Terjerat Cinta Pengasuh Arogan

Terjerat Cinta Pengasuh Arogan
Bab 20


__ADS_3

Alexa berdiri dari kursinya, gadis kecil itu berlari pergi dari sana.


Kim terkejut, pun Aiden tidak ada yang bisa menebak kejadian beberapa saat lalu.


Kim menyusul Alexa, Aiden pun sama. Mereka mengejar Alexa yang menangis saat ini.


"Alexa berhenti!" cegah Aiden saat menangkap tubuh mungil putrinya itu agar tidak berlari lagi.


Alexa tampak menangis dan marah.


"Sayang kau bisa bicara baik-baik tentang ini, jangan lari oke?" bujuk Aiden.


Kim melihat itu menjadi sedih, ada apa dengan putrinya pikir Kim.


Alexa menatap Kim lagi.


"Alexa jangan seperti ini, katakan padaku jika kau merasa ada sesuatu yang tidak kau suka dariku?" ujar Kim lembut, ia bahkan berlutut mensejajarkan diri dengan tinggi Alexa.


"Aku tidak suka kau menikah dengan ayahku!" jawab Alexa tajam.


Kim menelan ludah, Alexa bahkan menepis tangannya. Aiden bingung melihat reaksi Alexa yang tiba-tiba berubah seperti itu pada Kim.

__ADS_1


Wajah Kim menjadi pias mendapat penolakan yang tajam itu.


"Alexa, katakan pada Papa apa masalah mu hingga tiba-tiba berubah seperti ini?" tanya Aiden mengambil alih Alexa.


Kim mendadak lemas, ia tidak menyangka Alexa bisa semarah itu.


"Aku tidak mau punya ibu tiri!" sahut Alexa dengan cucuran air mata di pipinya yang mulus dan lucu itu.


Mendengar itu Kim ikut meneteskan airmata, sungguh Kim merasa sedih.


Melihat Kim menangis, lalu melihat pula tangisan putrinya membuat Aiden bingung sendiri saat ini, bagaimana ia menjelaskan pada Alexa tentang siapa Kim sebenernya agar anaknya tidak lagi menuduh dan berpikir yang tidak-tidak tentang Kim.


"Bibi Hera bilang ibu tiri itu jahat, Bibi Kim akan menjadi ibu tiri ku, dia hanya suka pada Papa saja dan tidak menyukai ku lagi, kalian sibuk sendiri, aku diabaikan, Papa tidak boleh menikah dengan siapa pun, aku tidak suka ibu tiri!!!!" ucap Alexa menggebu-gebu disela tangisannya.


Mendengar nama Hera membuat Aiden berdecak geram, ia tahu Alexa sudah dipengaruhi jika seperti ini sebab putrinya tidak akan bereaksi seperti ini jika tidak ada yang mempengaruhi pikiran anak kecil itu.


"Dan kau percaya pada Bibi Hera?"


Alexa mengangguk polos. Kim berpaling ke lain arah ia masih saja menangis meski sudah berulang menetralisir perasaannya saat ini. Kim tidak menyangka penolakan anak kandungnya sendiri bisa sesakit ini.


"Alexa, Mama mu tidak seperti yang kau kira."

__ADS_1


"Mama? Aku tidak akan memanggil nya Mama!" tolak Alexa kasar.


Aiden memejamkan matanya. Alexa menangis lagi. Kim tidak tega melihatnya.


"Alexa, kau harus tahu sebenarnya Bibi Kim adalah...."


"Aiden, jangan memaksa, mungkin Alexa butuh waktu. Aku mengerti, jangan memaksa untuk dia berpikir keras saat ini," cegah Kim menggeleng pada Aiden.


Aiden menghembus napas kasar dibuatnya.


"Baiklah."


Aiden membujuk anaknya untuk bicara berdua tanpa Kim agar Alexa leluasa mengeluarkan isi hatinya, Kim setuju. Perempuan itu kembali ke kamarnya sedang Aiden membawa Alexa ke mobil dan pergi entah kemana, yang pasti Aiden tidak membawa Alexa ke sekolah agar anak itu bisa tenang.


"Bagaimana bisa Nona Hera meracuni pikiran putriku seperti ini?" gumam Kim geram, ia tidak sabar untuk bertemu Hera untuk alasan Alexa.


Kim tidak suka siapapun memberi pengaruh buruk pada putrinya, apalagi sampai menghasut dan membuat Alexa berpikir keras hingga sedih seperti sekarang.


Kim menelepon Hera.


"Bagus kau mengangkat telepon tepat waktu, ayo bertemu Nona Hera, aku menunggu mu dimana pun kau mau!" seru Kim saat ponselnya tersambung pada ponsel Hera.

__ADS_1


__ADS_2