
Setahun kemudian....
Sena sedang menggendong anak lelaki dengan penuh kasih sayang,lima bulan sudah umur bayi nya ini terkadang Sena sering menangis sendiri memikirkan nasib nya,ntah bisa atau tidak nanti Sena memberi kan yang terbaik untuk anak nya, ingin rasanya Sena bekerja tapi dia tidak bisa meninggalkan anak nya bersama Nenek Raodah karena perempuan itu sudah sangat tua.
"Huks.....huks....huks..." terdengar suara batuk sejak semalam,Nenek Raodah sudah dua hari ini sakit.
"Aku pergi dulu ya nek,beli obat" ujar Sena
"Kemana nak? Kita tidak punya uang"
"Nek, biarkan aku keluar cari pekerjaan atau apapun yang bisa menghasilkan uang agar nenek bisa beli obat"
"Di luar sana banyak orang jahat Sena kamu tidak akan bisa, kasihan anak mu"
"Nek,aku hanya sebentar setelah mendapatkan obat aku akan langsung pulang"kekeh Sena
Sena tetap pergi membawa anak nya keluar karena di tinggal tidak akan mungkin,Anak nya masih menyusu pada nya.
Sena berjalan menelusuri lorong, memang jalan ke rumah nenek Raodah sangat sempit hanya bisa di lewati pejalan kaki saja.
__ADS_1
Sambil menggendong sang anak dengan kain panjang yang sudah lusuh Sena terus berjalan, sebenarnya perempuan bertubuh langsing ini bingung kemana dis harus pergi karena hampir satu tahun ini dia tidak pernah keluar dari rumah lagi.
Sena melihat kiri-kanan di mana dia bisa mendapatkan uang dan akhirnya Sena mendapatkan ide,dia harus ke pasar untuk membantu ibu-ibu membawa belanja jadi ojek berjalan setidaknya bisa untuk membelikan obat sang nenek.
Di seka nya keringat yang sudah membasahi pipinya,kulit Sena masih putih seperti dulu hanya saja sedikit lebih kusam karena memang dia tidak pernah perawatan lagi.
Sena berjalan hilir mudik mencari siapa yang membutuhkan bantuan nya, untung nya anak nya diam di dalam gendongan.
Ada beberapa orang yang kasihan melihat Sena dan memberikan nya uang,Sena berterima kasih akhirnya dia bisa memegang uang untuk membeli obat.
Hari sudah semakin siang,Sena melihat di tangan nya sudah dapat uang 100 ribu setidaknya dia bisa beli obat batuk dan makanan untuk sang nenek.
"Semoga nenek cepat sembuh" gumam Sena bahagia.
Saat keluar dari Apotik Sena menabrak seseorang.
"Brugk"
"Aww"
__ADS_1
"Hoek.....hoek"
"Cup...cup.....diam sayang" bujuk Sena mengelus lembut punggung sang anak, mungkin terkejut karena bertabrakan dengan seseorang tadi.
"Maaf bu saya buru-buru tadi" ujar Sena menatap perempuan yang di tabrak nya
"Se-na"
"Maaf bu,saya bukan Sena, anda salah orang" elak Sena segera pergi
"Sena...ini mama Sena" pekik Mama Indah,dia masih ingat betul kalau itu menantu nya
Sena berjalan cepat meninggalkan Mama Indah yang kebingungan mencari nya.
Sena terus mengusap punggung sang anak agar tidak menangis karena dia tengah bersembunyi,Sena tidak ingin bertemu lagi dengan keluarga Alex dia terlalu malu dengan apa yang di perbuat nya dulu.
"Sena di mana kamu" gumam Mama Indah, dia ingin memeluk tubuh sang menantu tapi kenapa Sena malah lari,apa kesalahan yang di perbuat Alex hingga Sena meninggal kan Alex begitu saja,lalu siapa anak yang di gendong Sena tadi,cucu nya kah?
Mama Indah melihat kiri kanan tapi tidak tampak lagi Sena.
__ADS_1
"Maaf kan aku ma,aku tidak pantas untuk menjadi seorang menantu" batin Sena sambil menahan tangis nya.