
π»π»π»π»
Tiga hari sebelumnya ..
Cut
" Clara, mana tenagamu?" Teriak sang sutradara
" Apa kau sudah gila? bagaimana bisa aku harus menamparnya sungguhan." Gerutu Clara, dia memang wanita muda yang sombong terhadap siapapun apalagi kini ia tengah populer dimana-mana, ia menjadi wanita yang teramat sibuk, hingga tidurpun hanya 4 jam sehari
" Ya, lakukan semaumu. Sampai tag 100 pun aku takkan meloloskan adegan paling jelek ini." Saut sang sutradara, tak mau kalah dari Clara yang notabennya tipekal pembangkang dan tak mau diatur
" Dasar gila!" Gerutu Clara lalu menoleh pada lawan mainnya
" Oke, take 23, action!"
Plaaaakkkkk
Karena kesal, Clara menampar peran keduanya dengan sangat kencang membuat sang sutradara merasa senang, akhirnya pancingannya terhadap Clara berhasil, wanita itu memang harus diancam lebih dulu agar pekerjaannya maksimal
Setelah dua jam melakukan syuting yang bagi Clara sangat melelahkan. Clara memutuskan menuju ruang ganti yang berbeda bangunan. Wanita itu harus melewati lorong-lorong sempit untuk sampai kesana, ia hanya sendiri, kedua asisten pribadi yang senantiasa mrnemani Clara sedang pergi membeli makan dan minum untuknya
" Berapa yang kau bawa?" Clara berhenti melangkah ketika mendengar samar-samar suara pria. Clara menoleh ke gang sempit lalu mendekat, ia mencoba mengintip dari balik gembok
Kedua matanya melebar sempurna ketika melihat dua orang pria berada disana, satu pria tentu sangat Clara kenali
" Pak Mike." Gumam Clara menutup mulut tak percaya dengan apa yang kedua pria itu lakukan
" Mereka-" Clara tak mau melanjutkan perkataannya, ia mencoba kabur dan berpura-pura tak tahu dengan apa yang dilakukan keduanya digang sempit itu. Clara memutar tubuhnya
Brekk
Naasnya rok yang dipakai Clara tersangkut paku tajam didingding tembok, menimbulkan suara yang membuat Mike dan seorang pria yang tak Clara kenali terkejut dan mendekati sumber suara
Naasnya lagi Clara kesusahan, ia jadi tidak bisa kabur
" Clara?"
" Sial." Gumam Clara lalu mengangkat wajah
" Pak Mike." Saut Clara dengan wajah takut
" Kau sedang apa?"
__ADS_1
" Aku, emmmh-" Lidah Clara panik mendadak, ia juga jadi salah tingkah
" Aku sedang lewat, dan rokku." Clara melirik kebawah pada roknya yang masih tersangkut
Mike membantu Clara, menarik rok wanita itu hingga terlepas dan memperpanjang robekannya
" Maaf." Ucap Mike
" Its oke, terima kasih pak Mike, saya permisi." Clara terburu-buru karena merasa takut dan juga canggung, ia takut Mike curiga bahwa ia diam-diam menguping pembicaraan keduanya
" Sepertinya wanita itu melihat kita." Ucap salah satunya membuat Mike menoleh
" Rencana kita bisa gagal."
" Dia tidak akan mengerti." Saut Mike kembali memandangi Clara, sesekali wanita itu menoleh kebelakang pada keduanya
" Dia bukan seorang bocah, dia mengenalmu bos, dari tingkahnya saja sudah terlihat dia tahu apa yang sedang kita bicarakan." Mike tampak mulai terhasut
" Bilang pada Jelo, untuk urus wanita itu."
" Baik bos!"
