Terjerat Cinta Pengasuh Arogan

Terjerat Cinta Pengasuh Arogan
Bab 18


__ADS_3

Kim mengetuk pintu kamar Alexa sebelum ia masuk.


Ia tersenyum melihat anak gadisnya sedang melukis, Alexa menuruni bakatnya dalam menggambar. Kim suka menggambar sejak kecil persis Alexa, menandakan bahwa mereka punya hubungan yang kuat.


"Hai sayang, kau sedang melukis apa?" tanya Kim saat mendekat, ia mengusap rambut Alexa dengan sayang.


Gadis mungil itu hanya diam, ia terus fokus pada gambarnya.


Kim tersenyum memperhatikan tangan mungil nan cantik itu menggambar dengan rapi, namun Kim mengerutkan dahi saat melihat apa yang sedang digambar oleh Alexa.


"Alexa, kau sedang membuat lukisan apa?" tanya Kim sekali lagi.


"Tentang anak yang diabaikan!" sahut Alexa dingin.


Kim terkejut. Ia melirik wajah diam Alexa yang dingin seperti mereka pertama kali bertemu.


"Ada apa Alexa? Kau butuh sesuatu sayang? Katakan padaku, kenapa kau diam seperti ini, yang ku tahu Alexa yang sekarang tidak pendiam lagi seperti dulu," tegur Kim penasaran.


Alexa masih diam. Ia sibuk menggambar apa yang sedang di kepalanya, Kim memperhatikan setiap polesan cat air yang Alexa mainkan di kertas gambar.


Sebuah gambar anak kecil yang duduk seorang diri, sedang di sisi lain ada wanita dewasa dengan wajah yang tertawa jahat.


Kim menjadi terkejut dibuat gambar itu.


"Alexa, kenapa kau menggambar ini? Kenapa tidak gambar pemandangan saja? Atau gambar hewan seperti yang sering kau buat?"


Lagi, anak itu hanya diam tanpa menjawab, Kim merasa lain di hatinya, kenapa dengan putrinya pikir Kim, padahal pagi tadi anaknya baik-baik saja.


"Alexa."


"Ini gambarku, terserah aku yang melukisnya!" balas Alexa dingin dan tanpa ekspresi, ia terus saja memoles kertas itu dengan cat air.


Kim terdiam saat mendapat jawaban dari anaknya, Alexa berubah pikir Kim.


"Sayang," lirih Kim hendak membujuk, ia menyentuh pundak putrinya.


Siapa yang akan menyangka, Alexa malah menghindar dan menjauh.


"Alexa kau kenapa?"


"Aku sedang fokus melukis, bisakah Bibi Kim keluar dari kamarku?"


Lagi Kim mendadak sesak mendapat penolakan tiba-tiba dari Alexa, putrinya tidak seperti biasa. Sejak mereka dekat, sudah sangat jarang Alexa bersikap dingin seperti ini pikir Kim.


Gadis kecil itu terlihat berbeda sekarang.

__ADS_1


"Bibi mendengar ku?" kata Alexa lagi.


Demi apa Kim menjadi sedih mendengarnya, ia hanya bisa mengalah dan keluar dari sana tanpa membantah.


"Baiklah sayang, lanjutkan gambarnya," sahut Kim sebelum berlalu.


Aiden pulang dari kantor, ia segera melihat putrinya di kamar seperti biasa. Ia tersenyum Alexa tampak tertidur.


Pria itu terkejut saat hendak keluar bertepatan dengan Kim yang hendak masuk.


"Hai, kau belum tidur?" tanya Aiden tersenyum.


Kim menggeleng.


"Kau kenapa?"


Aiden menarik tangan Kim dan menutup pintu kamar putrinya agar Alexa tidak terganggu.


"Apa Alexa sudah tidur?" tanya Kim.


Aiden mengangguk.


"Ada apa?" tanya Aiden heran saat melihat Kim murung.


Namun Kim tetap tidak baik-baik saja meski Aiden menghiburnya, mereka menikmati angin yang berhembus perlahan menerpa wajah di teras lantai dua rumah itu.


Aiden memeluk Kim dari belakang, ia mengecup pipi perempuan itu beberapa kali.


"Hentikan, pipiku jadi gatal!" elak Kim sambil menghapus jejak bibir Aiden di sana.


"Gatal? Kau pikir mulutku jamur?" sahut Aiden kesal.


Kim tertawa pelan, "Dasar jamur!" goda Kim terkekeh, ia menjadi terhibur melihat wajah Aiden yang menatapnya kesal, entah kenapa wajah itu kian menggemaskan karena tertapaan angin yang membuat sejuk wajah mereka.


