TERJERAT CINTA PENJUAL JAMU KOCOK

TERJERAT CINTA PENJUAL JAMU KOCOK
Aku padamu


__ADS_3

"Mas, mas ini mau apa?"


"Mau nunjukin kamu alat pengocok."


"Buat apa?"


"Buat ngocok kamu. Eh, maksudnya buat ngocok jamu nya kamu." Ucap Tio.


"Gak usah mas."


"Kenapa?"


"Jamu itu harus di kocok manual, biar hasilnya mak jooss."


"Apa seperti itu?" Tanya Tio sambil menatap Tolip.


Tolip menganggukkan kepalanya. Tio kemudian menghentikan langkahnya yang sedari tadi menarik tangan Mutia.


"Baiklah kalau begitu, gimana kalau kamu jadi pasanganku saja."


"Maksudnya?"


"Ya, kan kamu nggak mau saat aku menawari kamu alat pengocok jamu. Jadi yaa gimana kalau kita jadi pasangan aja. Kamu jadi wadah dan aku jadi pengocok nya."


"Sampean ini ngomong apa sih?" Tanya Mutia.


"Mbak kocok. Aku sedang melamar kamu. Kamu sudah mengocok-ngocok hatiku secepat sama kali kita bertemu."


"Mas ini kesurupan ya?"


"Iya, aku sudah kesurupan jamu cintamu."


Mutia melepaskan tangan yang sedari tadi di pegang Tio dan langsung berjalan pulang.


"Hei, mau kemana?" Tanya Tio.


"Mau pulang."


"Mutia, aku padamu." Teriak Tio yang membuat langkah Mutia terhenti.


"Tol, sebenernya bos kamu itu tipe seperti apa?" Ucap Mutia.


"Aku tidak tahu, karena inilah kali pertamanya aku melihat bosku menjadi gila gara-gara kamu memberinya jamu kocok."


Tio langsung memberikan tatapan tajam kepada Tolip karena Tolip berbicara berdua dengan Mutia.


"Mutia, Aku harus pergi sebelum tatapan tajam itu benar-benar membunuh ku." Pekik Tolip.


"Tapi bagaimana dengan ku?" Tanya Mutia.


"Dia tidak akan melakukan sesuatu yang buruk padamu."


Setelah mengatakan itu Tolip memilih untuk segera pergi. Tidak benar-benar pergi, Tolip hanya sedikit menjauh dan bersembunyi di tempat yang tidak terlalu jauh.


"Mutia, ini adalah kata-kata yang tulus dari hatiku." Ucap Tio.


"Apa?"


"Aku padamu."


"Mas..."


"Tio. Panggil aku Tio sayang.." Ucap Tio.


Deg !!


Ya Tuhan, sebenarnya manusia ini kesambet setan di mana. Aku dan dia baru bertemu dua hari dan dia sudah mengatakan bahwa dia padaku. Maksudnya apa coba.

__ADS_1


Tio tiba-tiba berlutut di hadapan Mutia. Itu tentu saja membuatmu Mutia semakin terkejut.


"Mbak jamu kocok. Kamu sudah mengkocok-kocok hatiku. Mau kan kamu mengocok nya lebih dalam?"


Tolip yang mendengar itu langsung menepuk dahinya sendiri.


"Mas, aku hanya ahli mengkocok jamu. Aku tidak ahli dalam mengkocok hatimu." Ucap Mutia


"Tidak apa apa, Aku akan mengajarimu." Ucap Tio.


"Aku belum siap untuk serius dengan ini."


"Aku akan menunggu hingga kamu siap." Ucap Tio


"Bagaimana aku tahu jika kamu serius dengan ku?"


"Apa kamu perlu bukti atas keseriusan ku?" Tanya Tio sambil menatap Mutia.


"Tentu saja, Mbok ku bilang hidup itu gak cuma butuh omong doang."


"Baiklah, dimana rumah mu?" Tanya Tio.


Busyet dah, tuh bos kenapa jadi pikun. Kan baru kemarin dari rumahnya.


"Kenapa tanya rumah?" Tanya Mutia.


"Untuk membuktikan bahwa aku serius dengan ini."


Mutia kemudian berjalan mendahului Tio dan pulang ke rumahnya.


"Ini rumahku, bukan sih. Tepatnya rumah Mbok Sumi." Ucap Mutia.


Tanpa pikir panjang lagi, Tio segera masuk dan mencari keberadaan Mbok Sumi.


"Punten Mbok Sumi.."


"Mbok, perkenalkan saya adalah Tio. Pria yang ingin menembak Mutia."


"Apa? menembak?"


"Iya, saya ingin sekali menembak hati nya."