Malam harinya Clara baru pulang dari acara show di televisi. Hari-hari Clara teramat sibuk dan semakin membuatnya lelah, entah apa yang Clara cari dalam hidupnya. Orangtua, teman, pacar pun ia tak punya, disekitarnya hanya ada dua asisten dan satu manager yang setia menemani Clara kemana-mana
Sambil bibirnya bersenandung kecil memecah keheningan di Apartementnya yang sangat sepi tanpa penghuni, hanya dirinyalah sendiri
" Aku tak menyangka Pak Mike." Gumam Clara, wajah tampan yang selalu menampilkan aura dingin itu tiba-tiba terlintas diingatannya
Sekitar satu jam Clara merilekskan tubuhnya. Saatnya wanita itu bangkit membersihkan diri. Kemudian memakai bathrod putih dan keluar dari kamar mandi. Baru saja selangkah dari pintu
" Mmmmpppp." Telapak tangan besar membekap mulutnya, lama-lama Clara merasa kepalanya pening, tubuhnya mulai melemas untuk berontak dan tak lama ia tak sadarkan diri
" Kenapa kau tak menunggunya memakai baju!" Samar-samar Clara mendengar suara pria yang dikenalinya. Perlahan kedua mata Clara terbuka dan ia sangat terkejut ketika melihat empat pria berada didepan matanya, dua pria ia kenali
" Pak Jelo, Pak Mike." Ucap Clara seraya memberontak, tubuhnya kini diikat pada kursi yang ia duduki
" Apa yang kalian lakukan?" Clara berteriak ketakutan, tubuhnya mulai gemetar hebat
" Syuuuuuttt." Mike mendekat dan menyuruh wanita itu diam dengan menempelkan jari telunjuknya dibibir ranum Clara
" Pak Mike, kenapa kalian-"
" Kau mendengar kami?" Clara diam sejenak lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat
__ADS_1
" Katakan, apa saja yang kau dengar?" Mike mencubit kencang dagu Clara, jika bertemu bahkan pria itu jarang sekali menatap Clara, tapi kini jarak mereka begitu dekat hingga Mike bisa melihat kecantikan wajah bintang yang sedang bersinar itu, kulit putih, halus dan bersinar menjadi perhatian Mike
" Aku tidak mendengar apapun!" Jawab Clara
" Mau jujur atau aku akan memaksamu?" Clara menggelengkan kepalanya dengan cepat
" Aku sungguh tak mendengar apa yang kalian bicarakan, aku sudah bilang kalau aku hanya lewat." Jawab Clara ketakutan, kedua matanya berkaca-kaca
" Sungguh, kau tidak mau mengaku?" Mike mencengkram dagu itu dengan kuat, kesabarannya mulai habis dan Clara tak menyangka bahwa pria yang terlihat baik ini ternyata sangat kasar
" Clara, mengakulah, dengan begitu kami akan melepaskanmu!" Jelo sang sutradara menyaut sambil bersedekap dada dengan wajah angkuhnya
Bodonya Clara percaya begitu saja ucapan Jelo. Wanita itu akhirnya mengaku bahwa ia melihat semuanya, apa yang pria-pria gila didepannya ini lakukan. Pria-pria itu tertawa kencang setelah mendengar pengakuan Clara dan semakin menyeramkan untuk Clara
" Bukankah sayang sekali untuk dilewatkan." Gumam Fery salah satu dari mereka ditelinga Mike
" Kau tahu saja isi pikiranku!" saut Mike, keduanya tertawa kencang namun sepertinya Jelo tak setuju, bagaimana pun Clara adalah artisnya
" No, Mike."
" Aku hanya bercanda, kau pikir aku tega merusak anak gadis orang." Canda Mike, Jelo bernafas lega lalu kini dia yang mendekati Clara
" Dengar Clara, hanya ada satu cara untuk membuatmu selamat."
"Lepaskan aku, aku janji tidak akan bicara pada siapapun!" Sautnya dengan airmata berlinang. Jelo menoleh pada Mike, pria itu menampilkan wajah tenangnya
" Tidak semudah itu Nona, itu antara hidup dan mati kami." Saut Fery. Jelo yang tadinya melunak kembali tegap, ia sendiri tampak bingung karena sejatinya manusia tidak dapat dipercaya
" Jelo, kenapa kau tidak mencari artis lain saja." Mike menyaut tapi pandangan itu tak terlepas dari Clara
" Tidak, tolong lepaskan aku. Aku janji, aku akan menutup mulutku!" Jelo menghembuskan nafasnya lalu melangkah keluar meninggalkan kamar dengan cahaya remang itu dengan wajah bingung
Sementara Mike masih diam disana, perlahan pria itu duduk disofa lalu menjentikan jari telunjuknya pada dua pria yang juga menatapi Clara, tampak mengagumi kecantikan wanita itu
" Keluar!" Perintah Mike karena dari mereka tak menanggapi usiran Mike
" Bos!" Fery tersenyum pada Mike
" Aku akan membungkam, agar wanita ini tidak akan bicara pada siapapun!" Saut Mike membuat Fery senang lalu mengajak satu temannya untuk keluar dari kamar yang hanya tercahayai lampu tidur tersebut
-
-
__ADS_1