
π»π»π»π»
Hampir seharian ini Mike dan rekan-rekannya terus menggulung Martin dan Ferry agar membuka mulut. Sehingga melewatkan dua kali jam makan siang dan malam. Mike yang sebelumnya belum memakan apapun itu tampak kelelahan. Keluar dari ruang introgasi ia berniat langsung menuju minimarket didepan tempatnya bekerja
Namun niatnya terhenti ketika melihat Clara sedang duduk diruang tunggu bersama dua rekan yang bukan satu tim dengannya. Dua pria berkepala plontos itu tampak senang berbincang dengan sang artis, meskipun sekarang kepopuleran Clara sedang turun drastis karena kasus Guzman
Clara yang tak sengaja melihat sang suami itu tersenyum senang, berbeda dengan Mike yang tampak tenang
" Mike." Panggil Clara beringus bangun dari duduknya dan mendekati Mike
" Kenapa Mammi membiarkanmu keluyuran malam-malam begini." Clara sedikit terkejut dengan gerutuan suaminya, Clara senang Mike memperhatikannya
" Kau kan sedang hamil." Rasa senang Clara hilang, karena yang dikhawatirkan Mike ternyata hanya janinnya saja. Clara merutuki dirinya yang berharap lebih, padahal tujuan Mike menikahi Clara karena memang harus bertanggung jawab atas bayi mereka
Sejenak Mike melirik pada dua teman kerjanya lalu menggandeng Clara masuk kedalam ruangannya
" Aaahhk." Clara memekik karena terkejut, Mike tiba-tiba memangku tubuhnya duduk diatas meja
" Kenapa kau kemari?" Tanya Mike, bergerak mengurung Clara dengan kedua tangannya ditumpu ke atas meja. Clara gugup dengan keadaan sedekat ini bersama Mike
" Mammi menyuruhku mengantar makan malam untukmu." Mike menyipitkan kedua matanya, sejak dulu sang Mammi tak pernah mengirim makanan untuknya meskipun ia tak pulang, bila untuk sekedar membeli makan uangnya takkan habis
" Sungguh?" Clara mengangguk cepat. Mike tersenyum manis
" Kalau begitu besok aku akan menanyakan pada Mmami, tumben sekali Mammi mengkhawatirkan perutku." Saut Mike membuat Clara gugup dan tak berani menatap wajahnya
" Besok, memangnya kau tidak pulang hari ini?"
" Kalau sedang bicara tatap mataku!" Clara memberanikan diri menatap Mike. Untuk sesaat keduanya saling memandang
" Mammi atau inisiatifmu sendiri?" goda Mike
" Ma-mmmi." Mike tersenyum lagi, pandangannya mengedar keluar ruangan yang hanya disekat kaca, ia menatap satu persatu rekan kerjanya yang masih sibuk dimeja kerja mereka, kecuali Airin, wanita itu balas menatap Mike
__ADS_1
Mike mengambil remote dilaci meja krja tanpa menjauhkan dirinya dari Clara. Ia menekan tombol kuning sehingga tirai terbuka menutupi setiap kaca ruangan Mike. Clara hanya diam menatapi wajah tampan yang entah kenapa membuat dadanya mulai dag dig dug
Mike kembali pada Clara menarik dagu runcing itu dan menyatukan bibir mereka. Clara hanya diam membiarkan Mike memagut bibirnya dengan sedikit kasar. Satu tangan Mike mulai menjalar dari bawah ketengkuk Clara, menahan tengkuk itu agar ciumannya semakin dalam, menghanyutkan Clara, kedua tangannya merremas kemeja hitam yang dikenakan Mike dibagian pinggang
Tok
Tok
Tok
" Mike." Clara mendorong dada Mike hingga bibir keduanya terlepas. Mike tampak tak suka diganggu, ia menempelkan jari telunjuknya dibibir Clara
" Jangan berisik."
" Kau belum makan malam."
