
"1 M!!! gila kalian,di mana saya bisa dapat uang sebesar itu,kalian tau kan saya di sini juga sedang belajar bisnis" ujar Erick, sebenarnya jika hanya uang sebesar itu ada di rekening Erick tapi dia tidak mau memberikan nya begitu saja karena Erick merasa rugi.
"Lalu kami dapat apa? anda tau kan Laura sedang hamil pak dan saya di pecat,buat makan saja kami susah dan ini semua karena ide gila anda yang sudah membuat kami menjadi korban"
"Itu salah kalian lah,kalian yang bodoh tidak mengerti cara memanfaatkan keadaan,sudah enak tapi malah sampai ketauan,saya sudah katakan pada kalian jangan sampai ketahuan dan kamu jangan mengunjungi Laura dulu tapi kamu yang melanggar nya, sekarang tanggung sendiri akibat nya,kenapa malah saya yang harus bertanggung jawab" ujar Erick tak mempedulikan ucapan Toni.
"Anda jangan main-main dengan saya pak Erick, saya bisa laporkan pada pak Alex tentang anda selama ini dan siapa Anda"
"Hahahaha kamu mengancam saya? lakukan jika itu yang membuat mu senang mas Alex juga tidak akan percaya dengan kalian,dia tidak akan percaya jika belum ada bukti yang kuat,kalian punya bukti?? tidak kan! jadi jangan macam-macam dan mencoba mengancam saya, saya tidak akan takut justru saya bisa membalikkan keadaan dan hidup kalian tidak akan tenang" jawab Erick lalu segera pergi meninggalkan Toni.
Toni merasa kesal sudah di tipu oleh Erick hingga pekerjaan nya hilang sedangkan sang istri sedang hamil saat ini, bagaimana mereka bisa bertahan hidup kalau tidak ada uang.
***
"Sayang, kamu di rumah saja ya jangan ke mana-mana,nanti siang mas pulang,Lusa kita akan berangkat ke Singapura"
"Buat apa mas ke Singapura?"
__ADS_1
"Mas ingin kita berobat di sana"
"Berobat?"
"Ya kita akan temui dokter kandungan yang hebat,mas ingin kamu cepat hamil agar rumah kita tidak sepi lagi dan kamu tidak akan pergi-pergi lagi sayang, jujur mas takut! mas takut jauh dari kamu,maaf kan mas ya" ujar Alex dan di anggukki Sena pelan dia juga menginginkan semua itu.
"Kalau begitu mas berangkat kamu hati-hati di rumah"
"Iya mas" jawan Sena lagi,Sena mengantarkan Alex sampai ke depan pintu rumah dan menyalami punggung tangan Alex.
"Jangan ngebut-ngebut mas" pekik Sena sambil melambaikan tangan nya saat mobil sang suami mulai meninggalkan pekarangan rumah mereka.
Sena Sudah memblokir semua kontak Erick dia tak ingin Alex mengetahui hubungan gelap nya dulu,kini dia ingin hidup normal seperti pasangan suami istri umum nya.
"Semoga bisa" batin Sena
Erick masuk ke dalam rumah Alex dan mencari Sena sang kekasih dia merindukan Sena, beberapa hari di rumah orang tua Sena membuat Erick gerah melihat Alex yang selalu menempel pada kekasihnya ini.
__ADS_1
"Sayang" panggil Erick masuk kedalam kamar Sena,dia tau mobil Alex tidak ada lagi
"Erick,kena-pa kamu di sini?" tanya Sena gugup
"Untuk bertemu kamu sayang"jawab Erick menutup pintu kamar Sena, Erick benar-benar berani.
"Keluar rick,jangan ganggu rumah tangga ku,aku tidak mau Rick tolong lupakan aku,aku ini kakak ipar mu" ujar Sena tak di hiraukan Erick, Erick kini justru lebih berani untuk memeluk Sena.
Sementara itu Alex baru saja duduk dk kursi kebesaran nya dia sudah merindukan Sena sang istri padahal semalam mereka sudah bercinta hingga tiga ronde karena rasa rindu yang memuncak selama ini.
"CCTV nya belum aku lepas kan,aku bisa melihat sedang apa Sena, hufs kenapa aku jadi begini ya selalu merindukan nya" gumam Alex sambil meraih ponsel nya dan membuat CCTV yang sudah di sambung kan ke ponsel Alex.
Saat terbuka membuat darah Alex mendidih melihat Erick yang memaksa mencium Sena, hingga kini Sena terbaring di tempat tidur dan di tindih oleh Erick.
Alex segera mengambil kunci mobil nya pikiran nya sangat kalut.
"Rick aku mohon lepaskan aku"
__ADS_1
"Aku sudah bilang kan kalau kamu harus bercerai dari Alex dan kita menikah tapi kenapa kamu justru menerima keputusan untuk kembali,aku kecewa Sena" marah Erick sambil mencengkram kuat kedua tangan Sena hingga perempuan bertubuh mungil ini tidak bisa bergerak.
Sena tak bisa berbuat apa-apa Erick saat ini menguasai dirinya..