TERJERAT CINTA PENJUAL JAMU KOCOK

TERJERAT CINTA PENJUAL JAMU KOCOK
Terluka


__ADS_3

Mutia benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihat.


Teman temannya yang memutuskan untuk makan tepat di kedai yang berada di seberang kedai di mana Tio dan Sabrina berada, membuat Mutia bisa dengan jelas melihat Tio dan memastikan bahwa itu benar-benar Tio.


Mutia merasa kecewa karena ternyata harapannya terlalu tinggi, Mutia yang berharap bahwa Tio sedang berusaha untuk mencarinya ternyata sedang berbahagia dengan kekasihnya. Ya, setidaknya itulah yang ada di dalam pikiran Mutia.


Mutia menganggap bahwa Sabrina adalah kekasih Tio. Mutia langsung kehilangan selera makannya, namun dia tidak memperlihatkan itu di depan teman-temannya.


"Aku harus harus pergi ke toilet, tolong pastikan bahwa makananku akan tetap aman dan utuh saat aku kembali dari toilet," kekeh Mutia saat dia beranjak dari tempat duduknya dan siap untuk pergi ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Mutia baru saja membasuh wajahnya dan bercermin.


"Kenapa rasanya sangat sakit ketika melihat Tio bersama dengan wanita lain? bukan kasurnya aku bisa menduga bahwa hal ini pasti akan terjadi."


...Ketika jatuh cinta, tidak semua orang berani mengungkapkannya secara gamblang kepada seseorang yang membuatnya jatuh hati. Karena tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, tak jarang orang memilih untuk menyembunyikan perasaannya dan hanya mencintai dalam diam....


...Aku harap suatu saat jika kamu bertemu dengan orang yang kamu cintai, kamu tidak akan pernah lagi menyembunyikan perasaan yang kamu miliki. Ungkapan sebelum semuanya terlambat....


Mutia terdiam saat dia mengingat tentang pesan yang dikirimkan oleh pangeran kocok.


Mutia kemudian memutuskan untuk kembali kepada teman-temannya agar teman-temannya tidak curiga tentang apa yang dia lakukan di kamar mandi.


Mutia yang berjalan sambil menundukkan kepala, tidak sengaja menabrak seseorang yang berada di depannya.


"Maafkan saya." Lirih Mutia sambil segera berlalu meninggalkan seseorang yang baru saja tidak sengaja dia tabrak.


Seseorang yang ditabrak Mutia secara tidak sengaja itu adalah Tio. Tio saat itu yang sedang ingin pergi ke toilet, menjadi bingung membedakan tanda toilet wanita dan juga toilet pria sehingga dia memutuskan untuk berdiri sambil menunggu seseorang keluar dari toilet untuk bisa membuktikan mana kalimat yang memang dikhususkan untuk pria.


Namun, siapa yang menduga jika dia berdiri terlalu di tengah sehingga menyebabkan seseorang yang keluar dari toilet menabraknya.


Tio yang seperti mendengar suara Mutia, langsung berbalik badan untuk melihat apakah memang benar Mutia adalah orang yang menabraknya.


Sayangnya, saat Tio terbalik Mutia sudah pergi. Itu membuat Tio tidak bisa memastikan bahwa suara yang tadi dia benar-benar suara Mutia.


"Semakin hari pikiranku semakin kacau. Hari ini, Aku bahkan mendengar suara Mutia."


Tio memutuskan untuk kembali kepada Sabrina dan mengajaknya pulang.

__ADS_1


"Terima kasih Tio, karena sudah mau mengajak aku untuk menghabiskan hari di pantai."


"Sama sama, Aku berharap setelah ini kamu akan berhenti mencintai seseorang dalam diam ketika kamu sudah tahu bahwa cinta itu tidak akan pernah mendapatkan balasan."


"Bangkitlah udah mulailah berjuang untuk mendapatkan cinta yang nyata."


Bagaimana bisa aku berjuang untuk mendapatkan cinta yang nyata, sementara harapan terlalu besar untuk bisa mendapatkan kamu.


"Percayalah Sabrina, mencintai seseorang dalam diam dan tidak pernah mendapatkan balasan rasa cinta kamu adalah hal paling menyakitkan," ucap Tio tanpa melihat ke arah Sabrina karena dia masih fokus menyetir.


Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan menyerah hingga detik ini.


