Terjerat Cinta Sang Kapten

Terjerat Cinta Sang Kapten
Trauma yang tinggal kenangan


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻


Didalam mobil, suasana jadi canggung karena Clara yang tadi membentak Airin sehingga wanita itu kini pindah duduk dibelakang bersama Jeniffer. Mike sendiri jadi merasa tidak enak pada Airin karena istrinya tapi Mike juga tidak mungkin menegur Clara, bisa-bisa wanita itu semakin marah padanya


" Mike." Mike menoleh dengan panggilan manja itu, lalu ia merangkul pundak Clara


" Aku lapar." Ucap Clara


" Bukankah baru saja sarapan?" Clara meraih jemari Mike yang satunya lagi menuntun ke perutnya


" Bayinya mau makan." Rengek Clara. Mike bingung sementara mereka berada ditengah laut sedang menyebrang menuju daratan


" Apa kalian punya makanan?" tanya Mike pada semua penghuni mobil


" Airin? Rena?" Tanya Mike


" Memangnya tidak bisa ditahan, sebentar lagi kita tiba didaratan." Saut Airin


" Kau tidak merasakannya karena kau tidak hamil." Clara menggerutu membuat Mike mengusap pundaknya


" Tunggulah sebentar, aku akan keluar." Clara menggelengkan kepalanya


" Aku mau ikut." Rengeknya memaksa Mike mengiyakannya begitu saja


Keduanya keluar dari mobil dan berjalan menuju tangga naik ke lantai atas kapal pesiar


" Dimana sih Mike bertemu dengan wanita itu?" Gerutu Airin membuat semuanya tertawa


" Baru seperti itu saja kau marah, apalagi bila kau di posisi Maria?" Jelo menyaut


" Maria?"


" Ya, mantan pacar Mike. Kau tidak ingat? kau yang menyebabkan mereka bertengkar karena kau terlalu dekat dengan Mike."


" Itukan dulu."


" Apa bedanya dengan sekarang? jangan sampai terjadi kedua kalinya, apalagi ini pernikahan bukan hubungan biasa." tutur Jelo mengingatkan Airin agar menjaga jarak dari Mike


Airin membisu, sampai kapanpun ia takkan bisa menjauh dari Mike, itu sudah menjadi kebiasaan ia dan Mike sejak lama


Mike mengajak Clara ke sebuah kedai dalam kapal pesiar itu. Wanita tampak senang hingga senyumnya tak memudar


" Ini pertama kalinya untukku." Mike menoleh dengan wajah bingung


" Menaiki kapal pesiar dan makan didalamnya." Mike tersenyum lalu menggandeng Clara masuk kedalam


" Aku ingin Raw Oister."


"No, kau sedang hamil. Oister tidak baik masih mentah." Bibir Clara mengerucut lucu


" Makan yang lain saja."


" Tapi aku mau oister." Rengek Clara


" Nyonya Anderson." Tegur Mike tapi malah membuat Clara tertawa akan panggilan tersebut


" Katakan pada chefnya untuk dibuat matang." Mike menghela nafas lalu mengajak Clara duduk. Sesuai keinginan wanita itu Mike memesan Oister matang. Biarkan saja Clara yang merasakan sendiri enak atau tidaknya


Benar saja, ketika Oister datang wanita itu memakannya begitu lahap. Mike hanya memperhatikan cara makan bumil tersebut


" Enak?" tanya Mike

__ADS_1


Clara mengangguk cepat, lahap hingga dua menit saja Oister itu habis tak bersisa


" Mau tambah lagi?"


" Aku sudah kenyang." Sautnya mengelus perutnya sendiri


Mike segera mengajak Clara kembali ke lantai bawah dimana mobil-mobil berada. Keduanya masuk lagi kedalam


" Mike." Mike kembali menoleh, pria itu tampak sangat sabar menghadapi Clara


" Aku mau tidur." Mike menepuk kakinya


" Tidurlah disini." Clara menurut, ia menaikan kakinya keatas kursi dan kepalanya ke atas paha Mike. Mike menangkup wajah itu dengan sebelah tangannya, mengelus pipi Clara menatapi Clara yang memejamkan mata sebelum dirinya ikut memejamkan mata


" Mike." Mike membuka kedua matanya dan Clara tepat didepan wajahnya. Tanpa aba-aba wanita itu mengecup lembut bibir Mike membuat sang pemilik tersenyum dan salah tingkah


" Kita sudah sampai." Mike merengkuh leher Clara lalu membalas kecupan itu dengan ciuman. Ia tak sadar diperhatikan keempat temannya


" Ayolah, nanti saja dikamar kalian. Kami masih sibuk." seketika Mike melepaskan bibir Clara dari pagutannya. Pria itu tertawa karena merasa malu akan perkataan Jelo


" Sorry, sorry." Ucapnya lalu melepaskan Clara dan menarik wanita itu keluar dari mobil. Clara tersenyum puas sembari menggelayuti lengan Mike, ia puas memanasi Airin


Keduanya disambut Mami Riana, wanita itu berteriak histeris menyambut keduanya. Clara jadi yang pertama dipeluk


" Bagaimana keadaanmu, dia baik-baik saja kan?" tanyanya sembari mengelus perut Clara


" Kami baik-baik saja." Saut Clara dengan senyumnya


" Hari ini jadwal pemeriksaan."


