
"Kim bukan gadis sembarangan, dia terpaksa menjadi pengasuh karena permintaan ku. Ayolah Mama, tidakkah Mama senang jika Alexa berdekatan dengan ibunya sendiri?" sambung Aiden lagi.
Wanita paruh baya itu menoleh pada anaknya yang berusaha meminta agar ia merestui pernikahan Aiden dengan Kim.
Mama Aiden menarik napas dalam lalu menjawab, "Bukan karena dia pengasuh atau gadis rendahan Aiden, yang Mama tidak bisa adalah menerima menantu dari perempuan yang Mama benci selama ini."
"Perseteruan ini bisa kita akhiri Mama, bagaimana jika kita yang mulai duluan, saling memaafkan akan lebih baik untuk keluarga kita," ucap Aiden membujuk Mamanya.
"Apa kau mau memaafkan orang yang telah merusak dan merebut kebahagiaan mu sejak kecil?" tanya Mama Aiden pada putranya itu.
Aiden terdiam, ia menatap Mamanya seolah minta jawaban.
"Apa maksud Mama?"
__ADS_1
"Cih, kau tidak akan tahu rasanya Aiden. Ibunya Maharani telah merebut Ayahku dari kebahagiaan keluarga kami."
"Apa?" Aiden terkejut.
"Iya, Kakekmu telah memilih mereka, menyayangi Maharani yang bukan darah dagingnya, dan mereka membiarkan Mama dan saudara-saudara Mama kehilangan sosok ayah selamanya, mereka merenggut kebahagiaan kami hingga ibuku tiada!!!!" ucap Mama Aiden dengan mata yang merah dan berair.
"Kau pikir enak hidup susah sedang ayahmu bahagia bersama istri baru dan anak tirinya? Cih, mereka sudah bahagia diatas penderitaan kami. Kini seenaknya mengirim keturunannya untuk masuk ke kehidupan ku lagi, tidak akan terjadi Aiden. Tidak bisa, aku tidak akan merestui kau menikah dengan wanita itu!!!"
Mama Aiden menoleh pada anaknya seolah menegaskan bahwa percuma jika Aiden membujuknya.
Lelaki itu tampak frustasi, ia mencintai Kim namun juga menyayangi Mamanya, dua pilihan yang sulit namun Aiden juga tidak bisa mengabaikan kepentingan Alexa. Putrinya butuh sosok ibu, dan Kim adalah ibu kandungnya.
Cukup dulu ia terluka karena Kamila memilih menyerah daripada berjuang untuk cinta mereka, kali ini Aiden tidak akan melakukan hal seperti itu lagi terlebih ia telah banyak berdosa pada Kim, menodai dan membuat Kim terbuang oleh keluarganya, memisahkan Alexa sejak kecil dari gadis itu, sungguh perbuatan yang tidak bertanggung jawab pikir Aiden.
__ADS_1
Pria itu menyesali semuanya sejak jatuh cinta pada Kim, perempuan yang ternyata adalah adik dari mantan kekasihnya sendiri, yang juga merupakan keturunan Maharani yang dibenci ibunya selama ini.
Aiden merasa ingin gila sekarang, seolah kebahagiaan enggan menghampirinya karena masa lalu sang Mama.
"Tentu kisah kita berbeda Mama, mengerti lah? Kami punya Alexa, dan itu tidak bisa dibantah," lirih Aiden lesu.
"Aku tidak peduli wanita itu ibu kandung Alexa atau bukan, yang pasti dia adalah keturunan Maharani. Dan kau juga tidak bisa membantahku!!!!" tegas nyonya itu lagi.
Aiden enggan berdebat terlalu lama dengan ibunya, ia memilih pergi dari rumah orang tuanya itu. Namun sebelum keluar ia bertemu ayahnya.
Lelaki paruh baya itu menepuk pundak anaknya seraya berkata, "Cinta itu butuh perjuangan Aiden, jangan menyerah seperti waktu itu, yakinkan Mama mu bahwa kita tidak hidup untuk masa lalu, kau berhak bahagia atas pilihan mu, Papa mendukung mu Boy!!!"
Mendengar itu Aiden sedikit tenang, ia tersenyum lalu pergi.
__ADS_1