Terjerat Cinta Sang Kapten

Terjerat Cinta Sang Kapten
Tembak saja aku


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻


" Ada apa dengan Clara? dia baik-baik saja kan?" Tanya Jelo ketika pria itu sampai dengan tubuh yang lunglai dan tampak tak bersemangat seperti biasanya, padahal mereka baru saja menangkap penjahat kelas kakap yang menjelma menjadi seorang pebisnis dan Ceo agensi


" Dimana dia?" Mike malah menanyakan Guzman dan mengalihkan pembicaraan


" Kemarilah." Jelo menarik sang kapten dan menuju ruang introgasi, disana para pimpinan tampak berbangga pada Mike


Satu tahun, pria itu menyembunyikan identitasnya sebagai sebagai seorang perwira polisi dan menyamar menjadi seorang pembeli narkoba sampai bertemulah mereka dengan Ferry dan Martin yang awalnya ternyata seorang pengedar


Mike menghempaskan tubuhnya pada kursi tepat didepan Guzman dan dipisahkan oleh meja


" Dimana Ferry dan Martin?"tanya Mike namun pria itu malah membungkam dan menampilkan senyum manisnya


" Selain narkoba dan pelecehan, apalagi kejahatanmu?" Guzman tertawa berbahak-bahak


" Jangan besar kepala, mentang-mentang kau mendapatkan Clara." Saut Guzman malah melenceng dari pertanyaan. Mendengar nama Clara, Mike jadi termenung


Kemudian pria itu menarik nafasnya


" Dimana kau menyembunyikan sisanya?" Tanya Mike yang saat itu tak sengaja menemukan bongkahan narkoba yang amat banyak diruangan tempat dimana ia melakukan aksi panasnya bersama Clara. Malam tadi Mike benar-benar mendapatkan Jakpot karena selain meyalurkan hasratnya pada Clara ia juga menemukan hal yang tak terduga, penyamarannya yang sudah satu tahun ini berlangsung bisa ia akhiri juga


Guzman kembali tertawa membuat Mike merasa sangat muak


" Clara memang sangat menggoda ya."


" Berhenti berputar-putar, jawab pertanyaanku sekarang." Bentak Mike menggebrak meja, pria itu tidak tahu bahwa Mike kini sedang dilanda galau besar. Antara mempertahankan bayi yang dalam kandungan Clara atau tidak


" Dimana kau menyimpan semua sisanya?" Mike menggebrag meja lagi


" Katakan sekarang, apalagi kejahatanmu?" Guzman kembali tertawa menantang Mike, pria itu bangkit lalu meninju wajah Guzman


" Wanitamu tidak akan kubiarkan hidup, lihat saja , mungkin tidak ditanganku tapi Ferry dan Martin sekarang pasti sedang menikmati tubuhnya." Mike semakin terpancing, pria itu melewati meja dan menghajar Guzman habis-habisan


" Kurang ajar." Umpat Mike meninju wajah Guzman berkali-kali sehingga Jelo dan kedua pimpinan tertinggi mereka masuk kedalam, memisahkan Mike dengan Guzman yang sudah terkapar dengan hidung bersimbah darah


" Kapten, tenanglah ada apa denganmu?" Jelo menahan Mike sekuat tenaganya


" Bawa dia keluar!" Perintah sang atasan. Jelo menuruti perintah atasannya itu menarik paksa Mike yang terus meronta merasa belum puas menghajar Guzman


Mike memukul tembok sekuat tenaganya


" Kau tidak propesional kapten!" Mike kembali meninju tembok hingga buku-buku jarinya terluka

__ADS_1


" Apa yang terjadi dengan Clara? dia terluka karena Guzman?" Mike membungkam lalu duduk dikursi dan menutupi kepalanya dengan kedua tangan


" Guzman berhasil memperkos*nya?" Mike menggelengkan kepala


" Lalu ada apa?" Mike tiba-tiba bangkit


" Aku harus memastikan Clara baik-baik saja. Bukankah kau tahu dimana rumahnya?" Jelo menarik nafasnya


" Akan kuantar."


Akhirnya Jelo mengajak Mike pergi menuju Apartement Clara." Memangnya apa yang terjadi dengan Clara?" Tanya Jelo dengan pandangan kedepan karena ia sedang mengemudi


" Dia tidak apa-apa, dia juga langsung diijinkan pulang oleh dokter." saut Mike membuat Jelo merasa heran, ia tak pernah melihat Mike segusar sekarang


Mereka tiba setelah satu jam mengemudi. Mike segera keluar dengan tak sabar dan berlari masuk kedalam. Mereka menuju lantai paling atas dimana penthouse Clara berada. Mike menekan-nekan bell pintu dan tak ada jawaban sedikitpun dari dalam


" Bukankah Ferry dan Martin yang tahu nomer pasakodenya?" Tanya Jelo kian membuat Mike gusar, pria itu menjambak rambutnya dengan kasar sambil tak henti menekan bell


Untungnya mereka dipertemukan dengan manager Clara yang saat itu datang." Tuan Mike, Tuan Jelo."


