya dirumah sakit, tim Dokter langsung mengadakam operasi darurat. Raymond yang adalah suami Anhastasia melakukan regristrasi untuk operasi istrinya.


Sudah hampir satu jam, tidak ada kabar berita. Raymond seperti orang gila, ia terlihat sangat berantakan dan acak-acakan. Rasa takut sudah menyelimuti, Raymond sangat gelisah.


Ricardo dan Lily datang. Langsung menemui Raymonda.


"Ray, apa yang terjadi?" tanya Ricardo.


"Tuan, mobil Nyonya mengalami kecelakaan. Saya melihat sendiri kejadiannya. Karena saat itu saya diminta Tuan untuk menjemput Nyonya, namun Nyonya sudah naik mobil lain bersama supir."


"Aku yang mengirim supir itu. Aku meminta Lily menghubungi supir untuk menjemputnya," jawab Ricardo sedih.


"Papa, tengkan diri Papa. Jaga kesehatan Papa," ucap Lily.


Raymond tidak bicara, ia terus diam dan hanya ingin menunggu kabar dari ruang operasi.

__ADS_1


Tiga jam kemudian, pintu ruang operasi terbuka. Dokter keluar dan menemui Raymond. Dokter menjelaskan keadaan Anhastasia. Dokter meminta maaf pada Raymond tidak bisa menyelamatkan hidup istri dan bayi dalam kandungan istrinya.


Mendengar kabar itu Raymond menjadi syok. Rasanya tidak ingin percaya, ia berlari masuk ruang operasi untuk melihat langsung keadaan istrinya. Ricardo terkejut, tidak menyangka akan ada kejadian pilu seperti itu. Tidak hanya kehilangan menantu, namun juga kehilangan calon cucu.


__ADS_2