
"Kau tahu cerita tentang ibu tiri Alexa?"
Alexa yang sedang mengerjakan PRnya kini beralih pada Hera yang duduk di sampingnya.
"Apa itu Bibi Hera?" tanya bocah itu dengan raut heran.
"Ibu tiri adalah wanita yang akan menikah dengan ayahmu, yang akan menjadi pengganti ibumu."
Alexa tampak bingung namun mulai berpikir.
"Ah sayang, maksud Bibi adalah Kim. Pengasuh mu akan menjadi ibu tiri mu, kau tahu mereka akan menikah bukan?"
Alexa terdiam.
"Lalu kenapa memangnya dengan ibu tiri?"
"Oh sayang kau tidak tahu?"
Alexa menggeleng.
"Bibi mau bertanya padamu, apa kau suka ayahmu menikah?"
Alexa mengangguk polos.
"Menikah dengan pengasuh mu sendiri?"
"Kenapa dengan Bibi Kim? Aku menyukainya, apa masalah nya jika mereka menikah?" tanya balik Alexa bertambah bingung.
Hera mengelus rambut Alexa dengan lembut, lalu menyibak nya ke belakang telinga gadis kecil itu.
"Itu yang Bibi maksud, wanita yang akan menikah dengan ayahmu itu disebut ibu tiri."
__ADS_1
"Lalu?"
Hera menghembus napas kasar. Ia berdecak sendiri menyadari Alexa memang masih sangat kecil dan polos begitu mudah untuk dipengaruhi pikirannya.
"Ibu tiri itu adalah wanita jahat."
"Apa maksudmu Bibi?" Alexa berkerut kening mendengar perkataan jahat dari mulut Hera.
"Ibu tiri itu hanya mau menguasai ayahmu saja, dia tidak akan sayang padamu, ayahmu juga akan berubah, semua tidak akan sama lagi setelah mereka menikah nanti.
Alexa menyimak penjelasan dari Hera secara seksama, ia mendengar setiap ucapan demi ucapan yang Hera katakan padanya tentang sosok ibu tiri yang jahat sesuai cerita.
Alexa yang masih bocah itu berpikir keras tentang Kim, ia membandingkan sikap Kim dan sosok ibu tiri yang diceritakan oleh Hera.
Alexa menepis dengan pembelaan terhadap Kim yang ia anggap sebagai pengasuh terbaik yang ia miliki, namun Hera lagi-lagi meracuninya dengan bayangan-bayangan ibu tiri yang akan jahat setelah menikah nanti.
Alexa terdiam, ia bertanya-tanya sendiri.
Aiden dan Kim baru saja pulang dari pertemuan dengan keluarga Kim di restoran. Lelaki itu terus menggenggam tangan Kim hingga mereka mencapai kamar.
"Kembali lah ke kantor, aku baik-baik saja hanya butuh waktu luang untuk bernapas, pikiranku butuh istirahat," ucap Kim setelah mereka di depan pintu kamar Kim.
Aiden tahu Kim tidak baik-baik saja saat ini, pria itu mengangguk, ia tidak ingin memaksa gadis itu untuk bicara lebih banyak padanya, Kim tidak akan suka jika dipaksa.
"Baiklah, istirahat dan percaya bahwa kita akan baik-baik saja. Pertemuan tadi bukan apa-apa bagi ku," balas Aiden memeluk Kim.
Pemandangan itu dilihat oleh Hera dan Alexa yang hendak keluar kamar gadis kecil milik Aiden itu.
"Kau lihat? Bukankah ayahmu lebih memperhatikan pengasuh sialan itu dari pada kau akhir-akhir ini Alexa?"
Alexa hanya diam saja, matanya tidak berkedip melihat wajah Kim yang tampak manja di dada ayahnya. Alexa tidak pernah melihat sang Papa memperlakukan wanita seperti itu di rumah ini.
__ADS_1
Terlebih Hera sendiri yang selalu mengejar papanya namun tidak pernah digubris oleh Aiden.
"Mereka akan menikah Alexa, dia akan menjadi ibu tiri mu. Ingat!!! Ibu tiri itu wanita yang jahat! Bahkan sangat jahat," bisik Hera lagi dengan wajah puas sudah meracuni pikiran Alexa saat ini.
Gadis mungil itu masuk kembali ke kamarnya, Hera mengikuti lagi kemana Alexa.
Alexa kembali ke meja belajarnya, ia mengeluarkan peralatan melukis.
"Sayang, ayolah jangan muram seperti ini," tegur Hera.
"Aku mau melukis, jika tidak ada lagi yang Bibi mau katakan sebaiknya tinggalkan aku sendiri!" ucap Alexa dingin.
Hera tersenyum puas.
"Baiklah sayang, Bibi mau pulang dulu, belajar dengan rajin oke!"
Hera mengusap dan mengecup kepala Alexa sebelum pergi.
Satu sisi, Kim merenungi pertemuan tadi. Ia menatap wajahnya di cermin. Kamarnya yang berjarak tidak jauh dari kamar Alexa itu, membuatnya teringat sang anak.
Demi Alexa, pikir Kim. Ia harus tetap menikah dengan Aiden, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini lagi. Sungguh Kim tidak ingin Alexa punya ibu tiri, ia tidak bisa melihat putrinya tumbuh tanpa dirinya lagi.
Aiden mencintai nya, Kamila hanya soal masa lalu, lagi pula mana bisa Kim menyerah begitu saja pada kakak perempuan yang ia benci itu, terlebih mengalah pada calon mertuanya yang jelas tidak suka padanya.
Kim tidak akan gentar karena hal itu, Alexa adalah fokus utamanya setelah dilamar Aiden, lelaki itu mencintainya, ia tidak ingin hidup seperti ini terus.
Posisi Nyonya di rumah itu akan membuatnya dihormati semua orang, Kamila tidak akan berpengaruh pada perasaan Aiden jika ia tahu kelemahan pria itu nanti.
"Masa lalu hanya sebuah pengingat saja, Aiden akan menjadi milikku, Alexa tidak akan tumbuh tanpa ibunya," gumam Kim meyakinkan dirinya sendiri.
"Aku ibunya, bukan yang lain."
__ADS_1