Terjebak Rasa Cinta

Terjebak Rasa Cinta
Kamar inap


__ADS_3

"Mbak ayo istirahat dulu" ajak Erick


"Bagaimana aku bisa istirahat sedang kan mas Alex belum sadar kan diri Rick"


"Mbak tadi aku sudah bicara pada dokter, mungkin karena masih ada efek bius nya,besok kemungkinan besar mas Alex sudah sadar"jelas Erick


"Kamu saja yang tidur aku tidak mengantuk"


"Mbak aku sudah minta ruangan khusus untuk mas Alex,jadi sekarang karena mas Alex masih di ruang ICU kita dulu yang menempati nya,apa mbak mau menunggu di sini? mbak lihat kan banyak nya keluarga pasien lain bisa-bisa mbak yang sakit di sini,lalu siapa yang mengurus mas Alex nanti kalau mbak sakit" bujuk Erick membuat Sena berpikir sejenak benar yang di katakan ipar ku nya ini karena dokter sudah mengatakan untuk merawat sang suami saat keluar nanti.


"Ya sudah tapi kamu jangan macam-macam Rick, ini rumah sakit aku tidak mau image ku menjadi buruk" ingat Sena dan diangguki Erick dengan tersenyum tipis


Sena membaringkan tubuh nya di sofa sedangkan Erick duduk di sofa yang satunya lagi sambil bermain ponsel.


"Mbak tadi aku sudah minta sama bibi untuk siapkan baju mbak dan aku,terus pak Dadang yang akan antar ke sini"


"Kamu pulang saja tidak usah menginap di sini,besok kan kamu harus kerja"


"Tadi aku sudah minta sama Pak Herman wakil CEO untuk menghandle terlebih dahulu karena mas Alex kecelakaan"


"Kenapa pak Herman,Toni kan ada" ujar Sena, karena dia tau Toni adalah orang kepercayaan Suaminya


"Toni sedang tugas keluar kota"


"Rick kamu tau kenapa mas Alex bisa kecelakaan sendiri? biasanya dia selalu di sopirin sama Toni atau dengan sopir kantor" tanya Sena curiga


"Aku tidak tau mbak"jawab Erick cepat

__ADS_1


"Lagian aneh deh kok mas Alex bisa kecelakaan di sana,itu kan ujung kota Rick apa yang mas Alex lakukan? "


"Mungkin ada pekerjaan atau proyek di sana,bisa saja kan? tidak semua pekerjaan harus aku tau mbak" jawab Erick dan di anggukki Sena pelan,dia memang tidak tau tentang perusahaan selama ini,dulu mau mendaftar sebagai karyawan tapi keburu di lamar Alex hingga dia tidak jadi bekerja.


"Sudah jangan di pikirkan lagi mbak tidur saja dulu,atau mbak mau aku keloni" goda Erick membuat Sena menggeleng cepat.


"Ngaco kamu,ini rumah sakit"


"Jadi kalau nggak di rumah sakit mau nih"


"Udah deh Rick jangan yang aneh-aneh aku mau tidur" ucap Sena menarik selimut nya dan berusaha memejamkan mata tapi tetap saja sulit untuk tidur.


Erick masih sibuk dengan ponsel pintar nya terlihat lelaki tampan ini sesekali memijat kepala nya melihat angka-angka yang tertera di layar ponsel.


"tok..tok...."


"He,ada mas tampan" ujar sang suster


"Kenapa sus?"


"Ini mas saya mau mengantarkan ini tadi titipan dari sopir nya mas"l, di taruh di mana?"


"Oh...baju,sini sus! terimakasih ya"


"Sama-sama mas kalau ada perlu bilang saja ya,jangan malu-malu,saya siap membantu"


"Iya" jawab Erick tersenyum tipis

__ADS_1


"Atau mau saya temani di sini?"


"Tidak usah ada ipar saya kok" tolak Erick cepat dan menunjuk pada Sena yang terbaring di sofa.


Sang suster melirik ke arah Sena lalu segera pamit.


"O....wajar saja mau cepat-cepat ambil kamar ada incaran nya toh" ujar Sena setelah suster tersebut pergi


"Belum tidur?"


"Kenapa suruh aku tidur,kamu mau pacaran?" sindir Sena


"Kamu cemburu sayang" goda Erick


"Ck..... sorry ya bukan satu level" jawab Sena kesal,ntah kenapa api cemburu datang di saat melihat Erick di goda oleh perempuan lain.


"Hahaha.....aku senang lihat kamu jutek gini tambah cantik" ujar Erick memegang dagu Sena lalu meletakkan tas pakaian Sena


"Apaan sih sana jauh-jauh minta temani suster itu"


"Beneran?"


"Iya sana" usir Sena saat Erick mendekat


"Ya sudah kalau begitu aku pergi " ucap Erick keluar dari kamar rawat Alex


"Sial.....apa semua lelaki itu buaya? kalau nggak buaya sedingin kulkas kaya mas Alex!!! kenapa nasib ku begini amat ya" umpat Sena kesal lalu mengambil ponselnya, kantuk nya hilang seketika karena cemburu melihat Erick.

__ADS_1


Erick sengaja keluar kamar karena sedang mengangkat telpon dari asisten nya.


__ADS_2