
π»π»π»π»
Sudah sekitar 30 menit, kamar itu dilanda keheningan. Mike masih asyik menghisap rokok yang baru saja ia nyalakan dengan kedua mata yang fokus menatapi Clara yang menunduk, dipandangan Mike, wanita itu tampak berusaha melepaskan ikatan dikursi. Merasa tak berhasil, Clara melihat ke arah Mike, takut-takut Clara mencoba membuka suaranya
" Pak Mike, tolong lepaskan saya. Saya janji tidak akan melaporkan semuanya, saya akan diam dan mengabaikan apa yang saya lihat." Namun Mike hanya diam, bibirnya malah tersenyum
" Pak Mike, bukankah dengan menculik saya, polisi akan mencari saya. Jika saya ditemukan Pak Mike tentu dalam masalah."
" Itu jika kau masih hidup!" Saut Mike membuat wajah Clara mendadak memucat, kedua matanya berkaca-kaca mendengar penuturan itu
" Jangan, jangan bunuh saya. Saya akan melakukan apapun bila Pak Mike mau melepaskan saya, tolong, biarkan saya hidup!" Clara memelaskan wajahnya dan menangis kencang
Mike tertawa lalu bangkit dari duduknya, ia melepaskan ikatan Clara ditubuh dan dibagian kaki membuat tangis wanita itu berhenti. Clara merasa ada secercah harapan untuknya bebas dari pria-pria gila itu
Namun belum juga bangkit dari kursi kini Mike malah duduk diatas paha Clara membuat Clara terkejut, bibirnya bergetar, ketakutan itu kembali ketika melihat wajah Mike yang penuh terkaman padanya, apalagi dirinya kini hanya memakai bathrod, Clara baru tersadar kedua paha putihnya ternyata terekspos sempurna sejak tadi
Clara menggelengkan kepalanya
" Kau bilang, kau akan melakukan apapun?" Mike menyeringai lalu mengambil lagi tali yang tergeletak dilantai. Dalam sekali cekalan tangan besarnya, dua pergelangan tangan Clara ia dapat. Ia ikat lagi dengan kuat
" Kumohon, lepaskan aku!" Ucap Clara dengan tubuh menggeliyat mencoba memberontak sekuat tenaganya, ia gemetaran dan ketakutan
Mike semakin senang melihat Clara, perlahan ia menurunkan bathrod Clara sehingga gunung kembar yang begitu indah itu kini terlihat jelas di kedua matanya. Kedua mata Mike menyala, seluruh sarafnya terasa menegang melihat kemolekan didepan matanya
" Lepaskan aku, jangan." Teriak Clara dengan kepala tak diam, bergerak kekiri kekanan. Sekuat tenaga Clara meronta, namun ikatan kedua tangannya begitu kuat
Clara menjerit histeris ketika kedua tangan Mike menangkup buah dadanya membuat pendengaran Mike merasa terganggu. Apalagi rumah itu berada dikawasan pedesaan yang penduduknya cukup banyak, meski rumah mereka tak berdekatan
Mike bangkit lalu mendekati meja rias, ia mengambil selotif. Itu menjadi kesempatan Clara untuk kabur, ia berlari menuju pintu. Dengan kedua tangan yang terikat, ia mencoba membuka pintu, namun naasnya pintu itu ternyata terkunci dari luar
__ADS_1
Mike tertawa kencang lalu mendekati lagi Clara, wanita itu menjauh berlari menuju kamar mandi
Brukk
Sialnya Clara malah terjatuh sebelum mencapai pintu membuat tawa Mike kian mengencang. Kepala Clara terasa pening akibat benturan dahinya ke tembok
" Pak Mike, saya mohon, lepaskan saya. Kasihani saya." Ucap Clara ditengah kesadarannya
" Aaahhh tidak!" Clara menjerit lagi ketika Mike menarik kedua kakinya lalu menarik bathrod putihnya sehingga ia kini polos sempurna. Mike menyeringai puas lalu ia meninndih Clara dan memasangkan selotif dimulut mungil wanita itu agar teriakan Clara teredam
Clara menggelengkan kepalanya, airmatanya berderai. Ia terus berdoa dalam hati, semoga ada keajaiban yang akan menolong Clara dari singa lapar diatasnya ini
" Uuuhhmm, uuuuuhhhhhmm." Sekeras apapun menjerit, semua hanya sia-sia. Pergerakan Clara lumpuh dengan tubuh besar itu, ia hanya bisa menangis ketika Mike mulai menguasai buah dadanya yang masih ranum, belum terjamah siapapun
" Tubuhmu bagus!" Ucap Mike dengan suara paraunya, pria itu tampak menikmati setiap inci gunung kembar Clara