Dalam pikiran Mbok Sumi, menembak artinya menghabisi nyawa. Apalagi Tio mengatakan bahwa dia ingin menembak hati Mutia.


Tanpa pikir panjang lagi, Mbok Sumi segera mengambil balok kayu berukuran panjang dan besar dengan bentuk yang sedikit anu.


"Kurang ajar, orang asing. Datang datang mau menembak mati cucu kesayangan ku." Ketus Mbok Sumi sambil bersiap memukul Tio dengan kayu panjang dan besar itu.


"Kya....!!"


"Eh, tunggu..." Ucap Tio.


"Apa lagi?" Tanya Mbok Sumi.


"Saya bukan bermaksud ingin menembak mati Mutia. Maksudnya adalah saya ingin menyatakan perasaan saya kepada mbak jamu."


"Ah, jadi seperti itu?. Ya sudah, tunggu di sini. Mbok mau siap siap dulu."


Mbok Sumi kemudian meletakkan balok kayu panjang dan besar dengan bentuk yang sedikit anu ke sembarang arah.


Mbok Sumi terlihat masuk ke dalam kamar hingga kemudian dia keluar dengan menggunakan pakaian gadis muda lengkap dengan rambut yang dikepang dua.


Semua yang ada di sana melungo melihat penampilan Mbok Sumi yang baru saja keluar dari kamar.


"Mbok, ingat umur mbok." Ucap Tolip.


"Mbok kenapa berdandan seperti itu?" Tanya Mutia.

__ADS_1


"Ini to, pria ini kan mau menyatakan perasaannya kepada si Mbok. Jadi si Mbok berdandan dulu agar bisa sepadan dengan pria yang tampan ini." Ucapnya sambil menunjuk ke arah Tio.


Tio langsung melotot begitu mendengar bahwa Mbok Sumi mengira bahwa dirinya akan menyatakan cinta kepadanya.


Mbok Sumi lantas berdiri di hadapan Tio.


"Ayo berlutut." Ucap Mbok Sumi.


"Apa?"


"Kamu mau melamar Mbak Sumi kan, jadi kamu harus berlutut di hadapan Mbok dong."


Mati aku...


Aku padamu mutia..


Bukan aku padamu si mbok..


...----------------...


Di tempat lain...


Seorang wanita tengah marah-marah di perusahaan milik Tio.


"Maaf nona Cyila. Tapi Tuan Muda memang sedang blusukan ke desa dan beliau akan kembali dalam beberapa hari."


"Ya udah, kasih tau aja Tio perginya ke desa mana biar aku yang menghampirinya."


Cyila. Gadis berusia 21 tahun yang begitu tergila-gila pada sosok Tio.


Cyila tidak sengaja bertemu dengan Tio saat perusahaan ayahnya bekerja sama dengan perusahaan Tio.


Cyila yang saat itu ikut ayahnya dalam pertemuan bisnis, langsung terpesona dengan ketampanan yang dimiliki oleh Tio.


Setiap hari Rabu, Cyila akan selalu datang ke kantor Tio dan mencoba untuk merayunya. Hanya saja, Tio selalu mempunyai cara untuk menghindar dari gadis centil itu.


Setelah mendapatkan tata letak di mana keberadaan Tio, Cyila langsung pergi menuju bandara dan menyusul Tio.


"Aku sudah melakukan seluruh perawatan terhadap tubuhku. Aku bahkan sudah merebonding segala jenis rambut yang ada padaku. Sekarang, kamu harus tertarik padaku." Ucap Cyila.


Cyila yang baru saja sampai di desa, langsung mendatangi rumah Tolip. Dari sanalah Cyila diantara ke rumah Mutia karena Tolip mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa mungkin dia akan pergi ke rumah Mutia. Mengantar bosnya yang sedang jatuh cinta.


Tepat di saat Mbok Sumi mengarahkan tangan kepada Tio, dan meminta Tio mengucapkan kata cinta. Cyila datang.


"Mbok Sumi, sebenarnya aku...."


"Tio..." Pekik Cyila.


"Non Cyila?" Ucap Tolip.


"Gadis centil?" Ucap Tio.


Cyila langsung masuk dan menarik Tio agar berdiri.


"Tio, sebenarnya kamu itu laki-laki macam apa sih? ada aku yang cantik jelita dan seksi seperti ini kamu malah melamar seorang nenek peot?" Ketus Cyila.


"Heh, peot peot gini aku masih cantik, buktinya mas tampan ini ingin melamar ku." Ucap Mbok Sumi dengan penuh percaya diri.


Mutia menepuk dahinya sendiri melihat tingkah laku neneknya.


Kenapa jadi begini sih?


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2