" Sadar tidak malam ini sangay dingin, yang kubutuhkan kehangatan." Bisik Mike
" Tapi perutmu terus berbunyi." Clara menunjuk perut Mike yang six pack
Mike duduk disisi meja dibelakang Clara, mendekap tubuh itu dengan kedua jemari nakal didada. Bibirnya hinggap dileher Clara, wanita itu hanya diam karena ia pun sangat membutuhkan belaian Mike, belaian yang dulu ia benci itu malah berbalik jadi sangat ia sukai dan membuatnya candu
Clara hanya bisa pasrah ketika dua jemari itu menyusup kedalam baju hamil Clara yang longgar. Menyentuh puncak dada yang sudah menegang yang mana membuat Mike tersenyum dan pindah berdiri didepan Clara. Mike membuka kancing kemudian menurunkan resleting celana dan menurunkan celananya sampai lutut
" Kau tahu apa yang harus dilakukan?" Tanya Mike sedikit menjambak rambut Clara yang tergerai indah. Seolah tersihir, dibantu Mike ia turun dari atas meja dan berlutut didepan Mike. Malu-malu Clara menarik underware pria itu kebawah dan memegang burung besar yang sudah tegak berdiri, keliaran Clara semakin menjadi ketika memasukan batang panjang itu kedalam mulutnya
Mike manahan suara akan rasa nikmat dan hangat itu, pinggulnya bergerak pelan membantu Clara dalam memuaskan adiknya. Wanita itu tampak bersemangat tak seperti biasanya
" Pintar sekali, aahh Clara." Suara itu hampir tak terdengar karena ditahan
Setelah puas, Mike menarik Clara berdiri dan mendudukan lagi diatas meja. Dengan terburu-buru ia melucuti semua yang melekat ditubuh Clara hingga polos tanpa satu benangpun ditubuhnya
" Uuhhhm Mike." Rintihnya ketika puncak dada itu Mike hisap. Mike mengangkat wajah dan menempelkan jari telunjuknya
__ADS_1
" Sssttttt, jangan berisik." Bisiknya. Clara mengangguk pelan
" Kalau begitu berhenti, aku tidak tahan." Mike tersenyum puas lalu menegakan tubuhnya. Dengan kedua tangannya ia membuka kedua paha Clara, wanita itu tampak malu ketika kewanitaannya yang telah basah terpampang jelas dihadapan Mike. Ibu jari dan telunjuk Mike membuka belahan itu lalu memposisikan dirinya
Clara menutup mulutnya rapat ketika Mike mendorong pinggul menyatukan tubuh mereka dengan gerakan pelan dan hati-hati. Mike mengangkat wajah dari bawah menatapi Clara yang pandangannya kebawah pada junior Mike yang menancap dikewanitaannya
" Nikmat sayang?" Bisik Mike menggoda Clara, lihatlah wajah itu merona membuat Mike merasa gemas dan merremas satu buah dada Clara sembari tubuhnya mulai bergerak pelan
Bukan kehangatan lagi, tapi Clara memberinya rasa panas, tubuh keduanya basah oleh keringat. Puas salam posisi begitu, Mike memangku Clara menuju sofa dan duduk disana dengan posisi Clara diatasnya. Tubuh wanita itu menggeliyat-geliyat diatas tubuhnya
" Bergeraklah." Perintah Mike berbisik
" Aku tidak bisa." Mike tersenyum lucu lalu merengkuh pinggang Clara dan mulai bergerak. Wajahnya ia benamkan dibuah dada untuk waktu yang lama membuat Clara tak henti merintih, Mike juga tak perduli lagi bila suara keduanya terdengar sampai keluar
" Clara, berikan aku bibirmu." Bisik Mike mengangkat wajah. Clara menunduk lalu menyatukan bibirnya dengan Mike. Bibir keduanya saling bertaut menciptakan decapan-decapan erotis beriringan
" Aaahhhkkk luar biasa, sempit sekali." Bisik Mike tepat didepan bibir Clara lalu mengubah posisi lagi, kini Clara setengah berbaring disofa
Mike menyelesaikan permaianan panas itu dengan memuntahkan cairran putihnya dipaha Clara. Pria itu memejamkan matanya begitu dalam menikmati semuanya begitupun Clara, nafas wanita itu tersengal-sengal
Mike mengecup bibir Clara kemudian menjauhkan tubuhnya lagi. Ia tarik lagi kedua celananya dan pakai lagi." Pakai bajumu Clar." Perintah Mike. Ada perasaan sakit ketika Mike mengatakan itu, pria itu manis diawal hanya karena menginginkan tubuhnya saja. Pikir Clara
Susah payah Clara memunguti pakaiannya dilantai, Mike malah acuh dan menyesap rokok yang baru ia nyalakan. Pria itu sangat egois dimata Clara
" Kau sudah makan malam?" Tanya Mike yang duduk di kursi kerjanya
" Belum." Saut Clara sembari memakai pakaiannya didepan Mike
" Kalau begitu kita makan berdua." Clara hanya diam sampai Mike menyambar sebuah papperbag coklat yang tadi dibawa Clara dan menarik tangannya keluar dari ruangannya. Diluar disebuah sofa panjang yang sepertinya tempat beristirahat semua orang disana ada rekan satu grup Mike yang juga sedang makan malam
" Ck, Ck, Lihatlah." Gerutu Jeniffer pada keduanya. Clara hanya menunduk mengikuti langkah Mike yang tertawa dengan gerutuan Jeniffer
Ketika pria itu duduk, Clara ikut duduk disampingnya. Mike membuka papperbag itu dan membuka dua kota makan yang bersisi sushi dan satu lagi berisi buah-buahan. Mike menatapi Clara, ia tahu wanita itu berbohong. Nyatanya sang ibu tak menyukai makanan asal jepang itu, bahkan membuatkan untuk Mike pun tidak pernah
__ADS_1
-
-