
Dua hari sudah Alex di rawat di rumah sakit dan kondisi nya kini sudah mulai membaik,pagi ini Sena menyuapkan sang suami sarapan pagi nya.
"Mas minum obat nya dulu ya" ujar Sena dan di anggukki Alex, melihat Sena yang mengurus nya dengan telaten membuat hati Alex merasa bersalah dia benar-benar merasa sudah mempermainkan Sena selama ini padahal cinta Sena tulus pada nya.
"Sayang maaf kan aku ya" ujar Alex menarik yang Sena dan mencium nya
"Buat apa minta maaf mas semua nya sudah terjadi kan sekarang yang harus mas perbaiki cara mas terhadap ku,jangan gila kerja" ujar Sena,dia pikir Alex minta maaf karena kecuekan nya selama ini.
Alex mengangguk pelan dan berkali-kali mencium tangan Sena membuat Sena tersenyum manis.
"Mas istirahat dulu ya, tidur! aku mau mandi,gerah mas belum mandi" ucap Sena
Sena mengambil baju nya di tas dan peralatan mandi nya, ruangan yang di pilih Erick cukup nyaman dan besar membuat Sena betah di sana.
Sena yang beberapa hari ini tidak sempat keramas jadi mandi sedikit lama membuat Alex benar-benar tertidur, Erick masuk ke dalam ruang rawat inap Alex dan melihat kakak nya sedang tertidur,dia melirik kiri kanan tidak ada Sena tapi di mendengar suara dari kamar mandi membuat Erick menunggu Sena di depan pintu kamar mandi,saat Sena keluar Erick segera mendorong tubuh Sena dan mencium nya membuat Sena tak bisa berbuat apa-apa, ingin teriak tapi takut Alex tau dia berusaha berontak tapi Erick tak melepas kan nya membuat Sena benar-benar merasa bersalah pada Alex karena sudah berani bermain api di belakang sang suami.
"Erick kamu gila ya,ada mas Alex di luar" ujar Sena sepelan mungkin
"Ya, sudah aku katakan berulang kali aku gila karena kamu sayang"jawab Erick santai
"Rick,lepas aku mau keluar"
"Tidak semudah itu sayang,aku masih kangen sama kamu,dua hari aku tinggal kan kamu semakin dekat dengan mas Alex,apa kamu sudah di ciumnya?"tanya Erick kesal
"Dia suamiku Rick! wajar kalau aku dekat dan dia cium!"
"Tapi dia tidak cinta kamu mbak,aku yang cinta sama kamu"
"Ngaco kamu Rick, sudah sana" usir Sena ingin keluar tapi Erick mengunci pergerakan nya.
__ADS_1
"Sayang.....Sena" pekik Alex dari luar membuat Sena ketakutan
"Rick, ayolah biarkan aku keluar mas Alex ada di luar Rick"
"Sayang, sudah mandi nya? mas mau buang air kecil" ujar Alex membuat Sena semakin ketakutan.
"Rick aku mohon biarkan aku keluar"
"Iy-a mas sebentar" jawab Sena dari kamar mandi
"Aku akan biarkan kamu keluar tapi dengan syarat"
"Apa?"tanya Sena cepat
"Jangan pernah tolak aku dan mulai hari ini ikuti semua apa yang aku mau, serta kamu jadi kekasih ku"
"Benar-benar gila kamu Rick,aku ini Kakak ipar kamu"
"Nanti mas Alex lihat kita Rick, ayolah"mohon Sena
"Itu lebih baik,agar dia menceraikan kamu dan kita bisa menikah setelah itu"
"Sena,, sayang aku sudah tidak tahan" pekik Alex lagi membuat Sena bingung
"Ya sudah,aku terima syarat nya tapi jangan sampai mas Alex tau hubungan ini"
"Yes....ok baby, terimakasih" ujar Erick mencium bibir Sena sekilas lalu membiarkan Sena pergi keluar.
Sena segera mendekat pada Alex
__ADS_1
"Kenapa lama sekali sayang?" tanya Alex
"Ak-u keramas dulu mas, terus pasang baju nya lama" bohong Sena
"Bantu mas berdiri,kamu pegang selang infus nya ya mas mas coba jalan" ucap Alex dan di anggukki Sena pelan,dia sedikit gugup karena Erick ada di dalam kamar mandi,apa sudah keluar atau belum karena terkadang tingkah Erick membuat nya takut.
"Pelan-pelan mas" ujar Sena sambil menuntun sang suami
Kamar mandi cukup jauh dari ranjang Alex dan terhalang tembok membuat Alex tidak melihat Erick keluar.
"Aku masuk saja ya mas takut nya nanti mas tidak bisa buka celana nya" ujar Sena dan diangguki Alex pelan,Sena melihat kiri kanan takut-takut nya masih ada Erick.
"Kenapa sayang? ada yang kamu cari?" tanya Alex
"Nggak, i-tu mas takut ada kecoa" alasan Sena membuat Alex tertawa kecil
"Ini rumah sakit cukup besar sayang, ruangan nya saja nyaman mana mungkin ada kecoa, ada-ada saja kamu"
Sena membantu sang suami membuka kan celana nya lalu menyiapkan air dengan satu tangan karena satu nya lagi memegang selang infus.
"Huuhhh lega nya"
Setelah membantu sang suami Sena berjalan kearah sofa karena dia belum menyisir rambut nya.
"Sayang, mas sudah bosan di sini,apa besok sudah boleh pulang?" tanya Alex
"Mas,di sini saja dulu sampai benar-benar pulih, tidak usah memikirkan yang lain nya" jawab Sena sambil berdandan
Alex memikirkan perusahaan nya karena tidak ada Toni di sana, semalam dia sudah mengabarkan pada Toni agar pulang dulu ke Jakarta karena dia kecelakaan.
__ADS_1
"Hubungi Erick sayang, minta dia datang,mas mau minta dia urus perusahaan dulu" ujar Alex membuat jantung Sena berdegup kencang,dia takut jika dia bertemu Erick saat ini karena dia tau Erick orang nya nekat.
"Iya ma-s" Jawab Sena gugup