TERJERAT CINTA PENJUAL JAMU KOCOK

TERJERAT CINTA PENJUAL JAMU KOCOK
Canggung..


__ADS_3

Tio tidak mempunyai pilihan lain selain ikut bersama dengan kedua orang tuanya untuk bertemu dengan Maimunah.


Begitu juga yang sedang terjadi pada Mutia, Mutia juga terpaksa ikut kedua orang tuanya dalam acara makan malam, di mana Mutia akan dipertemukan dengan anak dari sahabat mamanya.


Seperti nya kesalahpahaman yang terjadi antara Mutia dan Tio, yang mengakibatkan mereka terluka karena berpikir masing-masing sudah memiliki pasangan. Membuat keduanya tidak bisa melakukan apapun saat kedua orang tuanya mendesak agar mereka menghadiri makan malam yang berujung pada perjodohan.


Anatolia Resto.


Tempat yang dipilih keluarga Tio untuk melakukan pertemuan dengan keluarga Maimunah.


Mereka yang baru saja duduk dan langsung mendapatkan minuman serta beberapa cemilan, membuat Tio merasa grogi dan memilih untuk pergi ke toilet.


Tepat saat Tio pergi ke toilet, keluarga Maimunah datang dan langsung menyapa orang tua Tio.


"Maimunah, lama nggak ketemu makin cantik aja," puji mama Tio.


"Ya jelas cantik lah, kamu lupa siapa ibunya dan bagaimana wajah ibunya yang cantik jelita ini?" ucap Mama Maimunah yang tidak lain adalah Mutia.


Mutia yang mempunyai nama panjang Maimunah nur Mutia, membuat Tio tidak tahu jika Maimunah yang akan di jodohkan dengan nya adalah Mutia.


Di kamar mandi, Tio menelpon Tolip untuk mencarikan cara agar Tio bisa terlepas dari pertemuannya dengan Maimunah.


"Haduh bos, sudah cepat lihat saja siapa tahu Maimunah itu mempunyai wajah yang cantik," suara Tolip dari seberang telepon.


"Tidak, tidak. dari namanya saja tidak mungkin wanita yang bernama Maimunah itu terlihat cantik. Pasti dia berasal dari desa."


"Apa Bos lupa jika Mutia itu berasal dari desa dan membuat Bos merasa jatuh cinta?"


Tio yang teringat tentang Mutia tiba-tiba saja merasa sedih dan langsung mematikan panggilannya.


"Aku harus keluar dari sini." Lirih Tio.


Tio keluar dari kamar mandi dengan perlahan dan terus menoleh ke kanan dan ke kiri berharap orang tuanya tidak akan mengetahui jika sekarang dirinya sedang berencana untuk kabur dari sana.


Tio berhasil melewati lorong toilet dan sekarang sedang melihat di balik, Tio melihat bahwa kedua orang tuanya sedang bercanda tawa bersama dengan satu pasangan lainnya.


"Itu pasti orang tua Maimunah, tapi kenapa aku tidak melihat Maimunah ada di sana? apa jangan-jangan Maimunah juga seperti aku yang tidak ingin menikah karena sebuah perjodohan?"


"Atau bagaimana jika ternyata Maimunah sudah menyiapkan kejutan saat aku tiba di sana?"


Tio terus berperang dengan pemikirannya sendiri hingga dia memutuskan untuk segera pergi dari sana.


Brak !!

__ADS_1


Tio yang terus menoleh ke belakang tidak sengaja menabrak seorang wanita hingga terjatuh.


"Maaf, aku tidak sengaja menabrak kamu, apakah kamu baik-baik saja?"


Tio membantu wanita yang dia tabrak, Tio benar-benar terkejut saat melihat wanita yang dia tabrak adalah Mutia.


"Mutia?"


"Tio?"


Seketika rasa canggung menghampiri keduanya.


Ya Tuhan, jika saja Mutia masih sendirian mungkin sekarang aku sudah memeluknya dan menyeretnya kemeja kedua orang tuaku agar orang tuaku tidak menjodohkan aku dengan wanita yang bernama Maimunah.


Tio, seandainya saja kamu tahu bahwa aku juga mencintaiku dan sangat berharap bisa menjalin hubungan yang belum sempat kita jalani. Tapi aku sadar jika semua itu sudah terlambat, kamu sudah memiliki wanita lain yang sekarang menjadi wanita yang paling bahagia karena menjadi kekasihmu.


