
"Tio, apa kamu sudah siap untuk bertemu dengan Maimunah?"
"Mam, Mama tidak benar-benar akan menjodohkan Tio dengan wanita yang bernama Maimunah itu kan?"
"Loh ya serius lah. Mama sama papa kan sudah memberikan waktu kamu 3 bulan untuk membawa calon istri kamu."
"Iya, tapi ini kan belum masuk masa tenggang."
"Memangnya kartu yang mempunyai masa tenggang?"
"Ma, bisa nggak sih selama beberapa minggu ini, mama tidak mengacaukan rencana Tio yang sedang berusaha mencari tambatan Hati Tio yang hilang."
"Halah, kamu dari dulu alasan saja. Bilang saja kalau ternyata memang kamu itu tidak laku."
"Ma, zaman sekarang cewek cantik itu banyak. Tapi yang setia dan menerima apa adanya itulah yang sangat sulit dicari."
"Tio menemukan seorang wanita yang mampu meluluhkan hati Tio. Sayangnya kami harus terpisahkan oleh jarak dan waktu. Untuk itulah, sekarang dia sedang berusaha untuk menemukan keberadaannya."
"Memangnya kamu sudah mencari wanita itu ke mana saja?"
"Hampir ke semua sudut kota."
"Ke lubang buaya sudah?"
"Mama..."
"Terowongan bebek?"
"Mama..."
"Haha, baiklah baik. Mama akan memberi kamu waktu 1 bulan untuk menemukan wanita itu. Jika kamu tidak bisa menemukannya, kamu harus menerima perjodohan ini."
...Nasib... Nasib.......
Tolip sedang berdiskusi dengan kelompok khusus yang baru saja dia bentuk untuk menemukan keberadaan Mutia.
Tio tidak mengetahui jika Tolip membentuk pasukan khusus itu.
Tolip boleh mengumpulkan laporan dari kelompok yang berjumlah 6 orang itu. Sayangnya, tidak satupun dari mereka berhasil mendapatkan informasi mengenai Mutia.
Tolip tidak menduga jika hanya berbekal sebuah foto saja tidak mudah menemukan seseorang di kota.
"Mungkin gadis itu dan keluarganya tidak lagi tinggal di kota ini."
"Aku sudah memeriksa data penduduk yang keluar dan masuk ke kota ini selama 3 bulan terakhir. Dan bisa dipastikan jika nama Mutia juga tidak ada dalam daftar itu."
"Bagaimana jika ternyata Mutia dan keluarganya memiliki dua identitas yang berbeda?"
"Apa maksud kamu?" tanya Tolip.
__ADS_1
"Ya bisa saja wanita yang bernama Mutia itu menggunakan nama lain ketika mereka sedang berada di kota."
"Tujuannya apa?" tanya Tolip.
"Ya mungkin saja jika mereka tidak ingin orang desa mengetahui tentang keberadaannya di kota. Begitu juga sebaliknya."
"Beberapa orang lebih suka menggunakan dua identitas, sehingga mereka bisa mengetahui siapa saja dan dari mana saja teman-teman mereka berasal."
"Jelaskan secara rinci.." pinta Tolip.
"Misal, seseorang bernama Joko lono. Saat berada di kampung dia dikenal dengan nama Joko. Tapi saat pria itu memutuskan untuk mengadu nasib ke kota. Dia menggunakan nama lono."
"Ah, apa kamu sedang membicarakan pemuda yang sudah 2 tahun bergabung dengan perusahaan kita?"
"Ya, bener. Jadi saat aku bertanya alasan kenapa pemuda itu menggunakan dua nama yang berbeda. Dia menjawab bahwa dengan begitu dia bisa mengetahui temannya berasal dari kampung atau dari kota ketika memanggil namanya."
"Hmm, sepertinya hal itu mungkin saja dilakukan oleh Mutia dan keluarganya."
"Yang jadi pertanyaan di sini adalah, Bagaimana bisa kita menemukan nama lain dari Mutia jika kita sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun?" keluh Tolip.
"Bagaimana jika kita mulai mencari Mutia ke rumah sakit, rumah sakit."
"Hais, Mutia bukan perawat dia dalam mahasiswa...," Tolip kemudian tersenyum saat tiba-tiba dia menyadari sesuatu.
Tolip kemudian memerintahkan pasukan khusus itu untuk mencari wanita bernama Mutia di setiap universitas yang ada di kota.
