
Sena merapikan penampilan nya karena baru saja selesai mandi, tubuh nya sudah terasa segar kembali.
"Harum banget mau kemana mbak?" tanya Erick yang baru bangun dan mendekat pada Sena.
"Memang nya kalau harum selalu identik dengan pergi"
"Tapi harum nya beda jadi pengen cium!" ujar Erick langsung mencium pipi Sena membuat Sena terkejut,,Erick memang sering bertindak semaunya.
"Rick jangan aneh-aneh deh, sudah aku bilang ini rumah sakit!"
"Terus kenapa? nggak ada larangan nya kan,kalau ada tulisan di larang mencium baru bisa mbak"
"Mana mungkin ada tulisan seperti itu,gila kamu" kesal Sena
"Mau jalan?"
"Benar-benar gila kamu ya, gini-gini aku masih punya perasaan lah, suami ku sedang koma mana mungkin aku mau keluyuran"
"Mbak ku sayang mas Alex itu hanya kecelakaan kecil nggak bakalan dia mati"
"Nggak ada hati ya kamu Rick,mas Alex itu kakak kamu loe,kamu malah seenaknya bilang begitu"
"Ya sudah, terus mbak mau nya gimana?"
"Berdo'a kek supaya cepat sadar dan biar bisa kumpul lagi"
"Aku do'a nya supaya mbak dan mas Alex cepat pisah biar bisa nikah sama aku"
"Mimpi kamu"
__ADS_1
"Jadi mbak nggak mau nikah sama aku"
"Ya nggak lah" jawab Sena mengalihkan pandangannya
"Ya udah aku cari suster semalam aja"
"Sana cari jangan ke sini lagi,jangan cium-cium aku lagi, pergi sana" kesal Sena
"Cie....cie,,ada yang cemburu, cemburu tanda nya cinta mbak" goda Erick membuat Sena memukul lengan ipar nya ini pelan,Erick menatap Sena lekat dan terjadi lah ciuman pelan yang berujung nafsu membuat mereka saling tak bisa mengendalikan diri.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka membuat Sena mendorong tubuh Erick cepat,dia cepat-cepat merapikan penampilan nya agar tidak ada yang curiga dengan apa yang baru saja terjadi.
"Maaf mengganggu saya ingin menyampaikan kalau pasien sudah siuman dan mencari bu Sena"
"Sudah sadar sus?"tanya Sena
"Iya Bu"
Suster tersebut pamit dan Sena segera merapikan penampilan nya lagi takut kalau Alex curiga.
"Sudah cantik nggak usah di poles lagi"ketus Erick
"Biarin" jawab Sena cuek dan segera keluar tapi tangan nya di tahan oleh Erick
"Rick lepas"
"Jangan mau di cium mas Alex mbak"
"Dia suami ku Rick"
__ADS_1
"Pokok nya jangan,aku tidak suka" kekeh Erick lalu melepaskan tangan Sena.
Sena segera keluar menghampiri Alex yang sudah sadar.
"Mas Alex kamu sudah sadar mas,apa yang sakit?" tanya Sena sambil memegang pipi Alex dan terlihat jelas raut wajah khawatir nya.
"Na...maaf kan aku na" Ujar Alex pelan
"Iya mas,aku maaf kan aku akan jaga mas dengan baik di rumah,mas jangan pergi tanpa kabar lagi ya,aku benar-benar takut" isak Sena dan memeluk tubuh sang suami.
"Awww" ringis Alex karena Sena menyentuh luka nya.
"Maaf mas,maaf aku begitu menghawatirkan mu" ujar Sena menangis
"Iya sayang sini peluk aku,aku juga minta maaf sudah membuat kamu cemas" pinta Alex dan di ikuti Sena dengan hati-hati.
Erick melihat semua apa yang di lakukan Sena dan Alex membuat nya terbakar api cemburu.
"Kamu menginap di sini sayang?"
"Iya mas aku khawatir kalau kamu tidak sadar-sadar,jujur aku takut mas kalau jadi janda"
"Alhamdulillah aku tidak kenapa-kenapa sayang, palingan dua atau tiga hari lagi aku sudah bisa pulang"
"Tidak usah buru-buru mas,di sini saja sampai pulih aku akan menjaga mu"ucap Sena yang takut kalau di rumah dia tidak bisa fokus menjaga Alex karena ada Erick yang akan selalu mengganggu nya.
"Tapi banyak pekerjaan sayang"
"Mas!! lebih penting kesehatan mu,kalau kamu terus memikirkan pekerjaan bisa-bisa aku jadi janda muda! apa kamu mau?" marah Sena
__ADS_1
"Sayang tolong lah-"
"Stop....kita di sini dulu sampai kamu benar-benar pulih,aku tidak mau ambil resiko untuk itu mas" potong Sena tegas membuat Alex tidak bisa bicara lagi,dia hanya ingin menghubungi sang asisten agar menjaga Laura istri muda nya di sana.