
Satu Minggu berlalu, siapa yang sangka jika Cyila dan Arlo benar-benar menikah. Tio dan Tolip benar-benar dibuat melongo dengan dua orang yang sama-sama suka berkata gimbal itu menikah.
Maksudnya suka berkata gombal.
Pernikahan Cyila dan Arlo benar-benar dibuat dengan sangat besar. Banyak sekali kamu undangan ditambah keluarga Arlo yang berasal dari desa semuanya datang dan ikut memeriahkan pesta pernikahan Cyila dan Arlo.
Tamu undangan juga tidak luput dari keluarga dan sanak saudara Tio.
"Tio.."Sapa Paman Sam, adik dari Papa Tio.
"Paman..."
"Sebagai manusia yang normal, tentunya kamu menginginkan menikah dengan seseorang yang dicintai. Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan pernikahan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial."
Ya Tuhan, Paman Sam akan mulai berpidato panjang lagi.
Paman Sam langsung memegang tangan Tio dan mengajaknya untuk duduk.
"Kamu mau kemana? kita sudah lama tidak pernah bertemu dan tidak pernah saling bercengkrama. Bagaimana jika sekarang kita menikmati momen langka ini untuk berbicara."
Tio menunjukkan senyum manisnya, agar Paman Sam tidak mengetahui jika sebenarnya dia sangat ingin lari dari hadapannya.
"Ketika dua orang sudah memantapkan untuk melangkah ke jenjang pernikahan, keduanya berarti sudah yakin satu dengan yang lainnya.."
Kalau itu bayi procot aja udah tahu.
"Menjalani pernikahan bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Hal tersebut memerlukan banyak persiapan, baik secara fisik maupun mental. Baik secara materi atau pikiran."
Iyalah, kan cuma ngocok hal yang sangat mudah untuk dilakukan.
"Tio, semuanya diperlukan untuk menghasilkan rumah tangga yang baik dan dapat berjalan dengan sangat lancar. Apa di usiamu yang sudah berkepala tiga kamu belum memiliki keinginan untuk membangun rumah tangga yang aman dan anti bocor?"
Yah, kenapa jadi iklan helm pria sih?
"Selain itu, motivasi dari diri sendiri untuk selalu setia dan cinta terhadap pasangan menjadi cara untuk melanggengkan hubungan."
Itu seperti yang sudah menjadi pedomanku sekarang. Aku akan selalu setia dan mencintai Mutia. Wanita yang sudah berhasil mengocok-ngocok hati. Sehingga hatiku sekarang mengembang sempurna dengan sedikit tambahan bubuk pengembang.
Tio melihat ke arah Cila dan Arlo yang sedang tersenyum penuh kebahagiaan sambil menyalami setiap tamu undangan.
Tiba-tiba Tio membayangkan jika yang berada di sana adalah dirinya dan Mutia.
Sangat cantik, aku jadi tidak sabar untuk menunggu malam hari datang.
"Tio?"
"Ya sayang?"
Paman Sam langsung mengkerutkan jahenya dan menata tajam Tio.
"Tio, aku tahu jika Paman ini sangat tampan dan kamu sungguh terpesona dengan ketampanan paman. Tapi, bukan berarti kamu bisa seenaknya saja memanggil Paman dengan sebutan sayang. Memangnya kamu pikir Paman ini apa?"
__ADS_1
"Paman, jangan geer ya. apa Paman pikir jika aku menyukai terong? tidak. Bahkan terong ku lebih segar dan fresh daripada milik paman yang mungkin sudah kisut, hahaha..."
Brak !!
"Denger, walaupun terong Paman sudah kisut karena dimakan usia. Asal kamu tahu saja terong itu masih bisa berdiri kokoh menjulang ke angkasa saat melihat yang segar-segar."
"Maksudnya es?"
"Bukan. Tapi itu ..."
Paman Sam mengkode dengan matanya dan memperlihatkan seorang wanita yang berpakaian sangat seksi dan ketat, baru saja memasuki aula dan berjalan untuk menyalami pengantin.
"Sangat seksi dan bohay..."
Tio kemudian memilih meninggalkan Paman Sam yang mulai terlihat gila.
