
Sena membolak-balikkan tubuh nya di atas ranjang dia terlihat gelisah tidak bias memejamkan mata nya,satu sisi dia khawatir dengan keadaan sang suami yang hingga kini tanpa kabar,dia takut terjadi apa-apa dengan Alex dan satu sisi lagi dia bingung dengan hubungan nya dan Erick.
"Kenapa aku ini ya begitu mengkhawatirkan nya,mas Alex saja tak peduli pada ku" kesal Sena melempar kan guling ke lantai dia benar-benar kesal dengan kelakuan suaminya.
Sena mengambil ponselnya dan menghubungi sang suami tapi tetap saja nomer Alex tidak aktif.
****
Pagi ini Sena sengaja tidak keluar untuk sarapan dia membiarkan Erick pergi terlebih dahulu karena sendiri bingung dengan perasaan nya saat ini.
Mendengar mobil keluar Sena segera berdiri di balkon dia melihat mobil Erick meninggal kan pekarangan rumah nya,Sena menghela nafas lega lalu keluar dari kamar tapi belum juga melangkah Sena mendengar ponsel nya berbunyi segera dia berlari berharap itu dari Alex sang suami dan benar saja Alex yang tengah menghubungi nya.
"Hallo mas,kamu kemana saja? kenapa ponsel mu tidak aktif apa kamu menginap di kantor? kalau iya kenapa aku sulit sekali menghubungi mu mas,ada apa dengan kamu?" cecar Sena
"Maaf benar ini dengan istri pak Alex?"jawaban terdengar dari sebrang sana membuat Sena terdiam sejenak.
"Hallo benar ini dengan istri bapak Alex?" tanya nya lagi
"Ya benar,saya Sena istri bapak Alex,anda siapa? kenapa ponsel suami saya ada pada Anda?" tanya Sena curiga
"Saya perawat rumah sakit bakti Husada ingin menyampaikan kalau suami ibu pak Alex mengalami kecelakaan dan sekarang sedang dirawat diruang ICU rumah sakit kami karena tidak sadarkan diri"jelas nya
"Su-ami saya sus, bagaimana bisa???" tanya Sena Penasaran
__ADS_1
"Untuk itu saya tidak tau pasti bu, langsung datang ke mari saja karena ada beberapa berkas yang harus di tandatangani oleh pihak keluarga untuk tindakan pasien"jelas sang perawat
"Iya Sus" jawab Sena cepat,Sena segera menghubungi Erick agar menyusul nya ke rumah sakit dia bingung harus bagaimana nanti.
Di tengah perjalanan Sena hanya bisa menangis memikirkan nasib suaminya ini, bagaimana bisa Alex kecelakaan dan rumah sakit nya pun jauh dari pusat kota kemana suaminya pergi, bagaimana kondisi Suaminya saat ini.
"Bagaimana dengan kondisi nya dok?" tanya Sena saat baru datang
"Sekarang pasien belum sadarkan diri karena kepala nya terbentur terlalu keras dan di bagian tangan kanan nya mengalami patah tulang"
"Lalu bagaimana dok?"
"Pasien harus menjalani operasi pemasangan pen buk"
"Tidak beliau bisa sembuh 6-8 Minggu kemudian tapi harus benar-benar di rawat dengan baik, biarkan beliau istirahat sejenak jangan di berikan beban berat karena benturan di kepala nya cukup berat" jelas sang dokter dan di anggukki Sena
"Saya boleh menjenguk nya dok"? tanya Sena
"Silahkan bu "
Sena segera masuk ke ruangan ICU tersebut melihat sang suami tertidur tak berdaya membuat nya menangis,dua hari tak melihat wajah Alex dan sekarang dia mengalami luka parah hingga masih tak sadar kan diri.
"Mas,kenapa kamu bisa begini mas,aku sudah hubungi kami berkali-kali tapi tidak bisa" isak Sena
__ADS_1
"Aku yang salah mas tapi kenapa justru kamu yang mendapatkan musibah" ujar Sena pelan,dia merasa bersalah karena sudah terlalu dekat dengan adik iparnya itu.
"Mas,cepat sembuh aku ingin melihat kamu kembali tersenyum dan memanggil ku,aku janji mas akan merawat kamu" ujar Sena lagi
Meskipun sang suami terlalu cuek Sena tetap mencintai Alex.
Sena keluar dari ruangan Alex karena sang suami akan di siapkan untuk menjalani operasi pemasangan pen.
"Bagaimana mas Alex mbak?" tanya Erick ikut khawatir
Sena menggeleng kan kepala nya dan menangis dia tidak bisa menceritakan kondisi Suaminya saat ini karena memang belum ada perkembangan.
"Mbak jangan menangis ada aku di sini" ujar Erick menarik Sena kedalam pelukannya,Sena ingin berontak tapi Erick dengan lembut memperlakukan nya membuat Sena lagi-lagi merasa terhipnotis oleh lelaki tampan ini.
"Rick kamu pulang saja,biar aku sendiri di sini,mas Alex harus operasi" ujar Sena, tadi dia yang meminta Erick datang tapi melihat kelakuan Erick yang ingin terus menempel pada nya membuat Sena takut.
"Mbak mana bisa aku membiarkan kamu sendiri di sini,aku akan menemanimu" ujar Erick lagi
"Tapi kamu harus kerja Rick"
"Kamu lebih penting mbak" tegas Erick membuat Sena menghela nafas panjang,Erick benar-benar keras kepala,Sena takut Erick bertindak macam-macam dan di lihat oleh Alex nanti nya.
"Tunggu di sini sebentar aku pergi dulu" pamit Erick dan di anggukki Sena justru Sena berharap Erick tidak usah datang kembali.
__ADS_1