" Bisakah kau membuka pintunya?"


" Memangnya ada keperluan apa?" Tanya sang Manager yang memilki perawakan pria namun wajahnya dirias bak wanita


Brung


Branng


Diikuti Jelo dan Sam, Mike segera berlari mencari Clara menuju kamarnya. Darah Mike terasa naik keubun-ubun ketika melihat Clara sedang berusaha dilecehkan oleh Martin dan Ferry, pakaian wanita itu sudah robek dibagian bawah hingga cdnya terlihat sangat jelas


" Sam, tolong aku." Suara Clara habis, wajah wanita itu sangat sembab membuat siapapun merasa iba


Melihat Mike dan Jelo, Ferry langsung menodongkan senjata tepat dikepala Clara


" Ferry, turunkan senjatamu!" Perintah Mike sambil memegangi pinggangnya dimana ia pun menyimpan senjata disana


" Beri kami jalan, atau Clara akan kami lenyapkan." Mike bersama Jelo saling mundur, dan keluar dari kamar. Tatapan Mike sangat jeli memperhatikan gerak-gerik Ferry dan Martin


Sambil menodong Clara, Ferry dan Martin mundur diam-diam


" Tembak saja aku, aku memang ingin mati." Ucap Clara pada Ferry, tiba-tiba pria itu merasa tak fokus, jemari yang memegang pistol itu bergetar


" Clara apa maksudmu!" Sam berteriak histeris, sementara Mike tampak membeku

__ADS_1


" Hidupku sudah hancur " Ucap Clara dengan airmata berurai, memandangi Mike


" Mundur kalian semua." Ucap Ferry sambil menggeret Clara menuju keluar dengan cara mundur


Mike menarik nafasnya pelan, ketika Ferry dan Martin lengah, ia menarik pelatuk dan mengambil pistol dipinggangnya


Doorrrr


Kaki Ferry ditembak Mike hingga dekapannya pada Clara terlepas. Mike segera menangkap tubuh Clara, ketika Ferry membalas tembakan Mike, Mike melindungi Clara sehingga kini lengan atasnya yang jadi sasaran tembakan Ferry


" Kapten!" Jelo berteriak lalu ia menembak kaki Martin dan Ferry yang satunya lagi sehingga Ferry melumpuh dan terkapar dilantai sementara Martin masih bisa kabur, pria itu berlari sendiri tanpa menghiraukan rekannya


Jelo segera mengejarnya


Mike membalikan tubuh Clara memperhatikan wanita itu baik-baik saja dari ujung rambut ke ujung kaki. Setelah memastikan Mike mengambil pistol Ferry yang tergeletak dilantai lalu menyusul Jelo untuk mengejar Martin


Mereka bertiga kejar-kejaran ditangga darurat hingga Martin berhasil dilumpuhkan Jelo dengan tembakan ditangannya


Suara mobil ambulance dan polisi menguar di gedung Apartement elite tersebut, membangunkan orang-orang yang tengah beristirahat. Mike dan Jelo akhirnya bisa bernafas lega setelah menangkap kedua penjahat tersebut


Lalu Mike kembali menuju penthouse Clara yang masih berantakan dengan darah bersimbah dilantai " Kapten, kau harus mengobati lukamu!"


" Aku akan melihat Clara sebentar." Saut Mike menuju kamar wanita itu, ia hanya melihat Sam dikamar sedang duduk termenung


" Dimana dia?" Tanya Mike


" Sudah hampir satu jam dia mengurung dirinya dikamar mandi." Mike menyipitkan kedua mata lalu mendekati pintu kamar mandi, ia menggedor pintu tersebut namun tak ada jawaban sedikitpun. Mike tampak gusar lalu mau tak mau ia menggebrak pintu kamar mandi itu


Dalam sekali gebrakan pintu kamar mandi itu terbuka. Alangkah terkejutnya Mike ketika melihat Clara bersimbah darah didalam Bathup


" Ya Tuhan." Teriak Mike lalu mendekati Clara, pria itu kalut lalu merobek kemeja bagian bawahnya untuk mengikat luka dipergelangan tangan Clara yang sengaja wanita itu geret menggunakan silet


" Astaga, Clara." Teriak Sam lalu menangis, ia tak tahu apa yang menimpa artisnya hingga wanita itu memutuskan menyayat nadinya sendiri


Mike membopong tubuh itu menuju ranjang, menggulung tubuh Clara dengan selimut lalu berlari keluar


" Apa yang terjadi?" tanya Jelo


" Dia mencoba bunuh diri." Saut Mike dengan nafas terengah, bahkan luka ditangan akibat tembakan tak ia rasakan


Ia terlalu khawatir pada Clara, Mie tak akan memaafkan dirinya bila sesuatu terjadi pada Clara, hidup wanita itu hancur karena memang dirinya


-

__ADS_1


-


__ADS_2