
Alex pulang dengan langkah gontai, serasa dia enggan untuk melangkah pulang kerumahnya tapi dia harus tetap pulang untuk melihat Laura yang sedang hamil anak nya.
"Kamu sudah pulang mas,dari mana?" tanya Laura saat Alex masuk ke dalam kamar.
"Aku lelah ra, ingin istirahat" jawab Alex
"Mas,aku nanya mas kenapa kamu justru seperti menghindar begitu"
"Ra, please aku sedang tidak ingin bertengkar"mohon Alex
"Siapa yang mengajak bertengkar mas,aku nanya kamu dari mana? dari awal kita menikah aku tidak mengetahui lagi tentang kamu mas,siapa perempuan yang pingsan di acara itu karena aku melihat nya juga di rumah sakit saat kamu kecelakaan bukan! siapa dia?"
Alex terdiam sejenak memang Alex tak pernah bercerita tentang kehidupan nya sejak mereka berpisah bahkan Alex tak bercerita siapa Sena.
"Dia Sena"jawab Alex dingin
"Mas,aku perlu penjelasan kamu"
"Tolong aku sedang tidak ingin di ganggu saat ini,besok akan aku jelas kan" jawab Alex
"Sekarang mas" pinta Laura
__ADS_1
"Kamu bisa tidak memberikan ku ruang ra,kepala ku pusing sekarang" bentak Alex membuat Laura memundurkan langkahnya dan pergi meninggalkan Alex sendiri tapi Alex tak berniat mengejar Laura dia sedang tidak bisa berpikir jernih saat ini.
"Kenapa Ra?"
"Mas, kanapa kamu ke sini?" tanya Laura melihat Toni sang asisten Alex menghampiri nya
"Kamu kenapa?"
"Tidak kenapa-kenapa,hanya di dalam gerah mas, mungkin efek kehamilan ku ini" jawab Laura lagi
"Kenapa dengan anak kita?"
"Mas jaga bicaramu,ini rumah mas Alex"ucap Laura melihat kiri kanan takut jika ada yang mendengar ucapan Toni atau ada yang sedang melihat mereka berdua.
"Mas!!! aku tidak suka ya kalau kamu terus menerus mengawasi ku,kamu masih ingat kan perjanjian kita, kamu yang meminta ku kembali dan sekarang kamu pula yang cemburu nggak jelas gitu"marah Laura
"Ya,aku pikir kamu bisa pergi sesuka hati dan kita masih bisa bertemu setidaknya di hotel tapi sekarang justru kamu sulit di temui ra,kamu tau kalau aku kangen sama kamu"
"Sudah mas aku tidak mau kalau mas Alex melihat kita,dia bisa curiga dan semua rencana yang kita susun akan berantakan" ingat Laura
Laura ingin segera pergi tapi Toni menarik tangan nya membuat pembantu Alex melihat mereka dan curiga.
__ADS_1
Toni mencium kening Laura membuat pembantu Alex terkejut dengan apa yang dia lihat.
Laura segera pergi takut ada yang melihat nya.
****
"Pa,apa papa tidak curiga dengan kehamilan Laura?" ujar mama Alex
"Maksud mama?"
"Kita sama-sama tau kan pa Alex dan Sena terus berusaha untuk mendapatkan anak tapi tiba-tiba Laura datang dan mengabarkan hamil,mama sama sekali tidak percaya"
Papa Alex terdiam sejenak memang sedikit aneh tidak mungkin Laura hamil anak Alex,tapi jika bukan anak Alex anak siapa pikir nya.
"Lalu anak siapa ma?"
"Biasa saja dia menjebak Alex pa,papa tau sendiri bukan perempuan itu gila dia bisa saja ingin menguasai Alex dengan cara menipu begini"
"Aku harus cari tau ma,papa harus musnahkan perempuan itu dari dulu dia selalu menyusahkan kita, Alex keterlaluan bisa-bisa nya selalu terjebak dengan perempuan itu,papa sudah bahagia dia menikah dengan Sena dan sekarang justru membuat Sena kecewa,besok mama temui Sena ma takut nya Sena justru meminta cerai dari Alex" ucap papa Alex khawatir
"Iya pa,besok mama akan bicara pada Sena,papa secepat nya cari bukti kalau itu bukan anak Alex agar bisa membuang perempuan iblis itu"
__ADS_1
"Iya ma,do'a kan saja bisa selesai segera ya! papa juga tidak mau berurusan dengan Laura itu ma"