"Tio, kamu mau ke mana?" Tanya Mama saat melihat Tio hendak meninggalkan Aulia gedung pernikahan.
"Pulang."
"Apa kamu tidak ingin memberikan ucapan selamat kepada Cila dan juga suaminya?"
"Apa itu harus?"
"Tentu saja, sana cepat pergi temui Cyila dan ucapkan selamat sebelum kamu pergi meninggalkan pesta."
"Baiklah.."
Tio berdekatan dengan wanita yang berpakaian ketat dan seksi itu. Jiwa laki-lakinya tidak bisa dipungkiri melihat benjolan demi benjolan yang terpampang jelas. Mulusnya tubuh itu, hingga membuat nyamuk terpeleset.
""Hati-hati, dalam rumah tangga ada gelombang akan mengantar ke tepian atau dalam palung lautan." Ucap Tio pada Arlo.
"Justru. itulah yang menjadikan rumah tangga kian menakjubkan. Akan banyak sekali gelombang pasang surut yang akan aku ciptakan bersama dengan suamiku." Ucap Arlo.
"Aku bahkan akan membuatnya hingga lumer." Imbuh Arlo.
"Ah, abang .., jangan terlalu banyak berkata romantis di sini." Ucap Cyila.
"Kenapa sayang?"
"Aku jadi ingin cepat-cepat mengurung kita berdua di dalam lautan kehangatan."
"Astaga percakapan ini sudah mulai masuk ke dalam mode intim. Sebaiknya aku pergi agar telinga dan pikiranku yang masih polos tidak ternodai." Ucap Tio.
Tio memilih untuk segera pergi dari sana, tanpa Tio sadari jika wanita yang berpakaian seksi dan ketat itu terus saja mengawasi Tio. Mulai dari Tio datang hingga mengucapkan selamat kepada mempelai.
Siapa dia? kenapa tiba-tiba aku merasa mempesona dan merasa harus mencari tahu tentang dirinya?
Tio memilih untuk pulang dan masuk ke dalam kamarnya, setelah melepaskan jas dan sepatu. Tio menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan mata.
"Mutia ..." Lirih Tio.
__ADS_1
"Kenapa aku begitu bodoh sehingga aku lupa untuk meminta nomor ponselmu. Aku merindukanmu dan aku tidak bisa melakukan apapun karena aku tidak memiliki nomor ponselmu." Ucap Tio sambil menghela nafas panjang.
Tring !!!
Sebuah pesan tiba-tiba masuk ke dalam ponsel Tio.
Pesan itu dari Tolip, Tio hanya melihat sekilas dan memutuskan untuk meletakkan kembali ponselnya.
Tring !!
Ponsel Tio kembali berdering, namun Tio seakan enggan untuk membukanya.
Tring...
Tring...
Hingga saat ponselnya terus saja berdering, Tio akhirnya membuka pesan yang dikirimkan oleh Tolip.
Senyuman langsung terukir di wajah Tio saat mengetahui bahwa pesan yang dikirim Tolip adalah foto momen kebersamaan Tio dengan Mutia.
"Tolip, kamu adalah sekretaris dan kaki tangan yang paling mengerti aku. Kamu tahu jika aku sangat merindukan pujaan hatiku sehingga kamu mengirimkan ini." Ucap Tio sambil tersenyum.
Tring ..
Satu lagi foto yang masuk dan diberi caption 'Jangan lupakan moments ini.'
Tio membola sempurna saat melihat foto itu adalah momen di mana dirinya berlutut sambil memegang tangan Mbok Sumi.
"Tolip sialan."Ucap Tio.
Tring !!!
'Ketika kamu merindukan orang yang kau cintai, ingatlah saat-saat indah yang kamu alami bersama mereka. Dan ketika hatimu membengkak, peluk bantalmu dan biarkan air mata menenangkan rasa sakit.'
Caption yang ditulis Tolip saat Tio dan Mutia saling berpandangan satu sama lain.
Tio tersenyum saat mengingat momen itu, itu adalah momen di mana mereka hampir saja berciuman sebelum ada nenek lampir yang mengganggu mereka.
Mutia...
Apakah kamu percaya jika aku mengatakan jika aku sangat merindukanmu?
Mutia...
Aku padamu...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1