
Sena terbangun dari tidurnya dia merasa tubuh nya sedikit tidak enak, kepalanya terasa pusing seperti nya dia sedang tidak baik-baik saja mungkin karena terlalu banyak menangisi Alex.
"Tok....tok..."
"Sayang bangun" panggil Erick dari luar
"Sayang"
"Iy-a Rick" jawab Sena malas,dia sedang tidak ingin di ganggu saat ini baik dengan Erick apalagi Alex.
"Sarapan dulu sayang,nanti keburu dingin,aku bawa nasi goreng seafood loe"
"Duluan saja,aku sedang tidak berselera" pekik Sena
"Ayo lah sayang, sedikit saja, tidak baik kalau kamu tidak sarapan" bujuk Erick membuat Sena bangkit dengan enggan nya saat membuka pintu kamar nya.
"Aku benar-benar tidak -"
"Cup"
"Erick.....!!!" pekik Sena marah dia sedang tidak ingin bercanda tapi Erick justru mencium nya.
"Morning kiss sayang"ucap Erick sambil tersenyum manis
"Aku tidak suka ya Rick!" ketus Sena,mood nya benar-benar buruk pagi ini di tambah Erick mencium nya di saat Sena belum mandi bahkan gosok gigi pun belum.
"Sudah ayo sarapan dulu"
"Kamu saja" tolak Sena masuk kembali ke dalam kamar lalu mengunci nya membuat Erick menghela nafas berat bagaimana cara nya Sena dan Alex segera bercerai agar Sena tidak memikirkan suaminya itu lagi.
****
__ADS_1
"Mas sarapan dulu yuk,bibi sudah masak banyak loe mas" ajak Laura
"Semalam kamu kemana mas,aku mencari mu tapi kamu tidak ada?" tanya Sena
"Ada urusan" jawab Alex dengan nada malas,dia sama sekali tidak merasakan bahagia bersama Laura justru dia merasa ada yang kurang setelah Sena pergi dari hidupnya.
"Mas sesekali ajak aku ke perusahaan mas dong" pinta Laura
"Buat apa?"
"Ya aku juga ingin tau dan di kenalkan sebagai istri kamu mas"
"Jangan sekarang,aku masih terlalu sibuk" tolak Alex,dia masih memikirkan cara agar bisa berbaikan dengan Sena.
"Lalu kapan mas? aku juga ingin kaya' istri pengusaha yang lain nya mas,kamu terlalu sibuk hingga tak ada waktu untuk ku" rengek Laura membuat Alex pusing,Sena tidak seperti ini dia lebih suka dengan rutinitas nya di rumah.
"Aku juga ingin seperti sosialita di luar sana mas menenteng tas mahal lalu main ke perusahaan suaminya,di ajak shopping, belanja bersama mas"
"Cukup ra!!! aku sedang banyak pekerjaan kamu harus mengerti itu" pekik Alex lalu segera pergi membuat Laura terdiam.
Alex berpikir sejenak Sena tak pernah merengek pada nya bahkan di saat dia tak memiliki waktu sedikit pun untuk Sena perempuan itu tetap tersenyum saat dia pulang tidak seperti Laura yang terus merengek manja membuat Alex pusing.
****
Alex mengusap wajah nya saat sudah sampai di meja kerja dia benar-benar tidak bisa berpikir jernih saat ini, yang ada di pikiran nya hanya Sena, bagaimana cara nya dia bisa berbaikan dengan Sena tanpa ada nya perceraian.
Alex mengambil ponselnya dan menghubungi Sena tapi tidak ada jawaban atau jangan-jangan Sena Sudah memblokir nomor nya pikiran Alex.
Alex segera menghubungi Erick.
"Hallo Rick kamu di mana?"
__ADS_1
"Di apartemen kenapa mas?"
"Apartemen Sena?" tanya Alex lagi
"Hmmmm" jawaban Erick yang terdengar malas
"Rick berikan ponsel mu pada Sena,aku ingin bicara dengan nya"
"Tapi mas-"
"Rick tolong aku hanya ingin menanyakan kabar nya saja"
"Mas Alex mau bicara"ujar Erick memberikan ponsel nya tapi di tolak oleh Sena
"Mas,dia tidak mau mood nya sedang buruk pagi ini bahkan untuk sarapan saja dia tidak mau mas"jawab Erick membuat Alex khawatir
"Ya sudah Rick sampai kan salam cinta ku untuk nya"
"Iya" jawab Erick malas,dia langsung menutup ponselnya
"Apa kata mas Alex?" tanya Sena
"Kalau kamu tidak mau ya sudah jangan harap dia menghubungi mu lagi" itu kata nya
"Begitu?" tanya Sena
"Iya"
"Ya sudah aku juga tidak mau di hubungi oleh nya kenapa dia masih menanyakan aku pada mu,dasar lelaki plin-plan tukang selingkuh" kesal Sena lalu menghentak kan kaki nya dan berjalan ke arah kamar, hatinya benar-benar sakit oleh Alex yang merasa tidak bersalah sama sekali.
"Seperti nya bercerai memang jalan yang baik,oke aku akan mengajukan gugatan cerai hari ini" ucap Sena sambil mengusap air mata nya
__ADS_1
"Jangan harap lagi kita bisa kembali mas" ujar Sena lagi