TERJERAT CINTA PENJUAL JAMU KOCOK

TERJERAT CINTA PENJUAL JAMU KOCOK
Promosi again


__ADS_3

Halo...


Nopel baru sudah terbit...


judulnya Permintaan Terkahir Istriku.


Yukk mampir...


ini cuplikan bab pertama.m


👻👻👻👻


Assalamualaikum.." ucap Chiko.


"Walaikumsalam." Humaira tersenyum saat membuka pintu dan langsung mencium punggung tangan dari Chiko.


"Dimana anak anak?" tanya Chiko.


"Ibu baru saja menjemputnya, beliau bilang jika beliau ingin mengajak Aisyah dan Almira jalan-jalan."


Chiko hanya mengangguk-anggukkan kepala kemudian mengikuti langkah kaki Humaira memasuki rumah.


"Kebetulan sekali mas sudah pulang. Aku baru saja selesai memasak makanan untuk makan malam." Humaira tersenyum sambil mengambil dua piring dan menyiapkan satu piring nasi goreng untuk Chiko.


Humaira mulai memakan makanan yang ada di piringnya, namun ada yang berbeda. Jika biasanya Chiko dan Humaira akan makan bersama-sama.


Kali ini, Humaira melihat Chiko tidak menyentuh makanannya.


"Ada apa? apa mas tidak suka dengan makanan yang aku buat?"

__ADS_1


Bagaimana caraku mengatakan bahwa aku ingin menikahi Dinda.


Chiko menatap Humaira, melihat mata wanita yang sudah menemaninya selama 10 tahun itu membuat Chiko seakan sulit untuk mengatakan keinginannya.


"Mas? jika memang mas tidak suka dengan makanan yang aku masak, katakan saja. Aku akan mengganti menu makan malam kita. Mas mau makan apa?" tanya Humaira dengan lembut.


"Humaira, dengarkan baik-baik apa yang ingin aku bicarakan."


"Oke, kenapa aku merasa bahwa akan ada kejutan menyenangkan dari yang akan kamu katakan?" Humaira tersenyum sambil memasukkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya.


"Humaira, Aku ingin kita bercerai."


Humaira refleks meletakkan sendok dan garpu di piringnya sehingga menimbulkan suara dentingan yang memecah keheningan malam.


"apa aku berbuat salah sehingga Mas memutuskan untuk bercerai?"


"Aku ingin cerai saja."


Deg !!


Hati wanita mana yang tidak sakit ketika mendengar kata itu dari sang suami.


Tidak ada yang terjadi sebelumnya, angin dan badai pun tidak masuk dan mengusik rumah tangganya. Lalu tiba-tiba sang suami mengatakan jika dirinya ingin bercerai saja hanya karena sudah tidak lagi menemukan kebahagiaan di dalam rumah tangga, itu benar-benar hal yang menyakitkan.


"Mas..."


"Maafkan aku, Humaira. aku tahu mungkin keputusan ini mengejutkan kamu. Tapi keinginanku sudah bulat untuk bercerai dengan mu."


"Apa alasan kamu ingin bercerai karena wanita itu?"

__ADS_1


Chiko terdiam, dan diamnya Chiko membuat Humaira tersenyum. Senyuman yang sebenarnya menandakan kesedihan.


"Jadi benar kabar yang selama ini aku dengar tentang kamu yang menjalin hubungan dengan sekretaris mu?"


Chiko terdiam, jujur saja dia sangat tidak tega untuk menyakiti hati wanita yang sudah memberinya dua putri yang sangat cantik. Sayangnya, keinginan untuk menjalin hubungan yang baru bersama dengan Dinda membuat nya harus kuat untuk menentukan pilihan.


"Aku akan memberikan hak asuh kedua putri kita kepada kamu, aku yakin mereka akan lebih bahagia saat mereka bersama dengan kamu. Aku jika tidak akan lepas dari tanggung jawab. Aku akan tetap membiayai hidup mereka hingga mereka menyelesaikan pendidikan terakhir yang mereka inginkan."


Chiko menghela nafas panjang sebelum dia memberikan sebuah berkas yang berisi surat perceraian kepada Humaira.


Tes !!


Air mata Humaira tidak dapat lagi dia tahan, Humaira menggunakan jilbab yang dia kenakan untuk menghapus air mata yang sudah membasahi kedua pipinya.


Humaira membuka surat perceraian yang sudah ditandatangani oleh Chiko.


"Tidakkah kita bisa membicarakan hal ini lagi? apakah kamu tidak memikirkan perasaan Aisyah dan Almira?"


"Humaira, jangan membuatku semakin sulit untuk menentukan pilihan."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Penasaran?? langsung kepoin...

__ADS_1


__ADS_2