Terjebak Rasa Cinta

Terjebak Rasa Cinta
pergi


__ADS_3

Alex memasang CCTV tersebut di dalam kamar nya saat Laura mandi dan CCTV ini bisa menyadap suara bentuk nya kecil seperti miniatur mainan agar tak menimbulkan kecurigaan Laura.


Alex sengaja memasang di kamar dan arah masuk ke kamar nya.


"Mas kamu sudah pulang?" tanya Laura saat keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk putih.


"Hmmmm"


"Tumben cepat mas, nggak ada kerjaan?"


"Tidak ada pekerjaan,tapi besok aku harus pulang malam ada proyek yang harus aku tinjau di ujung kota"


"Bersama Toni?" tanya Laura lagi


"Tidak bersama Rani tapi Toni akan menghandle pekerjaan ku di kantor, kenapa? kamu butuh sesuatu? atau butuh Toni?" tanya Alex karena memang Alex menugaskan Toni sebagai asisten Laura untuk sementara waktu ini


"Tidak,hanya bertanya saja" jawab Laura sambil mengenakan pakaian nya sedang kan Alex memilih keluar kamar.

__ADS_1


***


Sena merapikan semua pakaian nya seperti nya dia memang harus pulang ke kampung halaman nya terlebih dahulu di Jakarta hanya membuat nya menjadi gila, melihat sang suami dengan wanita lain meskipun dia sendiri dan Erick juga memiliki hubungan pacaran tapi Sena tetap tidak bisa,hati nya hancur.


Sebelum Erick datang dia harus lebih dulu pergi karena jika ada Erick dia akan terus berusaha menghalangi Sena.


Sena membawa semua pakaian nya dia tidak ingin kembali lagi ke Jakarta untuk urusan perceraian biarlah Alex yang mengurus nya dia tidak ingin berurusan lagi toh dia juga tidak berniat untuk menikah dalam waktu dekat ini,dia ingin menata hati nya terlebih dahulu dan mencari ketenangan.


"Selamat tinggal Jakarta, selamat tinggal kenangan, terimakasih sudah hadir selama ini" Ujar Sena sambil mengisak


Taksi yang di pesan nya sudah sampai di depan apartemen dengan langkah pelan tapi pasti Sena berjalan dia akan meninggalkan semua kenangan nya bersama Alex dan Erick.


***


"Sena..... sayang" panggil Erick saat masuk ke dalam apartemen Sena yang gelap


"Sena" panggil Erick lagi tapi tak ada jawaban

__ADS_1


Erick menghidupkan lampu mencari sosok kekasih nya itu tapi tak menemukan Sena,hal pertama yang di cari Erick adalah pakaian Sena yang sudah tak bersisa.


"Ssstttt sial,dia benar-benar pergi" gumam Erick kesal


Erick mencari ke balkon dan kiri kanan tapi Sena benar-benar pergi membuat Erick terduduk lemah,di lihat nya sepucuk kertas di atas meja hias Sudah pasti itu pesan dari Sena.


Erick segera membaca nya dan meremas kertas tersebut.


"Aaagggggkkk,kenapa kamu tinggalin aku na, Sia-sia sudah pengorbanan ku selama ini, sia-sia sudah perjuangan ku saat ini"pekik Erick


Erick melempar kertas itu sembarangan arah


"Gue nggak bisa diam,gue harus cari Sena tapi di mana kampung nya, nggak mungkin gue tanya mas Alex" gumam Erick bingung,jika bertanya pada Alex Sudah pasti Alex akan tau kepergian Sena dan Alex juga akan mencari nya.


"Sial.... benar-benar sial" pekik Erick


Erick merogoh kantong nya mencari ponsel dan mencoba menghubungi Sena ternyata sudah tidak aktif,Sena pasti sengaja mematikan ponsel nya agar tidak ada yang bisa menghubungi nya.

__ADS_1


"Tante Ulan" pikir Erick,ya mama Alex tapi tidak mungkin malam-malam begini Eric menghubungi tante Ulan


Erick menghela nafas berat dia harus menunggu matahari terbit agar bisa mencari cara agar Tante Ulan tidak curiga pada nya.


__ADS_2