
Tio berusaha untuk mencari tentang identitas asli dari Akun MNM. Namun sayangnya Tio yang sudah berusaha keras tidak dapat menemukan siapa identitas asli dari akun tersebut.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi padaku, tidak biasanya aku begitu tertarik menanggapi postingan di sosial media. Aku juga sampai dibuat sangat penasaran sehingga mencoba untuk mencari tahu identitas yang asli dari akun ini."
"Sepertinya efek dari jamu kocok Mutia masih melekat sampai sekarang. Hah astaga, Mutia sebenarnya kamu ada di mana? aku harus segera menemukanmu sebelum Aku dijodohkan oleh wanita yang bernama Maimunah."
"Tidak tidak, aku tidak boleh sampai dipertemukan dengan wanita itu. Namanya saja Maemunah. Pasti dari kampung wajahnya juga jelek dan tidak akan pernah bisa secantik Mutia."
"Ya, walaupun sekarang zamannya sudah canggih. Wanita jelek saja bisa cantik hanya dengan sedikit sentuhan saja, tapi ya tetap saja aku tidak ingin cantik yang dibuat-buat. Aku ingin memiliki pasangan hidup yang cantik alami seperti Mutia. Bukan hanya cantik wajahnya saja, tapi aku ingin pasanganku memiliki hati yang cantik seperti Mutia."
Tio lalu tersenyum saat mengingat momen kebersamaannya dengan Mutia.
Tio juga banyak sekali mendengar cerita tentang kehidupan Mutia.
"Mutia, apakah kamu tidak tahu jika aku sangat merindukan kamu dan berharap akan segera menemukan. Aku berjanji pada diriku sendiri, jika aku sudah menemukanmu, maka aku akan segera membawamu kepada kedua orang tuaku dan menikahi."
"Aku tidak akan menunggu alasan apapun yang akan kamu berikan saat aku sudah berhasil menemukanmu dan akan menikahimu. Aku tidak akan membuang-buang kesempatan karena aku tidak ingin kehilangan kamu lagi."
Tio terus berbicara sendiri sambil memandang foto Mutia yang berada di ponselnya. Hal itu menimbulkan bisikan-bisikan yang tidak terdengar oleh telinga dari beberapa karyawan yang kebetulan melintas melewati Tio.
Tolip yang melihat hal itu tentu saja menepuk dahinya, dia benar-benar sudah menduga bahwa Tio kembali gila karena memikirkan tentang Mutia.
"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus mencari cara untuk menemukan Mutia, atau mempersatukan Sabrina dengan bos."
"Tapi, aku tidak bisa melakukan itu karena kedua orang tua Bos akan menjodohkan Bos dengan anak sahabatnya. Ini benar-benar membuatku berada dalam pilihan yang sangat sulit."
Tolip akhirnya memutuskan untuk menemui pasukan rahasia dan membicarakan tentang hal.
Pembicaraan itu tidak membuahkan hasil yang menyenangkan, mengingat tidak ada satupun dari pasukan rahasia itu memiliki pendapat yang melegakan hati.
Di tempat lain...
Mutia yang baru saja selesai sidang skripsi, memutuskan untuk berada di taman kampus demi menyegarkan kepalanya yang sempat tegang.
Mutia biasanya menghabiskan waktu luang untuk menjernihkan pikiran dengan membuka sosial media dan menulis kata-kata mutiara yang keluar tiba-tiba dari dalam pikirannya.
__ADS_1
Akhir akhir ini, Mutia jadi lebih sering mengunjungi akun sosial media miliknya, setelah dia tidak sengaja mendapat follower baru yang seakan-akan mengerti tentang apa yang dia rasakan.
Mutia juga mengikuti balik akun yang mengikuti storynya di sosial media. Mutia merasa senang karena setidaknya ada satu yang dapat memahami dirinya.
Hari ini, Mutia tersenyum saat melihat pesan yang dikirimkan oleh akun yang bernama pangeran kocok itu.
...Jika rindu, berdoalah! Semoga hati selalu teasa dekat walaupun berjauhan. Bukan melepas rindu dengan memuaskan nafsu semata....
Mutia memejamkan mata setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh pangeran kodok, eh kocok tersebut dan mulai berdoa.