Melihat Kim tersenyum lebar, membuat Aiden bertambah jatuh hati, gadis itu sungguh cantik jika dalam mood yang baik.


"Aku suka kau tertawa seperti ini, manis sekali!" seru Aiden setelah mengecup bibir Kim sekilas.


"Aku bukan gula, kau juga manis jika tidak sedang serius seperti biasa," balas Kim seraya memberi kecupan pipi yang lembut.


"Kau baru sadar rupanya," kekeh Aiden memeluk Kim gemas.


Mereka larut dalam gurauan singkat sebagai calon suami istri yang akan menikah tidak lama lagi. Aiden bahagia bisa menaklukkan Kim yang arogan, perempuan yang selalu menolaknya beberapa waktu lalu.


Pun Kim, ia tersenyum saat membenamkan wajahnya di dada Aiden, ia membayangkan kehidupan rumah tangga yang manis setelah menikah nanti, membayangkan Alexa bahagia punya ayah dan ibu kandung yang hidup bersama.

__ADS_1


Namun senyum nya pudar saat teringat wajah Kamila kemarin. Ah Kim mulai kesal lagi.


"Aku mau tidur," ucap Kim pelan.


"Tidur bersama ku?" goda Aiden.


Kim terdiam, entah kenapa saat mendengar kata tidur bersama yang Aiden ucapkan membuatnya bertambah sedih.


"Apa kau sudah pernah tidur bersama Kamila?" tanya Kim tiba-tiba.


Demi apa, pertanyaan itu membuat Aiden terkejut.


"Apa?"


"Apanya yang apa? Aku bertanya apa kau pernah tidur bersama Kamila?" ulang Kim lagi.


"Kim, yang benar saja. Jangan asal menuduh!" sanggah Aiden cepat.


"Kau sering menggoda ku dengan kata-kata tidur bersama, kau juga sering menawari ku untuk tidur bersama demi uang beberapa waktu lalu, kini kau berniat akan menikahi ku tapi masih saja melecehkan ku dengan ajakan tidur bersama, apa itu?"


"Apa semua wanita yang kau dekati kau ajak tidur di ranjangmu? Oh aku bisa gila memikirkan kau barangkali sudah meniduri kakak ku juga!"


Kim melepaskan diri dari Aiden. Dan pria itu ternganga mendengar ocehan Kim.


"Kim, tidak seperti itu juga. Aku hanya bercanda!" ucap Aiden bingung sendiri.


"Katakan padaku apa kau sudah tidur bersama Kamila?"


Aiden menggeleng cepat.


"Tidak sayang, kenapa kau berpikir jauh seperti itu? Aku tidak seperti yang kau bayangkan, aku tidak pernah melecehkan Kamila apalagi sampai mengajaknya tidur bersama, itu tidak mungkin, aku tidak akan menodai gadis yang ku....." ucapan Aiden menggantung, ia tampak salah tingkah sekarang.


"Maksud ku, tidak Kim.... Aku dan Kamila punya hubungan yang baik dulunya, bukan hubungan yang seperti kau tuduhkan, percaya padaku."


Aiden memeluk Kim.


"Ckkkk.... Mungkin kau mau mengatakan bahwa kau dan Kamila dulunya saling mencintai begitu? Hingga tidak akan kau nodai. Lalu aku? Kenapa kau terus saja melecehkan ku? Kau terus saja mengajakku tidur bersama? Apa kau tidak mencintai ku seperti kau mencintai Kamila?"


Aiden tergagap sendiri.


"Aku bukan perempuan rendahan Aiden, aku mabuk waktu itu karena aku lagi stress berat karena bertengkar dengan Kamila, aku mabuk bukan berarti aku bukan gadis yang tidak bisa menjaga diri, aku dijebak hingga berakhir di ranjangmu malam itu. Aku masih perawan, aku bukan wanita bayaran mu!"


"Bukan pula karena kita pernah tidur bersama satu kali itu artinya kau akan bebas bercanda tentang hal ini? Seharusnya malu atas apa yang telah kau lakukan padaku."


"Aku mau menikah denganmu karena Alexa, aku tidak mau dia punya ibu tiri, aku jatuh cinta padamu bukan berarti aku akan menyerahkan segalanya sebelum menikah, jadi jika kau beralasan bercanda, lain kali jangan bercanda tentang hal ini, aku tidak suka!"

__ADS_1


__ADS_2