Clara menangis kencang, rasanya sakit dilecehkan oleh pria yang awalnya ia hormati ini. Bahkan tenaga Clara sudah habis tak bersisa, tubuhnya mulai melemas akibat sentuhan-sentuhan yang mengalirkan gelenyar aneh untuknya
" Are you virgin?" Tanya Mike tepat didepan wajah Clara, pria itu seakan buta tak melihat airmata Clara yang berderai
" Are you virgin bit*h?" Tanya Mike lagi dengan seringai dibibirnya
Tak lama ia melepaskan jari telunjuknya dari pangkal paha Clara, ia membopong tubuh itu menuju ranjang king size lalu melempar tubuh Clara dengan sangat kasar hingga berguling dan hampir jatuh
" Menurutlah, maka aku tidak akan membunuhmu!" Ucap Mike lalu menurunkan resleting celananya dan menaiki tubuh Clara lagi
Clara hanya bisa menggelengkan kepala, hatinya menjerit menolak apa yang pria itu lakukan padanya. Clara sangat menyesal mendengar dan melihat semuanya . Clara merapatkan kedua kaki ketika sesuatu yang keras dan mengganjal itu terasa menyentuh area sensitifnya, sedangkan bibir dan lidah Mike kini main dengan rakus dileher Clara. Tak lupa kedua jemari Mike yang juga kasar dibuah dada
" Ya Tuhan, selamatkan aku, Mamah, Papah selamatkan Clara." Rintih Clara dalam hati, airmatanya membanjir bersama keringat yang menyatu. Clara memejamkan mata, menjeritpun rasanya percuma, tidak ada yang mendengar dan menolongnya
__ADS_1
Airmata Clara kian membanjir ketika pria itu bangkit memaksa membuka kedua kaki Clara. Dan mencoba memasuki Clara. Sekali lagi Clara mencoba memberontak dengan bangun, namun pria itu mendorong Clara lagi, menindih Clara
Jleb
Saat ini Clara menjerit histeris dalam mulutnya, sesuatu terasa membelah dirinya, begitu sakit dibawah sana karena benda tumpul itu masuk dalam sekali dorongan kuat
" Oohh shiiiit, sempit sekali." Clara mulai benci dengan suara itu, Clara ingin membunuh pria yang telah merenggut kehormatannya secara paksa tersebut. Kedua jemari lentik Clara terkepal kuat, sakit dibawah sana tak sebanding dengan sakit dihatinya karena pria itu
" Lihatlah!"
" Lihatlah Bitcch!" Suara itu membentak Clara, terpaksa Clara membuka kedua matanya, pria didepannya ini benar-benar tak punya hati nurani, dengan berani menunjukan darah keperawanan Clara padanya melalui jari telunjuk, Tangisan Clara mengencang hebat, tubuhnya bergetar, wajahnya memerah karena amarah
Namun pria itu malah tersenyum bak iblis lalu menjilat darah ditelunjuknya tanpa merasa jijik. Clara benci wajah tampan pria psikopat itu, merusak masa depan Clara yang Clara yakini akan cemerlang meskipun ia sebatang kara. Pria itu membuka ikatan tali dikedua tangan Clara sambil mulai bergerak pelan, mencoba memberi waktu pada Clara
Seketika Clara memukul kedua lengan kekar itu, mencakar melampiaskan amarahnya. Membuat Mike merasa kesal, ia mencekal lagi kedua tangan Clara kekasur dengan kedua tangannya. Dan mulai bergerak cepat dan kasar, bagi Mike Clara yang memancingnya
Clara merasakan sakit yang luar biasa akibat permainan kasar tersebut, ini pertama kalinya untuk Clara tapi pria itu benar-benar tak punya rasa iba atau simpati
Sedangkan diluar sana, Jelo merasa curiga karena sudah satu jam Mike tak kunjung keluar dari kamar
" Apa yang dilakukan Mike?" Tanya Jelo pada kedua anak buahnya dan Mike, keduanya hanya tersenyum misterius membuat Jelo kalang kabut
Jelo berjalan tergesa menuju kamar dimana Clara disekap, ia menguping dari balik pintu namun merasa tak mendengar apapun. Lalu ia membuka kunci dan menarik handle pintu kebawah
Meskipun tak jelas namun Jelo masih bisa melihat apa yang dilakukan Mike pada Clara, suara Mike dan suara setiap jeritan Clara yang teredam membuktikan apa yang dipikirkan Jelo
Pria itu menarik nafasnya dalam lalu menutup lagi pintu dengan kencang membuat Mike menoleh pada pintu, tatapannya menajam, ia tak suka diganggu, untung saja saat ini posisi Mike sedang mengurung Clara, jika tidak mungkin Jelo akan melihat tubuh wanita itu
-
__ADS_1
-