" Nanti saja sore Ma, Clara masih kelelahan." Saut Mike sembari menggandeng Clara


Clara langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sementara Mike meraih ponsel dan melihat informasi didalam sana


(Mike, bisakah kau datang kesini?) Mike langsung menghubungi nomer tersebut


" Ada apa Airin?"


" Kita bicara masalah Guzman."


" Besok saja, bukankah kita baru sampai."


" Ini sangat penting."


" Besok saja, aku harus menemani Clara ke dokter kandungan sore ini." Disebrang sana Airin tampak kecewa, tapi mau bagaimana lagi. kandungan Clara yang paling penting


" Baiklah, kita bicarakan besok."


" Atau kirim saja melalui email."


" Aku akan mengirim rinciannya." Mike langsung mematikan ponselnya begitu pintu kamar mandi terbuka menampilkan Clara yang sudah segar, memakai bathrod dan kepala digulung handuk


" Cepat sekali." Ledek Mike


" Memangnya harus berapa jam." Gerutu Clara


Mike menatap Clara." Coba buka semuanya?" Spontan Clara menyilangkan kedua tangannya didada. Mike tertawa


" Kenapa pikiranmu kotor, aku ingin melihat perkembangan bayiku." Clara menghela nafas lalu menyingkap bathrodnya, menunjukan perutnya yang membuncit pada Mike


Mike mendekat, ia menarik tangan Clara untuk duduk disisi ranjang. Kemudian ia mengusap perut buncit Clara yang polos. Ini pertama kalinya ia perduli pada kandungan Clara, biasanya Mike sangat cuek bahkan bertanya pun tidak

__ADS_1


Kemudian Mike menunduk untuk mencium pipi Clara yang mulai cubby. Diperlakukan selembut itu Clara terbuai, bibirnya tersenyum begitu manis. Keduanya tak menyangka akan dekat secepat ini


" Aku mau? bolehkan?" Rengek Mike berbisik ditelinga Clara


" Kalau aku bilang tidak? bagaimana?"


" Aku akan memaksamu!" Bisik Mike dengan tangan merambat menarik tali bathrod Clara agar terlepas. Kedua mata Mike berbinar melihat buah dada Clara yang menggantung indah


" Apa air susunya sudah ada?" tanya Mike


" Aku tidak tahu." Saut Clara lalu menggigit bibir bawah ketika telunjuk Mike menyentuh puncak dadanya yang berwarna merah muda, Mike menyentuhnya dengan gerakan memutar


Bibirnya mendarat di rahang Clara, memberi kecupan-kecupan kecil yang membuat seluruh syaraf Clara menegang, tubuhnya lagi minta dipuaskan. Rasa trauma itu hanya tinggal kenangan, nyatanya Clara ketagihan disentuh Mike


Mike mulai menyentuh bibir Clara, memagut yang awalnya pelan menjadi rakus dan kian menuntut. Mike memakai lidahnya kali ini dan Clara baru pertama kali merasakannya


Tok


Tok


Tok


Tok


Tok


" Mike." Clara mendorong dada Mike dengan satu tangannya


" Ada Mammi."


" Biarkan saja, dia senang sekali mengganggu." Saut Mike lalu kembali membungkam bibir Clara


Ketukan pintu itu berubah jadi gedoran kencang


" Mike."


" Mike."


" Mike, kau sedang apa? Mami ada perlu dengan Clara." Teriak Mami Riana dari luar


Clara kembali mendorong dada Mike


" Aaahh Mammi." Ucap Mike menggeram. Menatap Clara dengan kesal. Wanita itu malah tersenyum lalu menunjuk pintu dengan dagunya. Mike mencubit dagu itu dengan gemas lalu berjalan meninggalkan Clara yang kembali merapihkan bathrodnya


" Ada apa sih Mam?" Mike benar-benar kesal


" Ini, Mammi hanya ingin memberi baju hamil Mammi dulu untuk Clara." Mike menggeram kesal


" Tidak bisa nanti saja ya!" Gerutu Mike


" Memangnya kalian sedang apa?" Mammi Riana menengok kedalam lalu kembali pada putranya. Mammi Riana menutup mulut menahan tawa ketika tak sengaja melihat celana putranya mengembung dibagian tengah paha


" Astaga Mike, Mammi lupa masakan Mammi." Setelah mengganggu putranya Mammi Riana malah kabur dan tak bertanggung jawab


Mike menutup pintu dengan kencang, ia membalikan badan dan menemukan Clara sudah memakai pakaiannya


" Gagal sudah." Gerutu Mike


-


-

__ADS_1


__ADS_2