Sabrina hanya tersenyum dan enggan untuk memberikan komentar terhadap apa yang baru saja dikatakan oleh Tio.


Ya, bagaimana Sabrina bisa berkomentar jika sebenarnya Sabrina sangat mengharapkan balasan cinta dari Tio.


Sabrina tersenyum dan mengucapkan terima kasih saat Tio sudah mengantarkannya pulang.


Cinta adalah sebuah kenyataan untuk mereka yang berani, bukan milik mereka yang hanya bisa memuji dalam hati dan mengagumi dalam mimpi.


...----------------...


Malam harinya, Mutia benar-benar sedih sekaligus kecewa saat melihat Tio.


"Mutia, apa kamu baik-baik saja?" tanya Mama saat dia menemukan Mutia sedang duduk melamun di balkon rumah.


"Ya."


"Kenapa mama merasa bahwa ada sesuatu yang terjadi?"


"Tadi aku bertemu dengan pria itu."


"Jadi? apa kamu sudah bertemu dengannya dan mengungkapkan tentang perasaan kamu?"


"Tidak."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Mutia tidak tahu."


"Mutia. Mencintai seseorang memang sangat menyenangkan, kalau orang yang kita cinta juga bisa membalas perasaan itu. Namun jika takut mengungkapkannya, mungkin kamu akan sedikit tersiksa dan hanya memendam perasaan. Sebagian orang akan menyebutmu sebagai secret admirer atau pengagum rahasia."


"Entahlah, tadi aku melihat dia sedang bercanda tawa dengan seorang wanita."


"Jadi kamu menganggap bahwa wanita itu adalah kekasih dari pria yang sedang kamu cintai?" ucap Mama sambil menarik kursi agar bisa duduk di dekat Mutia.


"Mungkin."


"Mutia, jangan percaya dengan apa yang kamu lihat sebelum kamu mendengarnya dengan telinga kamu sendiri. Karena terkadang apa yang kamu lihat tidak akan sesuai dengan apa yang akan kamu tinggal nanti."


"Kenapa aku merasa seolah-olah sedang terluka bahkan aku belum memulai apapun." Lirih Mutia.


"Efek dari sebuah cinta memang begitu besar. Dinginnya sifat seseorang dapat luluh hanya dengan perasaan dan pernyataan cinta. Kesedihan yang berlarut pun dapat diredakan dengan sebuah cinta. Bahkan ketika kamu sedang dalam masalah yang besar sekalipun," Ucap mama.


"Jika kasih sayang diberikan oleh orang terdekat secara cuma-cuma akan menjadi dukungan yang berguna. Maka dari itu, hargai dan jagalah orang tersayang dengan sungguh-sungguh, maka dia akan memberikan segalanya kepadamu. Dicintai memang lebih baik daripada mencintai, tetapi lebih indah lagi jika saling mencintai."


Mama memilih untuk meninggalkan Mutia seorang diri, seolah-olah ingin agar Mutia bisa menyelesaikan keraguan yang sekarang sedang menyelimuti hatinya.


"Kamu sudah besar nak, Mama yakin kamu bisa memutuskan jalan mana yang terbaik untuk kehidupan kami," lirih mama dalam diam sambil melihat Mutia untuk terakhir kalinya sebelum dia benar-benar masuk ke dalam dan meninggalkan Mutia seorang diri.


Baik Sabrina dan Mutia sedang sama-sama menatap gelapnya malam yang dihiasi oleh bintang-bintang.


"Jenis rasa sakit yang paling buruk adalah ketika kamu tersenyum hanya untuk menghentikan air mata yang jatuh," ucap Sabrina yang merasa bahwa cinta yang lama dia pendam akan selamanya terpendam.


"Pikiranku mencoba mengeluarkanmu dari kepalaku, tetapi hatiku menahan setiap kata yang pernah kamu katakan. Ini menjadi sangat sulit karena aku terluka bahkan sebelum kita benar-benar memulai kisah tentang kita," lirih Mutia sambil terus berusaha menghilangkan Tio dari bayangannya.


Namun seberapa keras pun Mutia berusaha, Tio dengan segala kenangan yang pernah mereka lalui bersama terus berputar di kepala Mutia.


Sepertinya semesta tidak ingin Mutia mencoba untuk menghapus ingatannya tentang Tio.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2