"Aku yakin, kita pasti akan bisa menemukan Mutia."
Tolip menjanjikan rumah baru kepada 6 orang yang ikut serta dalam pasukan khusus mencari keberadaan Mutia.
Tolip berharap bahwa usahanya ini akan membuahkan hasil, sehingga Tolip bisa melihat Tio kembali tersenyum.
...----------------...
Tio sedang membuka sosial media dan dia tertarik dengan salah satu unggahan akun bernama MNM.
...Dalam hidup akan ada fase bahagia yang datang menyelimutimu. Perasaan yang membuat nyaman dan tidak ingin pergi dari situasi itu terasa menyenangkan. Keadaan tersebut mampu membuat senyum merekah dan hati menjadi sumringah....
Tio membuka profil itu, namun tidak menemukan apapun, hanya terdapat banyak sekali kata-kata rindu dan pengharapan.
Tio memutuskan mengikuti akun tersebut dan mulai membalas setiap postingan yang ditulis.
...Kehidupan memang selalu akan bergerak dan berputar. Dalam perjalanannya kamu akan menemui berbagai momen dan peristiwa yang memberikan banyak pelajaran. Begitu juga dengan fase sedih, akan ada banyak pengalaman yang bisa kamu petik dari momen itu....
Tio menunggu balasan, namun karena tidak kunjung mendapatkan balasan. Tio memberanikan diri untuk mengirimkan pesan.
[Jangan menyerah jika impianmu belum terwujud. Dengan semangat, percaya, dan diiringi dengan doa, semua yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin]
Tring...
__ADS_1
Lima menit kemudian, ponsel Tio menunjukkan tanda bahwa akun MNM membalas pesan yang di kirimkan oleh nya.
...Ya, aku memang menemukan banyak sekali di dalam hidupku. Bahkan Aku berharap momen yang sudah dilewati itu akan dapat kembali aku rasakan. ...
...Pengalaman yang bisa aku petik dari momen itu adalah aku baru menyadari bahwa itu berharga saat itu sudah hilang dari hidupku....
Tio terdiam. Entah kenapa dia merasa bahwa pemilik akun tersebut memiliki nasib yang sama seperti yang telah dia rasakan.
......Adakah kata yang ingin kamu sampaikan ketika kamu memiliki kesempatan untuk bertemu dengan seseorang yang sudah melukiskan momen di dalam hidupmu?......
Tio mulai tidak sabar untuk menunggu balasan dari akun tersebut.
Hingga satu jam lamanya Tio menunggu, MNM bila menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan membalas pesan yang dikirimkan oleh Tio.
Tio kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku jas, karena dia harus melakukan kunjungan bisnis ke beberapa daerah di kota tersebut.
Tio dan Tolip boleh melakukan kunjungan bisnis dan memantau perusahaan cabang nya.
"Tio.."
"Sabrina?"
"Hei, sedang apa kamu ada di sini?" tanya Sabrina.
"Ya, ini adalah perusahaan cabang milikku yang kelima. Aku belum sempat untuk mengunjunginya dan hari ini aku berkesempatan untuk melihat dan menyapa staf yang ada di sini."
"Oh my God."
"Ada apa?" tanya Tio yang heran dengan ekspresi terkejut dari Sabrina.
"Jadi benar isu yang berada di kalangan teman-teman SMA kita. Bahwa diantara kita bersebelas hanya kamulah yang menjadi paling sukses."
Tio hanya menggaruk-garukkan kepala kemudian mengajak Sabrina untuk duduk dan sedikit berbicara tentang masa lalu.
Tio terkejut karena Sabrina adalah manajer di perusahaan cabang kelima miliknya.
Sabrina adalah 3 dari wanita, kelompok teman SMA Tio yang berjumlah 11 orang.
Tio dan Sabrina membahas tentang banyak hal, hingga kemudian suara notifikasi ponsel membuat dia cepat-cepat membuka ponselnya.
...Jika semesta mengizinkan aku untuk bertemu dengan orang yang sudah melukiskan momen di dalam hidupku, Aku hanya ingin mengatakan......
... Kamu sangat spesial. Dan satu-satunya alasan aku memberitahumu adalah karena aku tidak yakin ada yang sudah pernah memberitahumu sebelumnya....
Pikirkan Tio kembali memikirkan tentang Mutia.
Mutia, sebenarnya di mana kamu bersembunyi?
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...