Terjerat Cinta Pengasuh Arogan

Terjerat Cinta Pengasuh Arogan
Bab 23


__ADS_3

Kim keluar kamar bersamaan dengan Alexa yang juga keluar dari kamarnya. Gadis kecil itu tidak bisa menghindar pertemuan dengan wanita yang masih membuat moodnya memburuk.


Kamar mereka berhadapan, Alexa hanya diam seraya berjalan lebih dulu, Kim sedih putrinya masih bersikap dingin padanya.


"Alexa!" panggil Kim pada putrinya yang sudah bersiap pagi-pagi sekali untuk ke sekolah.


Alexa berhenti, ia menoleh pada Kim yang menyusul langkah nya. Bocah itu tidak menjawab.


"Bibi ingin bicara padamu boleh?" ucap Kim gugup.


"Aku akan berangkat sekolah, maaf." Alexa bicara dengan nada datar.


Kim merasa nyeri pada dada nya, bagaimana bisa hasutan Hera tempo hari bisa bertahan selama ini, berdampak pada hubungan mereka yang semakin dingin pikir Kim, Alexa tampak menghindar. Ternyata Hera mempengaruhi Alexa terlalu dalam.


"Alexa."


"Maaf Bi, aku sudah berjanji dengan temanku untuk datang lebih awal pagi ini, kami akan mengerjakan tugas di sekolah."


"Oh, baiklah..... Maaf!" sahut Kim menahan airmata nya.


Alexa meneruskan langkah tanpa menghiraukan Kim, Aiden yang baru saja keluar dari kamarnya melihat itu segera menghampiri Kim.


"Selamat pagi," sapa pria itu seraya mencium pipi Kim.


Kim melirik Aiden dengan malas, Aiden terkekeh.


"Kau kenapa?"


"Alexa menghindari ku lagi," jawab Kim pelan.


"Berhenti memikirkan yang tidak-tidak, putrimu hanya butuh waktu, percayalah..... Alexa masih kecil, dia belum mengerti apa-apa, aku sudah bicara padanya. Soal pernikahan aku rasa dia mulai mengerti."

__ADS_1


Kim menatap Aiden.


"Memangnya kau bicara apa?"


"Ada banyak hal yang kami bicarakan kemarin," balas Aiden sambil menggandeng tangan Kim untuk ikut turun dari lantai 2.


Kim menurut saja namun ia masih saja penasaran atas apa yang dibicarakan Aiden dan putrinya kemarin.


"Bicara apa saja? Aku ingin tahu!"


"Itu biarlah menjadi rahasia ayah dan anak!" sahut Aiden tersenyum.


Kim hanya bisa menghembus napas kasar dibuat pria itu. Namun senyum tipis terbit dari sudut bibirnya yang merona merah muda.


Aiden ke kantor, Alexa sudah juga berangkat sekolah. Kim tinggal seorang diri, ia merasa bosan dan kesepian, berniat mengunjungi temannya Olive namun urung saat seseorang datang ke rumah itu khusus menemuinya.


Kim menelan ludah saat berhadapan dengan calon mama mertua nya setelah diberitahu Eli bahwa wanita paruh baya itu datang untuk bicara dengan Kim.


Mereka bertemu di ruang kerja Aiden, Kim perlahan melangkah mendekat, Mama Aiden yang semula duduk di meja kerja anaknya kini berdiri saat Kim datang.


"Kenapa aku harus malu, ini rumah calon suamiku, kami akan menikah minggu depan," jawab Kim menegakkan kepalanya, meski tangannya berkeringat karena gugup namun ia tidak ingin lemah dimata wanita yang telah melahirkan Aiden itu.


Kim tahu, Mama Aiden datang tentu untuk menentangnya setelah mengetahui Kim adalah anak siapa.


"Cih, kau berani juga rupanya!" ucap Mama Aiden menatap Kim tajam.


Kim diam tanpa menjawab.


"Ternyata kau putri kedua Maharani, berani sekali masuk ke kehidupan putraku! Tidak belajar dari kakakmu rupanya!"


Kim masih diam, ia menunggu kalimat berikutnya, ia juga penasaran apa yang menyebabkan Mama Aiden memusuhi Mamanya.

__ADS_1


"Itulah takdir, siapa yang akan menyangka aku dan Aiden akan menikah meski masa lalu itu memang ada, aku juga baru tahu jika kakak ku adalah mantan kekasih Aiden."


"Belum terlambat jika kau mundur sekarang! Ku beritahu pada mu, menikah tanpa restu akan menuai kehancuran juga nantinya! Perlu ku ingatkan, aku membenci Maharani lebih dari apapun. Jadi jangan berharap aku bisa menerima keturunannya memasuki kehidupan ku!!!!" tegas Mama Aiden dengan nada tajam.


Perempuan itu menatap Kim dengan mata merah menyala saat membicarakan tentang Mama Maharani. Kim tahu kini bahwa perjalanan cintanya dengan Aiden tentu tidak akan mulus jika sudah menyangkut orangtua.


Namun Kim tidak mengubah niatnya karena takut pada Mama Aiden, Alexa lebih dari apapun baginya, ia tidak bisa membiarkan Alexa memiliki ibu lain selain dirinya.


"Kenapa Nyonya begitu membenci Mama ku?"


"Karena Maharani telah merebut kebahagiaan ku!!! Nenek dan Ibu mu telah merusak kehidupan keluarga ku, dan itu tidak termaafkan!!!!"


Kim terkejut, bukan hanya Mamanya namun juga sang nenek turut disebut oleh Mama Aiden sebagai penyebab hubungan kedua keluarga tidak membaik hingga sekarang.


Mama Aiden berjalan mendekati Kim dengan wajah marahnya.


"Tidak akan pernah ku restui Putra ku menikahi keturunan Maharani, kau atau pun Kakak mu!!!! Jadi mundur lah jika kau masih ingin hidup tenang!" sekali lagi Mama Aiden memberi ultimatum pada Kim yang masih berusaha berdiri tegak tanpa takut pada perempuan paruh baya itu.


Mama Aiden mengambil tasnya di atas meja, kemudian melewati Kim hendak pergi dari sana namun berhenti saat Kim menahannya.


"Tunggu Nyonya!"


Mama Aiden berhenti lalu menoleh lagi pada Kim.


"Aku tidak tahu menahu soal masa lalu Nyonya dan Mamaku, tapi Nyonya harus tahu bahwa Alexa adalah keturunan Maharani, Alexa adalah putri kandung ku, putramu menodaiku dan sudah seharusnya dia bertanggung jawab atas perbuatannya padaku, aku sudah bersabar hingga Alexa sebesar sekarang! Dan tidak ada penolakan untuk sebuah tanggung jawab besar!" ucap Kim dengan dada naik turun karena sesak.


Mama Aiden terdiam sejenak lalu ia menatap Kim lagi dengan mata yang besar.


"Apa Nyonya juga akan membenci cucu Nyonya sendiri hanya karena dia juga cucu musuh mu?"


Pertanyaan Kim membungkam mulut Mama Aiden, wanita paruh baya itu menelan ludah sekarang.

__ADS_1


"Alexa butuh orangtua yang lengkap, aku tidak akan membiarkan putriku mempunyai Ibu tiri, kami akan tetap menikah walau tanpa restu mu, aku yakin kan bahwa Aiden tidak akan berpaling dariku!!!"


"Cukup!" teriak Mama Aiden.


__ADS_2