Keduanya sama-sama terdiam karena sedang berperang dengan pemikirannya sendiri.


"Mutia, sungguh sebuah kebahagiaan bisa bertemu denganmu disini."


"Ya, aku juga tidak menyangka jika aku akan bertemu dengan kamu secara tidak sengaja di sini."


"Ngomong ngomong, apa yang kamu lakukan disini?" Astaga Tio, pertanyaan apa yang sedang kamu lontarkan sekarang? Bukankah sangat tidak sopan kamu bertanya seperti itu kepada wanita yang sudah memiliki kekasih.


"Apa kamu bersama dengan kekasihmu?"


"Kekasih? maaf."


"Ah iya, maafkan aku. Memang terkadang mulutku ini tidak bisa mengontrol apa yang akan aku bicarakan."


"Tidak masalah."


"Baiklah, kalau begitu aku harus pergi karena aku tidak ingin kekasihmu salah paham jika melihat kita sedang berdua," ucap Tio


Tio kemudian memilih untuk pergi meninggalkan Mutia. Mutia kemudian teringat saat Amar mengatakan bahwa dia bertemu dengan Tio serta memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Mutia.


"Tio, aku dan Amar tidak mempunyai hubungan apapun seperti yang pernah kamu dengar."


Sret !!


Langkah kaki Tio yang sudah beberapa senti berjalan meninggalkan Mutia, terhenti dan berjalan mundur hingga kembali berhadapan dengan Mutia.


"Aku tahu, kamu pasti mengira aku dan Amar adalah pasangan kekasih setelah Amar sendiri yang mengatakannya kepadamu? tapi percayalah bahwa aku dan Amar tidak memiliki hubungan spesial."

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Tio.


"Ya, Aku hanya ingin menyampaikan itu ketika aku memiliki kesempatan untuk bertemu denganmu. Aku tahu bahwa kamu sudah salah paham terhadap aku dan Amar."


Tio merasa sangat bahagia sehingga dia ingin sekali memeluk Mutia.


"Aku harus pergi. Semoga kamu bahagia bersama dengan pasanganmu."


Sekarang giliran Mutia yang pergi meninggalkan Tio karena dia merasa bahwa dia sudah memiliki pasangan.


"Aku belum memiliki pasangan, Mutia. Asal kamu tahu jika sebenarnya aku sudah mencari kamu kemana-mana. Sayang nya, saat aku tidak sengaja bertemu denganmu. Aku melihatmu dengan Amar dan aku menduga bahwa kamu dan dia benar-benar pasangan kekasih. Terlebih lagi saat aku melihat Amar memperlihatkan sebuah cincin kepada kamu."


Mutia yang awalnya menyimak kemudian tertawa terbahak-bahak saat mendengar apa yang dikatakan oleh Tio.


"Maaf."


"Mutia, Aku juga belum memiliki pasangan seperti yang baru saja kamu katakan. Aku sudah mengatakan sebelumnya kepada kamu bahwa hanya kamu wanita yang mampu mengocok hatiku."


"Tio, seandainya saja kita bertemu di waktu yang tepat. Sayangnya kita bertemu di saat aku akan menghadapi orang yang dijodohkan olehku."


"Kamu akan di jodohkan?" tanya Tio.


"Ya, dan sekarang kedua orang tuaku dan kedua orang tua pria itu sedang berada di restoran ini. Karena itulah aku berada di sini."


Tio menatap Mutia karena tidak menyangka jika Mutia sama sepertinya yang sedang melakukan pertemuan untuk dijodohkan oleh kedua orang tuanya.


"Apakah kamu akan menerima pria yang akan dijodohkan oleh orang tua kamu?" tanya Tio.


"Aku tidak tahu, mereka bilang ini adalah pertemuan biasa dan aku boleh menolak jika ternyata aku dan dia tidak memiliki kecocokan."


"Kalau begitu kenapa tidak sekarang saja kamu menolak dan menentang perjodohan ini?"


"Apa maksud kamu?" tanya Mutia.


"Ayo, ikut aku untuk menemui kedua orang tuaku sebelum bertemu dengan kedua orang tuamu. Kita berdua akan menentang perjodohan ini, dan mengumumkan bahwa kita adalah pasangan kekasih."


"Apa?"


Tio menarik tangan Mutia dan segera membawanya menuju meja orang tuanya.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2