Tuhan, engkau tahu bagaimana rasa rindu ini semakin menyiksaku di setiap hari. Aku harap kamu akan mempertemukan aku kembali dengan pria itu sehingga rasa rindu yang ada di dalam hatiku ini bisa segera terobati.
Tuhan...
Aku tidak tahu apakah laki-laki yang sudah membuatku merasakan sakitnya rindu ini masih sendiri atau justru sudah memiliki pasangan. Aku hanya meminta engkau akan mengizinkan aku sekali lagi untuk bertemu dengannya, agar aku bisa mengungkapkan betapa aku sangat merindukan dan juga mencintainya.
Setelah hati Mutia merasa cukup lega dalam doa yang dia panjatkan, Mutia mulai mengirimkan balasan pada akun pangeran kocok.
...Hatiku kini terbagi dalam rasa ilusi yang entah sejak kapan menindasku dalam gelap, dan dia seolah memonopoliku dalam kerinduan yang meremukkan jantung hatiku....
...Aku sudah hampir 3 bulan berada di kota,...
...tapi semestinya semesta memintaku agar Aku berusaha lebih keras untuk bisa bertemu dengannya....
"Tio, tidakkah kamu tahu jika aku sudah berada di kota dan sangat berharap bisa segera bertemu dengan mu. Jika semesta tidak mengizinkan kita untuk bertemu dengan cara yang sengaja. Semoga sama-sama mempertemukan kita dengan cara yang tidak sengaja."
...----------------...
Ini adalah akhir pekan yang sangat dinanti-nantikan oleh Tio.
Tio mengosongkan jadwalnya karena dia ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama dengan teman-teman SMA nya.
Itu membuat Tolip terasa sangat bahagia karena dia akan memiliki banyak waktu untuk mencari keberadaan Mutia.
Setelah mengantarkan Tio ke tempat Sabrina, Tolip segera kembali pulang untuk peneliti data-data penduduk baru di kota itu yang mungkin saja dia lewatkan.
__ADS_1
Sabrina merasa bahagia karena Tio memenuhi janjinya untuk datang dan menghabiskan waktu untuk bernostalgia bersama dengan teman-teman SMA.
"Sabrina Aku tidak menyangka jika ide kamu untuk melakukan reuni ini bisa mempersatukan kita semua."
"Ya, aku juga tidak menyangka jika angkatan kita bisa datang semuanya."
"Bukankah ini sangat bagus? kamu bisa mencari pasangan hidup di sini, menurut data pribadi tentang dirimu. Kamu masih menjadi wanita singel," ucap Tio.
"Ya benar, entah kenapa tapi sampai sekarang aku juga masih belum bisa untuk menemukan pria yang cocok untuk mendampingi hidupku."
"Kenapa?" tanya Tio penasaran.
"Kepo."
Sabrina segera pergi meninggalkan Tio. Tio hanya tersenyum karena momen ini mengingatkan Tio tentang bagaimana Sabrina yang selalu membuat dirinya merasa penasaran akan sesuatu.
Raja, Adi dan Bingo kemudian datang dan menghampiri Tio. Tio merasa sangat bahagia sehingga dia sedikit melupakan tentang rasa kecewa karena tidak bisa menemukan Mutia.
"Hei bro, di antara kita hanya kau dan Sabrina yang belum memiliki pasangan," ucap Raja.
"Bener, Bagaimana jika kamu dan Sabrina menjadi pasangan saja?" imbuh Bingo.
"Bener, jika kau melihat dari mata Sabrina saat dia memandangmu. Aku rasa dia jatuh cinta padamu," ucap Adi
"Mana mungkin, kami adalah sahabat dan akan selamanya seperti itu. Lagipula baru saja Sabrina mengatakan jika dia masih belum bisa menemukan pria yang cocok untuk mendampingi hidupnya."
"Jika kamu tidak percaya kepada kamu bahwa Sabrina menyukaimu, coba saja untuk mengajaknya jalan-jalan dan lihat saja apa yang mungkin akan terjadi dengan kalian."
Karena ucapkan ketika temannya itulah, Tio jadi tidak bisa menikmati pesta dengan nyaman.
Perkataan ketiga temannya terus saja terdengar di pikiran Tio.
Sabrina menyukaiku? tidak mungkin. Aku yakin dia tidak menyukaiku. Tidak, seharusnya aku mengatakan bahwa Sabrina tidak boleh menyukaiku karena aku hanya boleh disukai oleh Mutia.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...