
"Caucasians get lost. (bule nyasar)" panggil Tio.
"Hey, can't you call me by a more polite name? I'm not lost. I just got separated from the group."
(Hei, tidak bisakah kamu memanggilku dengan nama yang lebih sopan? aku tidak tersesat. Aku hanya terpisah dari rombongan.) ketus Chintia.
Yaelah, itu sama aja Maemunah.
"Hei, Maemunah."
"Who (siapa) Maemunah?"
"You."
"Are you crazy? (apa kamu sudah gila?)" ketus Chintia.
"Iya iya, I'm Sorry. Mrs. Timunah Anggraini."
"oh my god, what did I actually dream that made me meet a very crazy creature like this. I have a pretty name and he changed my name to a very inelegant name."
(ya Tuhan sebenarnya aku mimpi apa sehingga aku dipertemukan dengan makhluk yang sangat sinting seperti ini. Aku memiliki nama yang cantik dan dia mengganti namaku dengan nama yang sangat tidak elegan.)
"Woy, ngeluh aja dari tadi. Aku mau tanya ini?" ketus Tio.
"Excuse me, can you speak in English only? and yes, Why don't I understand your name?" tanya Chintia.
(Maaf, bisakah kamu berbicara dalam bahasa Inggris saja? dan ya, Kenapa aku tidak mengerti namamu?)
Ya gak tahu lah, orang aku belum kasih tahu siapa nama aku.
"Hei, what is your name?"
(siapa nama kamu?)
"Are you ready to hear my name? if you are not ready then get ready soon. Be strong because I'm afraid you'll have a heart attack after hearing my name."
(apakah kamu siap untuk mendengar namaku? jika kamu belum siap maka segera bersiap-siap. kuatkan diri karena aku takut kamu akan terkena sakit jantung setelah mendengar nama aku?)
"Yes. I'M ready."
"My name is Mahesa Kecubung Pratama."
__ADS_1
"What? Meseha Kecebong Pertamax?"
Dieng !!
Hu gemes, pengen tak hih...
Chintya tersenyum saat melihat ekspresi gemas dadi Tio.
Jiah, bule kesasar nya malah ketawa.
"Tukiyem.." Panggil Tio.
"Woy, who else is Tukiyem? I already told you that my name is Chintia!"
(Woy, siapa lagi itu Tukiyem? sudah aku katakan kalau nama aku adalah Chintia.)
Tio mengusap kasar wajah nya.
"Oke oke. Chintia."
"Yes, it so god."
So sis so nice kok di ban deng - ban deng ke..
Yo mesti kalah..
Tak kocok. Eh...
Plak !!
Fokus !!
Ampun suhu...
...----------------...
"Chintya, how do you respond to being hurt when you find out that your soon-to-be-husband boyfriend has another girlfriend who is pregnant with his child at the time?" tanya Tio.
(Chintya, Bagaimana kamu menanggapi rasa terluka saat kamu mengetahui bahwa kekasih yang akan segera menjadi suamimu telah memiliki kekasih lain yang saat itu tengah hamil anaknya?)
"Trying to fight back from a broken heart is very difficult. sometimes I think what is my weakness that he does not do this to me."
__ADS_1
(Mencoba melawan dari rasa patah hati memang sangat sulit. Terkadang aku berpikir apakah kekuranganku sehingga dia tidak melakukan ini kepadaku.)
Tio diam dan seperti nya siap untuk belajar dari Bule yang tersesat.
"Trying to fight the pain from a broken heart. I thought our love could last forever, But here I stand lost and all alone. I'm gonna break away from this broken heart, where I'll pick all the pieces and start all over again."
(Mencoba melawan rasa sakit dari patah hati. Saya pikir cinta kita bisa bertahan selamanya. Tapi di sini aku berdiri tersesat dan sendirian. Aku akan melepaskan diri dari patah hati ini. Di mana saya akan mengambil semua bagian dan memulai dari awal lagi.)
"I know that life will be much better. Cause I know the light will shine again. There is life even after a broken heart, You can fight the pain from a broken heart"
(Aku tahu bahwa hidup akan jauh lebih baik. Karena aku tahu cahaya akan bersinar lagi. Ada kehidupan bahkan setelah patah hati. Kamu bisa melawan rasa sakit dari patah hati)
Chintia tersenyum ke arah Tio.
"I didn't expect that you have such great power in your heart."
(Aku tidak menyangka jika kamu memiliki kekuatan yang sangat besar di dalam hatimu.) ucap Tio.
"Listen, if you choose to continue to feel the pain of a broken heart. You will never see the light that lies ahead. get up because pain won't lead you to happiness, and happiness won't come by itself if you don't get up to get it."
(Denger, jika kamu memilih untuk terus merasakan sakit karena patah hati. Kamu tidak akan pernah melihat cahaya yang ada di depan. Bangkitlah karena rasa sakit tidak akan membawa kamu menuju kebahagiaan, dan kebahagiaan tidak akan dengan sendirinya jika kamu tidak bangkit untuk meraihnya.)"
"Imagine if you know someone. You only met a few times and didn't have time to start the love story you've always dreamed of. Then circumstances force you to split up, until the reality is when you find out that the person you secretly love already has a partner. What would you do?" tanya Tio.
(Bayangkan jika kamu mengenal seseorang. kamu hanya bertemu beberapa kali dan tidak sempat untuk memulai kisah cinta yang selalu kamu impikan. Lalu keadaan memaksa kalian untuk berpisah, hingga kenyataan saat kamu mengetahui bahwa orang yang diam-diam kamu cinta sudah memiliki pasangan. Apa yang akan kamu lakukan?)
"Yes, of course I will find out the truth first before I conclude. sometimes what we see and what we hear do not match the reality. So, before you decide on a decision that will make you regret it later. you better find out the truth."
(Ya, pastinya aku akan mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya sebelum aku menyimpulkan. Terkadang apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Jadi, sebelum kamu memutuskan sebuah keputusan yang akan membuatmu menyesal di kemudian hari. sebaiknya kamu mencari tahu kebenarannya.)
Deg !!
Tio merasa tersindir dengan apa yang baru saja bule nyasar itu katakan.
Bule itu berkata bener, seharusnya Tio mencari kebenaran tentang Mutia dan juga Amar sebelum dia menyimpulkan bahwa mereka berdua sudah menjadi pasangan kekasih.
Ya, aku harus mencari tahu kebenarannya. Aku harus bertanya langsung kepada Mutia agar aku tidak melakukan kesalahan yang akan membuat aku menyesal.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...